Rabu, 20 April 2011

ANTARA - Peristiwa

ANTARA - Peristiwa


400 Rumah di Garut Diterjang Banjir Bandang

Posted: 20 Apr 2011 06:24 AM PDT

Garut (ANTARA News) - Sektiar 400 rumah di Kampung Mandala, Cihonje, dan Cipulus di Desa Sukawangi, Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut, Jawa Barat, diterjang banjir bandang setelah hujan deras mengguyur kawasan tersebut, Selasa sore.

Banjir bandang tersebut membawa material pasir dan batuan melanda jalan desa yang menghubungkan antar kampung serta merendam rumah penduduk, bahkan pagar rumah milik salah seorang warga roboh.

Peristiwa banjir bandang yang kedua kalinya pada pertengahan tahun 2010 itu, masyarakat setempat berharap pemerintah daerah segera mencari solusi dalam mengatasi banjir bandang yang sudah membuat resah masyarakat.

Salah seorang warga setempat, Dede Supriyadi (29) yang rumahnya berada di pinggiran jalan desa mengatakan banjir datang setelah hujan deras sejak pukul 14.00 WIB kemudian menjelang sore ada suara gemuruh air membawa material batu dan pasir.

"Banjir kali ini memang paling besar dengan banjir tahun lalu, karena sekarang jalan desa depan rumah sudah tidak bisa dilewati motor atau mobil," katanya.

Kepala Desa Sukawangi, Emay Sumarna mengatakan warga yang menjadi korban banjir bandang sudah merasa tidak nyaman atau resah dengan kejadian banjir yang sudah terjadi dua kali.

"Warga sekarang ini resah takut akan ada banjir susulan, apalagi hujan hampir setiap hari," kata Eman yang rumahnya ikut terendam banjir.

Terjangan banjir yang berlangsung tidak lama itu, kata Emay warga bersama-sama membersihkan lumpur dan material pasir dan bebatuan yang dibawa arus banjir agar rumahnya dapat kembali ditempati.

Ia berharap Desa Sukawangi aman dari ancaman banjir bandang apabila pemerintah daerah melakukan perbaikan atau pembangunan saluran air yang sesuai dengan debit air ketika hujan turun,

"Kami hanya berharap tinggal disini itu nyaman, pemerintah harus segera memperbaiki saluran air yang ada, terutama cekdam yang sudah sejak satu tahun jebol," kata Emay disela-sela memantau lokasi warganya yang menjadi korban banjir bersama aparat Kecamatan setempat.

(ANTARA/S026)

Editor: Suryanto
COPYRIGHT © 2011

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Full Feed Generated by Get Full RSS, sponsored by USA Best Price.

Adik M Syarif, Basuki, Bomber Berikutnya?

Posted: 20 Apr 2011 06:11 AM PDT

Polisi saat menggeledah rumah Marzuki, teman M Syarif, di Trusmi, Kab Cirebon, Jawa Barat, Selasa (19/4). ((ANTARA/Dedhez Anggara))

Berita Terkait

Cirebon (ANTARA News) - M Basuki, adik kandung pelaku bom bunuh diri di Mapolresta Cirebon, M Syarif, diyakini telah disiapkan untuk menjadi pengebom untuk aksi pemboman bunuh diri berikutnya.

Keyakinan itu bukan datang dari polisi, tetapi justru dari orang tua dua pria bersaudara itu, Abdul Gafur,  ketika ditemui wartawan di Cirebon, Jawa Barat, Rabu.

Menurut Abdul Gafur, selain berdasarkan sejumlah video dan bukti lain yang ditemukan di rumah mertua Basuki, keyakinannya juga didasarkan pada persamaan pemahaman agama dan ideologi antara Syarif dengan adiknya.

"Kendati Basuki tidak sekeras kakaknya, namun soal pemahaman agama, mereka berdua memang sepaham dan seideologi," katanya.

Disela mencari lokasi untuk pemakaman jenazah M Syarif di komplek TPU Jabangbayi Cirebon, dia mengatakan, saat penggeledahan rumah H Maina, mertua Basuki, di sentra batik Trusmi di Blok Bangbangan RT 13 Desa Trusmi Wetan, Kecamatan Plered, Cirebon, ditemukan empat unit rangkaian bom, 40 buku jihad dan sembilan VCD dan foto-foto latihan ala militer.

Meski yakin, Basuki "pengantin" berikutnya yang siap mengorbankan diri, Abdul Gafur mengaku tidak tahu sasaran atau pun target berikutnya. "Kalau soal sasaran berikutnya, saya tidak tahu menahu," tukasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Abdul Gafur juga melampiaskan kemarahannya kepada pihak yang dinilainya telah meracuni dan mencuci otak kedua anaknya untuk melakukan perbuatan biadab tersebut.

"Adanya pihak-pihak yang menjanjikan surga kepada anak-anak saya, sampai mereka bersedia melakukan perbuatan keji, adalah dajal," tegasnya dengan nada suara bergetar dan kedua tangannya mengepal.

Polisi kemarin juga menggeledah rumah Marzuki, teman M Syarif, yang diduga ikut membantu merakit bom.

(ANTARA/S026)

Editor: Suryanto
COPYRIGHT © 2011

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Full Feed Generated by Get Full RSS, sponsored by USA Best Price.

Tiada ulasan:

Catat Komen