Jumaat, 26 Oktober 2012

ANTARA - Mancanegara

ANTARA - Mancanegara


Damaskus peringatkan kelompok pelanggar gencatan senjata

Posted: 26 Oct 2012 08:50 PM PDT

Pemerintah Suriah memperingatkan kelompok pelanggar gencatan senjata setelah serangan dan kerusuhan menodai gencatan senjata Idul Adha yang mulai dilakukan pada Jumat (26/10).(REUTERS/Youssef Boudlal)

Berita Terkait

Jakarta (ANTARA News)- Pemerintah Suriah memperingatkan kelompok pemberontak yang melakukan aksi kekerasan untuk menghargai gencatan senjata yang bermula pada Jumat (26/10) dan menyatakan Damaskus akan membalas aksi kekerasan yang terjadi selama gencatan senjata.

Kepada Fars News Agency, Juru Bicara Menteri Luar Negeri Suriah, Jihad al-Moghaddasi, mengatakan setiap aksi kekerasan oleh kelompok bersenjata selama gencatan senjata "tidak benar tapi menjadi kewajiban bagi Tentara Suriah untuk mempertahankan diri, aset publik dan juga rakyat (Suriah).

"Gencatan senjata ini merupakan kepentingan Suriah, supaya kami bisa menemukan solusi politik di Suriah," katanya.

Dia menekankan bahwa pemerintah Suriah akan melawan siapapun yang berusaha menentang pemerintah dengan senjata dan pada saat yang sama menyatakan pemerintah terbuka melakukan pembicaraan dengan pihak-pihak yang menginginkan perundingan politik.

Gencatan senjata di Suriah mulai dilakukan pada Jumat (26/10), setelah Komando Umum Angkatan Bersenjata mengumumkan gencatan senjata selama libur hari raya Idul Adha.

Gencatan senjata antara pasukan pemerintah dan kelompok pemberontak diusulkan dilakukan selama empat hari libur Idul Adha.

(ANT)

Editor: Maryati

COPYRIGHT © 2012

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Komentar Pembaca

Kirim Komentar

Mantan calon presiden Belarus dapat suaka politik di Inggris

Posted: 26 Oct 2012 07:20 PM PDT

Minsk (ANTARA News) - Inggris telah memberikan suaka politik kepada Andrei Sannikov, pemimpin kampanye sipil dan mantan kandidat presiden Belarus, kata istri Sannikov, Irina Khalip.

"Sejauh ini kami telah memutuskan untuk menahan diri dari komentar-komentar lebih lanjut. Ini demi keamanan keluarga kami pada saat ini," kata Khalip, yang seorang wartawan, kepada Itar-Tass pada Jumat.

Andrei Sannikov dan Irina Khalip dihukum atas tuduhan pidana mengorganisir kerusuhan massal di Minsk pada 19 Desember 2010 pada setelah pemilihan presiden di Belarus.

Sannikov dijatuhi hukuman lima tahun penjara di sebuah penjara keamanan menengah atas tuduhan mengorganisir kerusuhan massa.

Presiden Belarus Lukashenko mengampuni dia pada April tahun ini.

Sementara istrinya, Irina Khalip, mendapat hukuman penjara dua tahun namun ditangguhkan. Dia tinggal di Minsk dan berdasarkan putusan pengadilan tidak punya hak untuk meninggalkan negara itu.

(H-AK)

Tiada ulasan:

Catat Ulasan