Khamis, 22 November 2012

Republika Online

Republika Online


Tifosi Lazio: Israel Pecundang!

Posted: 22 Nov 2012 11:03 PM PST

REPUBLIKA.CO.ID, ROMA -- Laga liga Eropa antara Lazio kontra Tottenham Hotspur diwarnai sentimen anti-Yahudi dan Israel. Maklum, Spurs dikenal sebagai klub yang memiliki keterkaitan dengan imigran Yahudi-Inggris, pendukung negara zionis Israel.

Sebaliknya, Lazio dikenal punya keterkaitan sejarah dengan pemimpin Italia, Benito Musollini yang berhaluan fasis dan sekutu utama Adolf Hitler di Eropa.

Sentimen anti Israel itu pun sempat pecah sehari sebelum laga. Puluhan pendukung Tottenham berbuat rusuh di sejumlah cafe di Kota Roma. Aksi anarkis para pendukung Tottenham itu dibalas dengan aksi mencerca Yahudi dan Israel yang dilancarkan tifosi Lazio

"Hei Yahudi Tottenham, hei Israel, kalian semua pecundang!!!" begitu yel-yel hinaan kepada Tottenham yang dilancarkan tifosi Lazio.

Tidak hanya cercaan teror pun dilancarkan suporter Lazio sepanjang 90 menit. Akibat aksi hinaan berbau rasis itu, pelatih Tottenham, Andre Villas Boas, berang seusai laga. (baca: Tifosi Lazio: Free Palestina!!)

Menurutnya, tindakan pendukung Lazio yang mencerca Yahudi dan Israel sudah kelewat batas. "UEFA harus menindak aksi para suporter itu," tegas Villas Boas seperti dikutip Goal.com.

Transjakarta Sudahkah Menjadi Solusi Kemacetan di Jakarta?

Posted: 22 Nov 2012 11:01 PM PST

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Banyaknya pengguna kendaraan pribadi membuat jalanan ibu kota semakin semrawut. Kondisi angkutan umum yang ada pun banyak yang sudah tidak layak. Hal ini menyebabkan orang malas untuk menggunakannya. Upaya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk mengurangi kemacetan, salah satunya adalah dengan menyediakan alat transportasi yang lebih banyak dan terkoordinir, yaitu Bus Transjakarta.

Namun, dalam kenyataannya hal ini tidak juga mengurangi kemacetan Jakarta. Penumpang yang padat sehingga harus berdesakkan mengantre di halte dan di dalam bus. Tak hanya itu, ketidaktepatan waktu datangnya bus di halte, ditambah jalanan yang macet dan menyebabkan banyak kendaraan pribadi yang menggunakan jalur Transjakarta. Selain itu seringkali adanya pelecehan seksual terhadap wanita merupakan faktor-faktor yang membuat masyarakat semakin tidak berminat untuk menggunakan Bus Transjakarta dan memilih untuk tetap menggunakan kendaraan pribadi.

Sehingga Bus Transjakarta pun merupakan solusi yang belum efektif untuk mencapai berkurangnya kemacetan di Jakarta, karena kenyataannya masih banyak orang yang menggunakan kendaraan pribadi semacet apa pun lalu lintas ibukota.

Rina Anindya (The London School Of Public Relations Jakarta Batch 14)

Tiada ulasan:

Catat Komen