Khamis, 22 November 2012

ANTARA - Peristiwa

ANTARA - Peristiwa


Warga Banjarnegara tewas tertimpa tanah longsor

Posted: 22 Nov 2012 07:22 AM PST

ilustrasi Jalan raya Soreang-Ciweday di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, yang tertimbun longsor. (istimewa)

Korban bernama Mujiono (40). Jenazah korban baru dapat dievakuasi sekitar pukul 17.30 WIB,"

Berita Terkait

Banjarnegara (ANTARA News) - Seorang warga Desa Sawangan, Kecamatan Punggelan, Banjarnegara, Jawa Tengah, meninggal dunia akibat tertimpa tanah longsor.

"Korban bernama Mujiono (40). Jenazah korban baru dapat dievakuasi sekitar pukul 17.30 WIB," kata petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banjarnegara Andri Sulistyo di Banjarnegara, Kamis malam.

Berdasarkan informasi dari warga setempat, kata dia, kejadian tersebut bermula saat korban hendak pulang ke rumah setelah dari sawah sekitar pukul 15.00 WIB karena gerimis.

Saat melintas di saluran irigasi yang menuju sawahnya, korban berhenti guna membuang sampah yang menyumbat saluran irigasi tersebut.

Tanpa diduga, tebing setinggi enam meter di samping saluran irigasi tersebut longsor dan langsung menimbun korban.

Menurut Andri, kejadian tersebut pertama kali diketahui oleh istri korban karena Mujiono hingga sore hari belum pulang ke rumah sehingga dia mencari suaminya.

Ketika sampai di saluran irigasi, istri korban menemukan sandal dan cangkul milik Mujiono serta melihat bekas longsoran baru, sehingga dia segera berteriak minta tolong.

"Longsor tersebut diduga akibat hujan lebat yang turun dalam beberapa hari terakhir," katanya.

Setelah diperiksa oleh petugas Puskesmas Punggelan, kata dia, jenazah korban diserahkan kepada keluarganya untuk dimandikan dan dimakamkan di pemakaman setempat.

"BPBD juga telah ke lokasi kejadian dan rumah duka," katanya.

Terkait hal itu, kata dia, BPBD Banjarnegara mengimbau masyarakat setempat untuk waspada kemungkinan terjadinya tanah longsor karena wilayah ini termasuk daerah rawan longsor

(KR-SMT/Z002)

Editor: Ruslan Burhani

COPYRIGHT © 2012

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

PGRI imbau guru tidak gelar aksi demo

Posted: 22 Nov 2012 07:19 AM PST

Kami telah mengeluarkan surat edaran untuk melarang guru-guru berdemo, kecuali kalau terpaksa,"

Berita Terkait

Jakarta (ANTARA News) - Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) mengimbau para guru tidak melakukan aksi demonstrasi dalam peringatan Hari Guru Nasional yang jatuh pada 25 November mendatang.

"Kami telah mengeluarkan surat edaran untuk melarang guru-guru berdemo, kecuali kalau terpaksa," kata Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PB PGRI) Sulistyo saat jumpa pers Hari Guru Nasional 2012 di Jakarta, Kamis.

Menurut dia, pihaknya lebih mengedepankan koordinasi dan advokasi terkait penyelesaian masalah guru.

Menjelang Hari Guru Nasional, pihaknya mendapat laporan bahwa tugas mengajar seorang guru lebih cenderung mendapat perhatian. Padahal selain mengajar, guru juga memiliki tugas utama lain yakni mendidik, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai dan mengevaluasi siswa.

Saat ini yang dihargai dalam angka kredit maupun kepentingan kepegawaian hanya mengajar yakni tatap muka minimal 24 jam, sehingga menurut dia, tugas utama lainnya tidak dilaksanakan dengan baik.

Selain itu dalam kualifikasi akademik, pihaknya masih menemukan banyaknya guru yang belum bergelar sarjana. Terkait hal itu pemerintah daerah seharusnya menyediakan anggaran, pada kenyataannya anggaran yang dikucurkan pemda sangat kecil.

Sulistyo berharap ada upaya penyelesaian dari pemerintah agar persoalan mengenai guru bisa diselesaikan. "Kami minta upaya penyelesaian agar tahun depan lebih baik," katanya.

Sementara Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan akan memperingati Hari Guru Nasional pada 25 November mendatang dengan puncak acara akan berlangsung paling lambat satu minggu setelah 25 November 2012 di Sentul Convention Center, Bogor, Jawa Barat.

Acara tersebut akan dihadiri Presiden RI bersama para guru, siswa-siswi SD, SMP, SMA/SMK, para pejabat pemerintah dan pemerhati di bidang pendidikan dan kebudayaan.


(A064/N002)

Editor: Tasrief Tarmizi

COPYRIGHT © 2012

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Tiada ulasan:

Catat Komen