Rabu, 13 Julai 2011

ANTARA - Mancanegara

ANTARA - Mancanegara


Venezuela Penjarakan Politikus Oposisi

Posted: 13 Jul 2011 08:26 PM PDT

Presiden Venezuela Hugo Chavez berpidato dalam sebuah pertemuan setelah pembukaan Rapat Nasional di Karakas, Rabu (5/1). (ANTARA/REUTERS/Carlos Garcia Rawlins)

Berita Terkait

Karakas (ANTARA News/AFP) - Satu pengadilan di Venezuela, Rabu, menjatuhkan hukuman penjara atas tokoh oposisi Oswaldo Alvarez selama dua tahun karena menyebarkan keterangan palsu selama satu acara televisi pada Maret 2010, kata jaksa penuntut umum.

Di dalam satu pernyataan, jaksa penuntut umum mengatakan Alvarez, mantan gubernur negara bagian Zulia, dihukum karena mengatakan, "Venezuela telah menjadi surga penyelundup obat terlarang."

Jaksa telah menuntut Alvarez melakukan kejahatan berupa memicu kebencian dan memberikan keterangan palsu, demikian laporan AFP --yang dipantau ANTARA News di Jakarta, Kamis.

Ia menyatakan vonis atas Alvazrez adalah bagian dari "proses menghukum orang yang menyebarkan ketidakpuasan politik".

Alvarez menjadi gubernur Zulia antara 1990 dan 1993 dan mencalonkan diri sebagai presiden pada 1993. Dalam beberapa tahun belakangan, ia telah menjadi salah seorang pengeritik terbesar pemerintah sayap kiri, yang dipimpin oleh Presiden Hugo Chavez.
(C003)

Editor: Ella Syafputri
COPYRIGHT © 2011

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Full Feed Generated by Get Full RSS, sponsored by USA Best Price.

Gedung Putih: Obama Dukung Upaya Mediasi Rusia Soal Libya

Posted: 13 Jul 2011 06:14 PM PDT

Presiden AS Barack Obama. (FOTO ANTARA/REUTERS/Jason Reed/Files)

Berita Terkait

Video

Washington (ANTARA News) - Presiden AS Barack Obama mengatakan kepada Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov Rabu bahwa ia mendukung upaya Moskow untuk menengahi penyelesaian politik di Libya.

Presiden Amerika juga menyatakan siap untuk mendukung perundingan menuju transisi demokrasi asalkan pemimpin Libya Muammar Gaddafi mengundurkan diri, kata Gedung Putih.

Sekretaris pers Obama, Jay Carney, mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa presiden menjelaskan posisinya tentang masalah ini dalam pertemuan dengan Lavrov di Gedung Putih.

Moskow menyatakan, masalah Libya harus cepat diselesaikan lewat meja perundingan, bukan kekuatan senjata, lapor Reuters.

Rusia dan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) sebelumnya terlibat perdebatan menyangkut operasi udara negara-negara Barat di Libya, sementara pesawat tempur aliansi itu meningkatkan pemboman terhadap sasaran rezim Tripoli.

Sergei Lavrov menuduh NATO menginterpretasikan resolusi PBB tentang Libya sesuai dengan keinginannya, setelah berunding dengan Sekjen NATO Anders Fogh Rasmussen yang menunjukkan perbedaan, bukannya menjamin tercapainya penyelesaian bagi setiap keputusan yang telah disepakati.

Pertemuan NATO-Rusia yang diselenggarakan di kota Sochi di Laut Hitam Rusia dihadiri pada menit-menit terakhir oleh Preaiden Afrika Selatan Jacob Zuma, setelah KTT Uni Afrika yang baru saja selesai dalam upaya memperkuat rencana perdamaian regional untuk mengakhiri konflik Libya.

"Sejauh ini, tidak ada pengertian bersama tentang bagaimana resolusi itu dilaksanakan," kata Lavrov, mengacu pada resolusi Dewan Keamanan PBB yang membuka jalan bagi serangan udara di negara Afrika Utara itu.

"Kami ingin resolusi ini dilaksanakan secara benar tanpa memperluas interpretasi."

Rusia abstain dalam pemungutan suara resolusi itu di Dewan Keamanan, tetapi sejak itu mengecam atas waktu dan peningkatan serangan terhadap sasaran-sasaran pemerintah Libya. (AK/S004/K004)

Editor: B Kunto Wibisono
COPYRIGHT © 2011

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Full Feed Generated by Get Full RSS, sponsored by USA Best Price.

Tiada ulasan:

Catat Ulasan