Selasa, 11 Januari 2011

KOMPAS.com - Internasional

KOMPAS.com - Internasional


Bank China Jual Yuan di AS

Posted: 12 Jan 2011 01:55 AM PST

WASHINGTON, KOMPAS.com - Bank China teratas milik pemerintah mengizinkan nasabah AS untuk memperdagangkan yuan China. Hal ini merupakan langkah baru menuju internasionalisasi mata uang yang dikendalikan dengan ketat, Wall Street Journal melaporkan Selasa (11/1/2011).    

Seorang pejabat Bank of China cabang New York mengatakan langkah bank tersebut untuk mengantisipasi kemungkinan pembebasan kendali terhadap yuan atau renminbi (RMB), yang secara ketat dikelola oleh Beijing. "Kami sedang mempersiapkan hari ketika renminbi dapat dipertukarkan sepenuhnya," kata manajer cabang Li Xiaojing kepada surat kabar itu.    

Li mengatakan bank itu ingin menjadi pusat kliring renminbi di Amerika.    

Beijing membuka batasan perdagangan yuan di Hong Kong pada Juli, dan sejumlah bank barat diizinkan berdagang dalam mata uang itu. Namun, langkah Bank of China akan menjadi yang pertama bagi bank BUMN untuk menawarkan fasilitas untuk perdagangan yuan di luar China.    

Komentar Li dikeluarkan sepekan sebelum Presiden China Hu Jintao dijadwalkan tiba di Washington untuk melakukan pembicaraan dengan Presiden Barack Obama.    

Tuduhan AS bahwa China mempertahankan yuan undervalue secara artifisial diperkirakan akan menjadi salah satu topik utama dalam diskusi antar-presiden itu.    

AS mengatakan yuan yang terlalu rendah nilainya merupakan akar ketidakseimbangan perdagangan bilateral yang sangat besar yang menguntungkan China.     Pada 6 Januari People's Bank of China, bank sentral China, berjanji untuk meningkatkan fleksibilitas nilai tukar yuan sambil menjaganya pada tingkat yang masuk akal dan seimbang.

Full Feed Generated by GetFullRSS.com, sponsored by USA Best Price.

Dunia Siap Bantu Australia

Posted: 12 Jan 2011 01:41 AM PST

CANBERRA, KOMPAS.com — Dukungan mengalir dari seluruh dunia dengan tawaran bantuan datang untuk Queensland, saat negara bagian itu berjuang menghadapi banjir, kata Menteri Luar Negeri Australia Kevin Rudd, Rabu (12/1/2011).    

Berbagai negara, termasuk Indonesia, Amerika Serikat, dan Inggris, bersama dengan negara Eropa dan Afrika, telah menawarkan dukungan guna menanggulangi banjir di Queensland.    

"Kami kebanjiran ungkapan dukungan dari seluruh dunia, tawaran bantuan materiil," kata Rudd kepada Nine Network, Rabu.

"Jadi, ini telah menarik perhatian dunia," katanya.

Rudd juga mengucapkan terima kasih kepada rakyat di seluruh Australia atas dukungan seruan untuk meredakan dampak banjir dan mendesak mereka agar terus memberi sumbangan. Ini karena masalah sesungguhnya akan membentang selama 12 bulan ke depan.    

Australia menghadapi bencana banjir terparah dalam sejarahnya. Sebanyak 10 orang dikonfirmasi tewas. Separuh dari mereka anak kecil dan sebanyak 78 (menurut Reuters, lebih dari 90) orang hilang di bagian tenggara Queensland.    

Air mengalir melewati Brisbane, kota terbesar ketiga di Australia, dan mengancam akan menenggelamkan 6.000 rumah dan membuat makin banyak orang menghadapi risiko.

Air di Wivenhoe Dam—yang dibangun untuk menyelamatkan ibu kota Queensland tersebut dari terulangnya banjir yang memorakporandakan wilayah itu pada 1974—mencapai batas tertingginya.    

Rudd mengatakan, karena keadaan diramalkan akan bertambah parah pekan ini, semua warga "merasa cemas, tapi tetap bertekad kuat". Ia sendiri merasa khawatir.    

Ribuan warga di Brisbane, kota dengan dua juta warga, meninggalkan rumah pada Rabu saat banjir bandang mengancam akan merendam daerah finansial tersebut. Hal itu membuat orang panik membeli makanan, sementara pemerintah berjuang menemukan puluhan orang yang hilang.    

Banjir yang bertambah parah memaksa para ahli ekonomi menaikkan perkiraan dampak ekonominya. Seorang anggota dewan direksi bank sentral, sebagaimana dikutip pada Rabu, mengatakan, bencana tersebut dapat menimbulkan kerugian sebesar satu persen dari pertumbuhan ekonomi Autralia—hampir 13 miliar dollar Australia, dua kali lipat dari perkiraan tertinggi sebelumnya.

Full Feed Generated by GetFullRSS.com, sponsored by USA Best Price.

Tiada ulasan:

Catat Komen