Jumaat, 23 November 2012

Republika Online

Republika Online


Hati-hati, Berkantor di Rumah Ganggu Keharmonisan

Posted: 23 Nov 2012 12:21 PM PST

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Berkantor di rumah ternyata dapat mengganggu keharmonisan keluarga karena hasil sebuah survei menunjukkan 63 persen anak-anak atau keluarga menuntut perhatian lebih, sehingga hal itu dapat memengaruhi konsentrasi dan produktivitas bekerja.

"Bekerja dari rumah jelas dapat memengaruhi konsentrasi dan produktivitas," kata CEO Regus Asia Filipo Sarti berdasarkan siaran persnya yang diterima Antara di Jakarta, Jumat (23/11).

Pekerja Indonesia yang memiliki kantor di rumah memang terkesan sebagai pilihan yang populer dan praktis. Alasan mereka adalah ingin menghemat waktu perjalanan dan menghabiskan waktu lebih banyak untuk kehidupan pribadi mereka. Namun, kenyataannya berbeda dari keinginan mereka. Lebih dari enam dari 10 orang mengatakan bahwa mereka sering terganggu dengan anak-anak atau keluarga menuntut perhatian lebih.

Tak hanya tuntutan perhatian dari keluarga yang dapat memengaruhi konsentrasi dan produktivitas, namun berdasarkan survei 63 persen koneksi internet yang lemah atau tidak dapat diandalkan dan 61 persen kesulitan mengakses peralatan kantor juga menjadi masalah bagi pekerja di rumah.

Selain itu, ada isu-isu kesehatan yang terkait dengan survei berkantor di rumah 13 persen mengeluhkan postur tubuh yang buruk karena pengaturan tempat bekerja. "Satu dari 10 responden kami mengeluhkan bahwa postur mereka dipengaruhi oleh improvisasi pengaturan kantor di rumah. Postur tubuh yang buruk dapat mengakibatkan masalah kesehatan yang serius seperti cedera regangan berulang bagi individu," kata Sarti.

Sarti menambahkan ada laporan dari pekerja rumahan yang merasa kesepian, terasing, dan terputus hubungan dari rekan-rekan mereka. Lingkungan bekerja yang dekat dengan lingkungan rumah bisa menjadi alternatif, karena dapat menciptakan citra professional, memperbaiki produktivitas secara keseluruhan, dan menjamin promosi pekerja.

Hal tersebut merupakan hasil utama dari survei berdasarkan wawancara dengan lebih 24.000 orang pebisnis di lebih 90 negara pada bulan September 2012.

Detektif Conan Belum Niat Pensiun

Posted: 23 Nov 2012 08:56 AM PST

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Komik "Detektif Conan" nampaknya belum menunjukan tanda bakal pensiun.

Kisah detektif remaja Shinichi Kudo yang mengecil menjadi bocah SD dalam alter ego Conan Edogawa belum menunjukkan tanda kisahnya akan segera berakhir. Hal serupa pun terjadi pada serial animasi yang berbasis komik karangan Aoyama Gosho itu.

Kobun Shizuno, sutradara film anime "Detektif Conan" pun mendapat pertanyaan dari penggemar di Indonesia mengenai kapan "Detective Conan" akan tamat. 

"Selama kalian masih membaca Detektif Conan, kami akan tetap berkarya dalam anime Detektif Conan," jawabnya di Seminar Konten Digital Internasional di Pekan Produk Kreatif Indonesia 2012, Jakarta, Jumat (23/11).

"Meitantei Conan" yang diterjemahkan di Indonesia menjadi "Detektif Conan" telah terbit rutin di majalah Shonen Sunday, Jepang, sejak 1994. Komik tersebut telah diadaptasi menjadi anime dan drama televisi live action.

Kobun Shizuno mulai menyutradarai film anime "Detektif Conan" sejak dua tahun lalu. Dia mengatakan bahwa film animasi Detektif Conan terbaru sedang dipersiapkan untuk tayang tahun depan.

Tiada ulasan:

Catat Ulasan