Khamis, 22 November 2012

Republika Online

Republika Online


Miris, Sexting Jadi Tren Kaum Remaja

Posted: 22 Nov 2012 08:44 PM PST

REPUBLIKA.CO.ID, Bukan anak lugu saja yang dapat menjadi korban kejahatan di dunia maya. Remaja bahkan sering kali sadar melakukan perbuatan yang memancing kejahatan siber.

Terdorong untuk mencari untuk kesenangan sesaat, remaja kerap tak berpikir panjang ketika mengirim atau mengunggah foto telanjang maupun setengah bugil atau mengirim pesan teks yang membangkitkan berahi.

Padahal, imbas sexting begitu besar. Bukan hanya untuk pelaku melainkan keluarga dan lingkungan sosial. "Cyber crime masa kini sering terjadi akibat narsisme yang salah kaprah," ujar pengamat internet, Judith MS Lubis.

Berdasarkan pemantauannya, Judith melihat banyak remaja sengaja berfoto setengah bugil atau tanpa busana. Mereka melakukannya dengan sadar dan tanpa paksaan. "Sorot matanya fokus menatap ke kamera dan ekspresi wajahnya santai, menunjukkan itikadnya untuk berpose demikian," ujarnya miris.

Mereka kemudian mengirim fotonya ke teman atau mengunggah ke Twitter dan Facebook. Selain foto, mereka juga menyebarluaskan video seksnya. "Melakukan seks sebelum nikah saja sudah salah, ini malah sengaja buat video," sesal Judith.

Selain berlatar kesenangan semata, ada pula remaja yang nekat menjual diri lewat sosial media. Mereka berani memasang tarif secara terang-terangan.

Pelakunya bukan hanya anak dari keluarga dengan ekonomi lemah, namun juga yang sangat berkecukupan.Sebagian melakukannya demi rupiah, sebagian lain menemukan kesenangan beraktivitas seksual.

Dahulu cyber crime lebih didominasi oleh kasus pedofilia. Metodenya klasik. Setelah berhubungan akrab di dunia maya, kedua pihak membuat janji temu. "Sekarang bukan hanya pedofilia yang perlu diwaspadai, tapi juga bandar prostitusi, pemerkosa, bahkan pembunuh," ujar Judith mengingatkan.

Ssst, Pantang Santap Ini Jika Mau Nikah

Posted: 22 Nov 2012 07:14 AM PST

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Siapun pasti ingin tampil prima di hari istimewa: pernikahan. Banyak hal yang harus dipersiapkan, busana, tata rias, dan satu yang tak pernah ketinggalan, kesehatan dan kebugaran sang mempelai.

Tak heran, menuju hari yang spesial itu, banyak orang, terutama calon pengantin wanita berdiet agar tampak langsing dan sempurna dalam balutan gaun pernikahan.

Sebenarnya tak perlu diet yang terlalu rumit dan ketat. Catatan penting dalam diet yakni asupan makanan sehat bernutrisi yang rendah lemak serta tinggi protein. Sayuran hijau, buah segar, dan kacang-kacangan dapat membantu Anda menurunkan berat badan, tetap sehat, dan membuat kulit berkilau.

Namun, ada beberapa makanan yang harus dihindari sebelum hari pernikahan Anda, seperti dikutip dari laman Bold Sky.

Makanan siap saji. Ucapkan selamat tinggal pada burger dan kentang goreng. Makanan seperti itu mengandung kalori tinggi dan membuat berat badan bertambah.

Soda. Kelelahan setelah berbelanja memang membuat Anda ingin minum sesuatu yang segar. Pilihlah smoothies karena sama segarnya seperti soda namun tetap sehat.

Produk susu. Keju dan susu dapat sulit dicerna dan membuat kembung. Bahkan keju dan yogurt bukan tidak mungkin dapat menambah berat badan. Pilihlah susu skim dan keju rendah lemak yang menyehatkan.

Pemanis buatan. Anda penyuka permen? Makanan itu dapat merusak gigi dan memicu bau mulut. Daripada merusak gigi, biarkanlah gigi Anda tetap putih dengan menghindari permen.

Kafein. Secangkir kopi memang menyegarkan namun kafein dapat menurunkan penyimpanan air dalam tubuh. Hindari minuman yang mengandung kafein sebelum hari spesial Anda, minumlah air mineral dan jus sehat.

Garam. Jangan terlalu banyak mengonsumsi makanan yang mengandung garam karena dapat meningkatkan tekanan darah serta memicu dehidrasi.

Kacang. Kacang memang sehat namun dapat membuat kembung serta mengandung tipe gula yang sulit dicerna.

Pasta. Rasanya memang enak, namun makanan yang mengandung zat tepung itu dapat membuat kembung. Hindari makanan berzat tepung seerti pasta, nasi, dan kentang.

Makanan pencuci mulut. Puding dan pai dapat membuat Anda tergiur, namun makanan itu tinggi kalori sehingga dapat membuat berat badan bertambah.

Tiada ulasan:

Catat Komen