Khamis, 2 Februari 2012

ANTARA - Mancanegara

ANTARA - Mancanegara


Satu orang tewas akibat wabah salmonella di Inggris

Posted: 02 Feb 2012 06:56 PM PST

London (ANTARA News) - Wabah Salmonella di Inggris telah merenggut satu nyawa dan menyerang lebih dari 30 orang lagi, dan diduga memiliki kaitan dengan semangka, kata dua lembaga kesehatan, pekan ini.

Lembaga Perlindungan Kesehatan (HPA) mengatakan di dalam satu pernyataan bahwa wabah tersebut disebabkan oleh bakteri Salmonella Newport, satu dari varian rangkaian Salmonella.

Bakteri itu telah menyerang lebih dari 30 orang di Inggris, Wales dan Irlandia Utara sejak awal Desember 2011, dan satu orang telah tewas.

Beberapa kasus penyakit yang disebabkan oleh rangkaian yang sama telah dikonfirmasi di Skotlandia, Irlandia dan Jerman.

Pemimpin Departemen Penyakit Gastrointestinal HPA, Dr Bob Adak mengatakan, "Meskipun terlalu dini untuk mengatakan dengan pasti apa penyebab infeksi tersebut, petunjuk awal memperlihatkan sejumlah orang jatuh sakit setelah makan semangka."

"Ini juga telah dilihat dalam kasus di Skotlandia dan Jerman, meskipun penyelidikan lebih lanjut sedang dilakukan," kata Dr. Bob Adak sebagaimana dikutip Xinhua --yang dipantau ANTARA di Jakarta, Jumat.

Lembaga Standar Makanan (FSA) mengatakan di dalam satu pernyataan bahwa badan tersebut telah diberitahu oleh HPA mengenai wabah itu dan kemungkinan sumber pencemar makanan.

Sementara itu, Direktur Lembaga Keamanan Pangan HPA, Alison Gleadle mengatakan, "Kami terus memantau situasi dan bekerja-sama secara erat dengan Komisi Eropa, negara lain, pemerintah lokal serta industri pangan, guna melakukan penyelidikan lebih lanjut."

"Sementara itu, penting bagi orang untuk mengikuti praktek kesehatan pangan ketika menyiapkan makanan. Selalu disarankan untuk mencuci buah dan sayuran sebelum mengkonsumsinya guna mengurangi resiko kemungkinan serangan penyakit."

Salmonella Newport menyebabkan penyakit yang sama dengan gejala lain penularan Salmonella dan gejala lain meliputi diare, muntah, sakit perut serta demam.
(C003/A011)

Editor: Desy Saputra

COPYRIGHT © 2012

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Full content generated by Get Full RSS.

Diplomat: Rusia ancam veto rancangan resolusi PBB tentang Suriah

Posted: 02 Feb 2012 05:06 PM PST

PBB, New York (ANTARA News) - Rusia, Kamis (2/2), memberitahu Dewan Keamanan PBB bahwa negara itu memveto rancangan resolusi yang jadi sengketa dan mendukung rencana Liga Arab guna mengakhiri kerusuhan di Suriah, kalau rancangan tersebut diajukan untuk pemungutan suara paling cepat Jumat, kata seorang diplomat Barat.

Duta Besar Rusia untuk PBB Vitaly Churkin berpidato dalam pertemuan tertutup Dewan Keamanan yang telah dikatakan beberapa utusan mendekati kesepakatan tentang rancangan itu, kata diplomat tersebut --yang tak ingin disebutkan jatidirinya.

Bagian teks itu yang paling menjadi sengketa ialah pernyataan dewan "sepenuhnya mendukung" rencana Arab, yang antara lain menyeru Presiden Suriah Bashar al-Assad agar mundur. Moskow menyatakan itu bisa berubah jadi "perubahan rejim".

Kendati ada keberatan dari Rusia, pembuat rancang resolusi tersebut dari Arab dan Eropa tampaknya tetap bermaksud melakukan pemungutan suara pada Kamis malam, kata diplomat tersebut --yang menghadiri sidang dewan tersebut.

Tindakan seperti itu bukan berarti pemungutan suara segera dilakukan dan tidak jelas kapan para penaja resolusi tersebut akan menyerukan pemungutan suara, demikian laporan Reuters --yang dipantau ANTARA di Jakarta, Jumat pagi.

Duta Besar Kolombia Nesto Osorio mengatakan kepada wartawan bahwa pembahasan dewan direncanakan dilanjutkan Jumat waktu setempat.

Sebelum pertemuan itu, Duta Besar Pakistan Abdullah Hussain Haroon mengatakan kepada wartawan bahwa dewan 15-anggota tersebut "berjarak dua dua kata" dari kesepakatan mengenai versi yang diubah dari rancangan resolusi Arab-Eropa yang dibagikan di dewan oleh Marokko.

Namun pendapat itu dibantah oleh Duta Besar AS Susan Rice --yang mengatakan, "Pendapat saya bukan begitu."

Rusia telah memimpin penentangan terhadap resolusi rancangan tersebut, yang mengupayakan penyelesaian 10 bulan pertumpahan darah di Suriah, sementara pasukan keamanan telah menindas pemrotes anti-Bashar.

Moskow menyatakan Rusia takkan membiarkan terulangnya resolusi Maret 2011 mengenai Libya, yang membuat NATO turun tangan membantu pemrotes untuk menggulingkan pemimpin Libya Muamar Gaddafi.

Meskipun Churkin telah mengatakan kesepakatan mengenai jenis resolusi yang sama mengenai Suriah mungkin dicapai, ia awal pekan ini mengatakan Moskow tak bisa memberi suara yang mendukung sampai setidaknya Selasa depan.

Namun negara Arab dan Eropa telah mendorong pemungutan suara dilakukan lebih cepat dari masa itu, mungkin Jumat. (C003/A011)

Editor: B Kunto Wibisono

COPYRIGHT © 2012

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Full content generated by Get Full RSS.

Tiada ulasan:

Catat Ulasan