Khamis, 25 Oktober 2012

KOMPAS.com - Regional

KOMPAS.com - Regional


Instruktur Kegiatan BP2IP Surabaya Tersangka

Posted: 25 Oct 2012 08:32 AM PDT

SURABAYA, KOMPAS.com - Polisi akhirnya menetapkan seorang tersangka dalam peristiwa tewasnya calon taruna Balai Pendidikan dan Pelatihan Ilmu Pelayaran (BP2IP) Surabaya, Maulana Ainul Yaqin (19), dalam kegiatan orientasi akhir September lalu.

Tersangka yang namanya masih dirahasiakan itu adalah instruktur kegiatan yang bertanggung jawab pada kegiatan Outdoor Management Training (OMT).

Penetapan tersangka itu, kata Kasatreskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Farman, setelah polisi melakukan beberapa kali rekontruksi di kolam latihan tempat korban tewas ditemukan. "Dari hasil rekontruksi dan keterangan belasan saksi, akhirnya mengerucut pada instruktur kegiatan," katanya, Kamis (25/10/2012).

Polisi menyimpulkan, instruktur melakukan kelalaian sehingga menewaskan salah seorang calon taruna asal Desa Jedung, Kecamatan Trageh, Kabupaten Bangkalan itu.

Meski telah ditetapkan sebagai tersangka, kata Farman, yang bersangkutan tidak ditahan sebab dinilai cukup kooperatis dalam pemeriksaan. "Selain itu, pihak kampu BP2IP juga memberikan jaminan kepada kami," ujarnya.

Maulana Ainul Yaqin dinyatakan hilang saat makan siang usai kegiatan penyeberangan basah di kolam kampus akhir September lalu. Merasa curiga siswa itu masih ada di kolam, petugas pun mencari di kolam itu. Namun Maulana tidak ditemukan.

Pencarian terus dilakukan dengan melibatkan pihak keluarga dengan menyisir sudut-sudut kampus, permukiman hingga ke kawasan jembatan tol Suramadu. Hasilnya ternyata nihil.

Esok harinya pencarian kembali dilakukan di kolam kampus, tempat siswa itu diketahui kali terakhir. Ternyata Maulana ditemukan di dasar kolam sedalam 5-6 meter itu dalam keadaan tidak bernyawa.

Kegiatan penyeberangan basah di kolam yang dilakukan korban bersama 236 calon taruna saat itu adalah rangkaian kegiatan OMT. OMT merupakan persiapan calon taruna memasuki Masa Orientasi Disiplin (MOD) selama tiga bulan, sebagai salah satu persyaratan wajib bagi taruna yang menjalani program Diklat Pelaut (DP) III Pembentukan.

Siswi SMA Melahirkan di Toilet Sekolah

Posted: 25 Oct 2012 08:30 AM PDT

PONOROGO, KOMPAS.com — Ditemukannya sosok bayi di toilet salah satu SMK swasta di Ponorogo langsung menggemparkan banyak orang. Ironisnya, sosok bayi berjenis kelamin perempuan yang masih berlumur darah tersebut ditemukan sudah dalam kondisi tak bernyawa di lantai toilet.

Setelah penemuan sosok mayat bayi tersebut, pihak sekolah langsung menghubungi petugas kepolisian. Kasus adanya siswi kelas 1 SMK yang melahirkan di sekolah tersebut terungkap setelah petugas kantin yang mengaku curiga melihat UM (17) warga Desa Sukorejo, Kecamatan Kebonsari, kabupaten Madiun, masuk ke toilet namun tidak kunjung keluar.

Bahkan sampai berjam-jam, siswi tersebut berada di dalam kamar kecil sekolah. Karena curiga, pihak sekolah melakukan penggedoran dan membuka paksa pintu toilet yang terkunci dari dalam. Setelah pintu terbuka, ternyata UM sudah tergolek lemas bersama bayi berjenis kelamin perempuan yang sudah dalam keadaan tak bernyawa.

Pihak sekolah lalu melarikan UM ke Rumah Sakit Muslimat di Jalan Sinduro, Ponorogo, untuk perawatan, sedangkan bayi yang tewas tersebut dibawa ke kamar jenazah RSUD Dr Harjono Ponorogo guna penyelidikan. Hingga saat ini, UM masih berada di RS Muslimat untuk perawatan intensif.

Sementara itu, pihak keluarga tidak mengetahui jika UM tengah hamil sebab selama ini UM hanya tinggal bersama nenek dan bapaknya. Sang ibu berada di Hongkong sejak 12 tahun terakhir. Untuk kebutuhan penyidikan, jasad bayi yang diperkirakan berumur 9 bulan dalam kandungan tersebut dibawa ke RSUD Ponorogo. Saat ditemukan, terdapat luka di bagian kepala si bayi.

"Kami pihak keluarga juga tidak tahu kalau keponakan saya itu hamil karena keponakan saya di rumah hanya sama neneknya dan bapaknya, sedangkan ibunya di Hongkong sudah 12 tahun dan belum pulang. Kami tahu karena ditelepon oleh salah satu bu guru sini, kalau keponakan saya mengalami pendarahan, yang ternyata melahirkan, padahal tidak tampak kalau hamil dan saya sendiri juga tidak tahu kalau dia punya pacar," ujar Suratni, paman korban.

Sementara itu, salah satu petugas dari SPKT Polres Ponorogo, Aiptu Badri, saat melakukan olah TKP menjelaskan, pihaknya mendapat laporan ada temuan bayi ke sekolah setelah UM berada di dalam toilet selama kurang lebih 1,5 jam.

"Menurut keterangan dari petugas kantin, UM berada di dalam kamar mandi kurang lebih 1,5 jam dan tak kunjung keluar. Setelah diketok dan dibongkar paksa pintunya, ternyata ada UM dan bayi yang sudah tewas itu," ujar Aiptu Badri.

Sampai saat ini, pihak sekolah enggan memberikan izin wartawan untuk melakukan peliputan di sekolah maupun keterangan terkait siswi yang melahirkan di dalam toilet sekolah itu.

Editor :

Glori K. Wadrianto

Tiada ulasan:

Catat Komen