Khamis, 22 November 2012

Sindikasi welcomepage.okezone.com

Sindikasi welcomepage.okezone.com


Kebiasaan Berubah, Ekowisata Potensi Raup Wisatawan

Posted: 22 Nov 2012 01:07 AM PST

Kamis, 22 November 2012 - 16:07 wib wib
Ujang Marmuksinudin - Koran SI

CIAMIS – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) menilai bahwa kehadiran ekowisata di setiap tujuan wisata menjadi bagian penting dalam pengembangan pariwisata di Indonesia.

Direktur Jenderal Pengembangan Destinasi Pariwisata Kemenparekraf Firmansyah Rahim menjelaskan, berdasarkan hasil analisa yang dilakukan lembaganya saat ini telah terjadi pergeseran kebiasaan wisatawan. Sebelumnya, wisatawan terbiasa melakukan aktivitas mendatangi tempat wisata lalu diam, tetapi sekarang banyak wisatawan senang bereksperimen.

"Salah satu contoh, saat ini banyak wisatawan yang lebih mengemari berwisata sambil terlibat langsung ketimbang hanya diam dan melihat, seperti berwisata sambil menanam pohon bersama, melestarikan terumbu karang, dan sejenisnya. Potensi ini harus dijawab, salah satunya oleh ekowisata," kata Firmansyah usai menanam mangrove di Pantai Bulaksetra, Pangandaran, Jawa Barat, Kamis (22/11/2012).

Firmansyah menambahkan, saat ini pihaknya sudah melirik sejumlah kawasan wisata yang bisa sinergi dengan ekowisata. Salah satunya objek wisata Pantai Pangandaran, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. "Untuk mewujudkan itu, kita harus mulai dari hal-hal yang kecil, seperti menanam mangrove. Kami berusaha melibatkan masyarakat untuk mewujudkan kesadaran akan pentingnya lingkungan berbasis ekowisata," tandas Firmansyah.

Sekalipun, diakui Firmansyah, penanaman mangrove yang dilakukan di kawasan Pangandaran saat ini belum bertujuan untuk kepentingan wisata. Namun, ke depan bisa dikembangkan untuk ekowisata.

"Saat ini, kita semua menyamakan persepsi untuk membangun dan melestarikan mangrove. Selain mangrove, kami juga melestarikan terumbu karang," ujarnya.

Dengan terus-menerus melakukan pelestarian mangrove dan terumbu karang, maka pemanfaatanya akan dirasakan beberapa tahun ke depan. "Dan, kami meyakini bahwa bila suatu kawasan semakin lestari, maka akan semakin banyak orang yang datang. Dengan begitu, secara otomatis, bisa dilakukan berwisata sekaligus mendidik masyarakat untuk sama-sama melindungi dan melestarikan kawasan konservasi di tempat pariwisata," pungkasnya.

Sektor Konsumsi Meroket, IHSG Naik 18 Poin

Posted: 22 Nov 2012 01:05 AM PST

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak menguat seiring positifnya indeks Asia. Sektor konsumsi pun tercatat sebagai sektor yang menguat paling signifikan.

IHSG, pada akhir perdagangan Kamis (22/11/2012) menguat 18,65 poin atau 0,43 persen menjadi 4.335,93. Indeks LQ45 naik 4,6 poin atau 0,6 persen menjadi 744,44.

Sektor pendukung indeks saham mayoritas bergerak menguat. Sektor konsumsi naik mencapai 37,75 poin atau 2,4 persen, sektor infrastruktur naik 4,47 poin atau 0,5 persen, dan sektor tambang turun 21,68 poin atau 1,2 persen.

Indeks Asia terpantau bergerak menguat. Bahkan Hang Seng naik sampai 218,84 poin atau 1,02 persen menjadi 21.743,2, Nikkei naik 144,28 poin atau 1,56 persen menjadi 9.366,8 dan Straits Times naik 25,11 poin atau 0,8 persen ke 2.985,45.

Nilai transaksi tercatat sebesar Rp3,5 triliun dengan volume Rp3,79 miliar lembar saham. Sebanyak 154 saham menguat, 93 saham melemah, dan 120 saham stagnan.

Saham yang bergerak menguat (top gainers) antara lain PT Gudang Garam Tbk (GGRM) naik Rp3.150 ke Rp51 ribu, PT HM Sampoerna Tbk HMSP) naik Rp1.000 menjadi Rp56 ribu dan PT Bukit Asam Tbk (PTBA) naik Rp350 ke Rp16.150.

Sementara saham yang bergerak melemah (top losers) antara lain PT Bayan Resources Tbk (BYAN) turun Rp1.250 ke Rp9.750, PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) turun Rp500 ke Rp41.800 dan PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) turun Rp300 ke Rp22.050. (wdi)

Tiada ulasan:

Catat Komen