Khamis, 25 Oktober 2012

ANTARA - Mancanegara

ANTARA - Mancanegara


Pangeran Brunei, Sekjen ASEAN beri penghormatan kepada mendiang Sihanouk

Posted: 25 Oct 2012 07:51 PM PDT

Phnom Penh (ANTARA News) - Pangeran Brunei Darussalam Haji Abdul Azim Ibni, putra kedua Sultan Haji Hassanal Bolkiah, dan Sekretaris Jenderal ASEAN Surin Pitsuwan akan mengunjungi Kamboja untuk memberikan penghormatan terakhir kepada mendiang Raja Norodom Sihanouk, kata pernyataan media.

Pernyataan media Kementerian Luar Negeri Kamboja Kamis mengatakan Pangeran Haji Abdul Azim Ibni akan memimpin delegasi untuk memberi penghormatan kepada mendiang Raja di Istana Kerajaan pada Minggu, dan Surin Pitsuwan akan memberikan penghargaan terakhir kepada mendiang Sihanouk Kamis depan.

Sihanouk meninggal karena sakit pada usia 90 tahun di Beijing pada 15 Oktober dan jenazahnya di bawa pulang ke Phnom Penh dengan sebuah jet jumbo China Air pada 17 Oktober.

Negara ini mengumumkan sepekan berkabung dari 17-23 Oktober.  Setelah periode itu, jenazah mantan Raja akan dipamerkan setidaknya tiga bulan di Istana Kerajaan sebelum dikremasi.

(H-AK)

Gencatan senjata di Suriah langkah awal selesaikan krisis

Posted: 25 Oct 2012 07:10 PM PDT

Ilustrasi warga Suriah duduk di bagian belakang mobil bersama barang-barang mereka saat mereka berusaha menyelamatkan diri dari pertempuran di Aleppo, Selasa (16/10). (REUTERS/Asmaa Waguih)

Berita Terkait

Teheran (ANTARA News) - Menteri Luar Negeri Iran Ali Akbar Salehi dalam satu percakapan telepon dengan Utusan Khusus Perdamaian PBB-Liga Arab untuk Suriah Lakhdar Brahimi  pada Kamis malam, memuji Brahimi atas usahanya memulihkan gencatan senjata di Suriah.

Menteri Luar Negeri Iran menilai pengumuman gencatan senjata di Suriah adalah langkah menuju awal proses politik untuk menyelesaikan krisis Suriah.

Sementara, Lakhdar Brahimi berterima kasih kepada Iran atas upaya dan membantu untuk mencapai gencatan senjata sementara di Suriah.

Dia menyatakan harapan bahwa dengan mematuhi gencatan senjata oleh semua pihak, upaya untuk mencapai ketenangan berkelanjutan dan abadi di Suriah akan dicapai.

Sebelumnya pada hari itu, Menteri Luar Negeri Salehi dalam satu percakapan telepon dengan mitranya dari Suriah, Menteri Luar Negeri Walid al-Muallem menyebut gerakan oleh pemerintah Suriah merupakan langkah positif dan patut dipuji.

"Pihak lain juga harus memberikan respon yang sesuai kepada niat baik pemerintah Suriah dan dengan mengamati gencatan senjata membuka jalan untuk menciptakan perdamaian di negara itu (Suriah)," kata Salehi.

Menteri Luar Negeri Suriah pun mengucapkan terima kasih kepada Republik Islam Iran atas pembentukan perdamaian dan ketenangan di Suriah, demikian seperti yang dikutip dari IRNA.

(H-AK/H-AK)

Editor: Heppy

COPYRIGHT © 2012

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Komentar Pembaca

Kirim Komentar

Tiada ulasan:

Catat Komen