Rabu, 24 Oktober 2012

Sindikasi international.okezone.com

Sindikasi international.okezone.com


Caleg AS: Kehamilan karena Perkosaan Adalah Takdir Tuhan

Posted: 24 Oct 2012 06:03 AM PDT

WASHINGTON - Calon Senator Amerika Serikat (AS) dari kubu Republik Richard Mourdock, dikecam Presiden Barack Obama dan Mitt Romney, usai berkomentar mengenai isu kehamilan. Menurut Mourdok, kehamilan yang disebabkan oleh perkosaan adalah takdir Tuhan.

Politisi asal Indiana itu mengutarakan pidato kontroversinya saat berdebat dengan rivalnya dari kubu Demokrat, Joe Donnelly. Mourdock ditanya, apakah aborsi diperbolehkan, bila perempuan itu merupakan korban pemerkosaan.

"Saya mulai sadar, hidup adalah pemberian Tuhan. Dan saya rasa, meski kehidupan itu didapatkan lewat cara yang mengerikan seperti pemerkosaan, hal itu merupakan kehendak Tuhan," ujar Mourdock, seperti dikutip BBC, Rabu (24/10/2012).

Salah seorang politisi Demokrat itu langsung mengecam pernyataan Mourdock dan cukup malu mendengar komentar itu. Namun Donnelly belum berkomentar.

"Sebagai seorang warga Katolik, saya terkejut dan malu dengan ucapan Richard Mourdok. Korban perkosaan adalah korban dari kejahatan yang keji, bukan merupakan korban kekerasan "Tuhan." Apakah kita harus membuktikan bahwa, Richard Mourdock adalah seorang ekstrimis yang tidak akrab dengan warga Indiana?" ujar Ketua Partai Demokrat Indiana Dan Parker.

Mourdok merupakan politisi konservatf yang didukung oleh kelompok Tea Party. Meski demikian, ucapan Mourdock justru dikecam oleh Romney yang berasal dari kubu yang sama dengannya.

Tim sukses Romney mengatakan, Romney memang tidak melarang praktik aborsi bila hal itu dilakukan oleh seorang korban pemerkosaan. Namun Romney tidak setuju bila kehamilan atas perkosaan disebut sebagai takdir Tuhan.(AUL)

Setelah Malala, Taliban Incar Aktivis Perempuan Lain

Posted: 24 Oct 2012 05:12 AM PDT

ISLAMABAD - Setelah insiden penembakan terhadap aktivis remaja Pakistan Malala Yousoufzai oleh kelompok Taliban, seorang siswa sekolah lainnya turut mendapatkan ancaman serupa dari Taliban.
 
Hina Khan yang menyuarakan penentangannya kepada Taliban di Lembah Malakand, mengaku diincar oleh kelompok Taliban. Ketika keluargan Hina Khan meminta bantuan keamanan dari pihak berwenang, belum ada tindakan pengamanan yang diberikan kepada remaja itu. Dirinya sempat menyatakan dirinya menentang Taliban pada 2009 silam.
 
"Saya meninggalkan wilayah Swat, setelah pihak militan mengancam setiap perempuan yang menuntut pendidikan. Tetapi, karena ancaman tesebut saya tidak bisa bersekolah dengan aman setelah pindah ke Islamabad, karena Taliban memperbarahui ancamannya," ujar Hina, seperti dikutip AFP, Rabu (24/10/2012).
 
Pada 2008 lalu, Hina sempat melakukan konferensi pers di National Press Club setelah teman-temannya mengatakan, pihak militan Taliban makin tidak toleran terhadap perempuan yang mencari kesetaraan pendidikan. Saat itu, Taliban juga dikabarkan mengebom sekolah-sekolah yang ada.
 
Kini dirinya merasa takut tidak bisa sekolah, karena adanya ancaman bahwa dirinya akan diculik Taliban. Menurut keluarganya, ancaman terbaru itu dilontarkan Taliban, beberapa hari setelah penembakan Malala Yousoufzai di Lembah Swat.
 
Malala, yang saat ini dirawat di Birmingham, Inggris, ditembak oleh kelompok Taliban dua pekan lalu setelah baru saja pulang dari sekolah. Dirinya dianggap sebagai antek Barat, karena mengidolakan Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama dan menyuarakan kesetaraan bagi perempuan Pakistan mendapatkan pendidikan yang sama dengan laki-laki.
(faj)

Tiada ulasan:

Catat Ulasan