Sabtu, 15 Jun 2013

KOMPAS.com - Internasional

KOMPAS.com - Internasional


Google: Mayoritas Pencarian Pornografi Gay Datang dari Pakistan

Posted: 16 Jun 2013 03:39 AM PDT

ISLAMABAD, KOMPAS.com - Dalam analisanya, Google menyebut pengguna internet Pakistan paling banyak melakukan pencarian terkait pornografi sejenis alias gay.

Google bahkan mencatat, pencarian soal hubungan seksual sejenis itu datang dari kota-kota konservatif seperti Peshawar dibanding pencarian yang dilakukan dari kota-kota yang lebih kosmopolis seperti Lahore dan Karachi.

Google memberikan rating 100 untuk pengguna asal Pakistan khususnya dalam hal pencarian hal-hal yang berkaitan dengan pornografi.

Hubungan sejenis atau gay adalah hal terlarang di Pakistan. Jika ketahuan, pelakunya bisa mendekam di penjara antara dua hingga 10 tahun.

Sementara itu, Pew Research Center, pekan ini merilis negara-negara yang paling tidak toleran terhadap kaum homoseksual. Riset ini dilakukan di 39 negara di dunia.

Pakistan, menurut survei ini, adalah salah satu negara yang paling tidak toleran terhadap kaum homoseksual. Kesimpulan itu diperoleh setelah hanya dua persen responden menyetujui bahwa masyarakat harus menerima keberadaan kaum homoseksual.

Negara lain yang juga termasuk tidak ramah terhadap homoseksual adalah Nigeria, Tunisia, Ghana, Senega, Mesir, dan Indonesia.

Sementara itu, Spanyol adalah negara paling ramah terhadap homoseksual dengan 88 responden menyatakan bisa menerima keberadaan mereka.

Di tempat berikutnya ditempati Jerman, Republik Ceko, dan Kanada. Lalu disusul Australia, Perancis dan Inggris.

 

Editor : Ervan Hardoko

Militan Pakistan Ledakkan Bangunan Bersejarah

Posted: 16 Jun 2013 03:15 AM PDT

QUETTA, KOMPAS.com - Kelompok militan Pakistan, Sabtu (15/6/2013), meledakkan rumah kayu abad ke-19 yang merupakan tempat pendiri Pakistan Mohammad Ali Jinnah menghabiskan hari-hari terakhirnya.

Para penyerang yang bersenjata senapan otomatis menyerbu bangunan yang terletak di kota Ziarat, 80 kilometer sebelah tenggara Quetta, ibu kota Provinsi Baluchistan yang bermasalah.

Seorang pejabat senior setempat Nadeem Tahir, para penyerang menembak mati penjaga sebelum kemudian memasang bahan peledak di rumah bersejarah tersebut.

Petugas polisi Asghar Ali mengatakan militan kemudian meledakkan bom dengan pengendali jarak jauh.

"Rumah Ziarat, yang balkon, lantai, dan bagian depannya dibuat dari kayu mengalami kerusakan berat," ujar Asghar.

Setidaknya, lanjut Asghar, empat ledakan keras terdengar di pusat kota.

"Bangunan itu terbakar dan butuh waktu lima jam untuk memadamkan api, apalagi Ziarat tidak memiliki satuan pemadam kebakaran," lanjut Asghar.

Kelompok separatis Tentara Pembebasan Baluchistan mengklaim bertanggung jawab atas serangan di bangunan bersejarah itu.

"Kami yang meledakkan rumah Ziarat. Kami tak mengakui satupun monumen nasional Pakistan," kata juru bicara Tentara Pembebasan Baluchistan, Meerak Baluch,

Baluchistan, provinsi terbesar namun paling terbelakang di Pakistan yang terletak dekat perbatasan Iran dan Afganistan, sejak lama dikungkung kekerasan sektarian dan pemberontakan.

Serangan terhadap bangunan pemerintah atau pasukan keamanan Pakistan merupakan sebuah kejadian yang hampir selalu terjadi.

 

Sumber : AFP

Editor : Ervan Hardoko

Tiada ulasan:

Catat Ulasan