Selasa, 7 Jun 2011

KOMPAS.com - Regional

KOMPAS.com - Regional


Lintah Raksasa Menyerang, Warga Resah

Posted: 07 Jun 2011 07:23 AM PDT

Lintah Raksasa Menyerang, Warga Resah

K8-11 | Glori K. Wadrianto | Selasa, 7 Juni 2011 | 14:23 WIB

DEMAK, KOMPAS.com — Warga Desa Timbul Sloko, Kecamatan Sayung, Demak, Jawa Tengah, dalam sepekan terakhir ini dihebohkan dengan munculnya serangan lintah berukuran besar di perkampungan mereka.

Munculnya hewan pengisap darah tersebut membuat warga resah dan ketakutan, terutama apabila melewati genangan air dan jalan yang basah. Warga juga khawatir lintah masuk ke dalam rumah, terlebih binatang itu sulit dibasmi.

Menurut Satiman (36), warga setempat, Selasa (7/6/2011), lintah yang menyerang desanya, lain dari lintah darat pada umumnya. Lintah yang bentuknya menyeramkan dan menjijikkan tersebut bermunculan beberapa saat sebelum dan sesudah banjir rob yang melanda kampung mereka.

Pada saat genangan air rob sedang pasang naik,  lintah-lintah tersebut tidak kelihatan. Akan tetapi, setelah rob surut,  ratusan lintah dapat terlihat jelas. Lintah yang besarnya lima kali lipat dari lintah darat itu akan merayap mencari tempat yang lembab sebagai tempat tinggal dan mencari makan.

"Baru kali ini ada lintah aneh masuk desa. Sekampung takut semua karena bingung bagaimana cara mengatasinya," ujar Satiman.

Sementara itu, Camat Sayung Arief Sudaryanto bersama Komandan Koramil 11 Sayung Kapten Infanteri Bambang Susilo langsung turun ke lokasi menyusul adanya laporan serangan lintah di permukiman penduduk.

Menurut Danramil Bambang Susilo, dari hasil temuan di lapangan, selain di desa Timbul Sloko, jenis lintah yang sama juga ditemukan di Desa Sidogemah dan Sriwulan.

Ia mengatakan, warga tidak perlu resah dengan munculnya lintah yang belum diketahui pasti jenisnya itu. Terlebih, sampai sekarang belum ada laporan keluhan dari warga yang digigit oleh lintah tersebut. "Selama tidak membahayakan, warga tidak perlu takut. Ini lihat, sudah lima belas menit menempel di tangan, lintah tidak menggigit saya," kata Kapten Infanteri Bambang Susilo sembari menunjukkan lintah yang menempel di tangan kirinya.

Sent Using Telkomsel Mobile Internet Service powered by

Kirim Komentar Anda

Full Feed Generated by Get Full RSS, sponsored by USA Best Price.

Pendukung Syihabuddin Rela Pindah Tidur

Posted: 07 Jun 2011 07:10 AM PDT

SEMARANG, KOMPAS.com - "Pak Hadi, metu sik wae, maem. Kuwi sidange isih suwe," bisik Susilo, warga desa Wonoboyo Temanggung. ("Pak Hadi, ayo keluar dulu. Kita makan dulu. Sidangnya masih lama.")

Hadi, yang duduk tertidur terkejut mendengar panggilan itu. Pelan kepalanya menggeleng. Sementara itu, di sekitarnya banyak orang yang hikmat menyimak pembelaan Syihabuddin, dalam sidang kasus kerusuhan Temanggung, Selasa (7/6/2011) di PN Semarang.

Di luar ruang sidang, sekelompok ibu-ibu berpakaian sederhana, khas orang kampung, mulai membuka bekal mereka. Serantang lodeh kacang panjang dan tempe goreng tampak menggoda siapapun yang lapar, dan jauh dari warung itu. "Kami bangun seperti biasa. Namun kerja di kebun atau sawah lebih pagi, sehingga jam 07.00 sudah bisa ikut ke sini," kata Hadi.

Karena sebelum berangkat sudah kelelahan bekerja, tambah Hadi, ia meminta dimaklumi kalau sampai tertidur di ruang sidang. Menurutnya, kedatangannya ke Semarang selain untuk mengikuti sidang Syihabuddin, juga untuk membuang jenuh berada di dusun.

"Para wanita di desa kami kompak, membawa bekal makanan sendiri. Lebih irit," kata Susilo, warga dusun gendong kecamatan Wonoboyo Temanggung.

Selain menyiapkan bekal, para pengikut Syihabuddin ini juga siap untuk iuran membeli bahan bakar mobil. "Bu nyai yang menyiapkan mobil, setelah kami minta. Gak tahu sewanya berapa. Kami tinggal berangkat saja. Apalagi di sini cuma menyaksikan Kyai Shihab aja. Jadi gak takut ada ribut-ribut," kata Siswanto, tetangga Hadi di Dusun Wonoboyo.

Di mata orang-orang kampung ini, Syihabuddin merupakan tokoh kyai yang menjadi panutan. Sikapnya yang dermawan dan ringan tangan membantu tetangga, membuatnya mendapatkan simpati yang begitu besar. "Ibaratnya kami ini hanya pindah tidur siang saja. Kalau biasanya di rumah atau di sawah, kali ini di mobil atau di ruang sidang. Ha ha ha," kata Hadi sambil tertawa.

Sent Using Telkomsel Mobile Internet Service powered by

Full Feed Generated by Get Full RSS, sponsored by USA Best Price.

Tiada ulasan:

Catat Komen