Selasa, 11 Januari 2011

ANTARA - Mancanegara

ANTARA - Mancanegara


Menlu Australia: Queensland Kebanjiran Dukungan LN

Posted: 11 Jan 2011 06:41 PM PST

Canberra (ANTARA/ News) - Dukungan mengalir dari seluruh dunia dengan tawaran bantuan datang buat Queensland, saat negara bagian itu berjuang menghadapi banjir, kata Menteri Luar Negeri Australia Kevin Rudd, Rabu.

Berbagai negara, termasuk Indonesia, Amerika Serikat dan Inggris, bersama dengan negara Eropa dan Afrika, telah menawarkan dukungan guna menanggulangi banjir di Queensland, sebagaimana dikutip dari Xinhua-OANA/Reuters.

"Kita kebanjiran ungkapan dukungan dari seluruh dunia, tawaran bantuan materil," kata Rudd kepada Nine Network, Rabu. "Jadi, ini telah menarik perhatian dunia."

Rudd juga mengucapkan terima kasih kepada rakyat di seluruh Australia atas dukungan seruan untuk meredakan dampak banjir dan mendesak mereka agar terus memberi sumbangan, sebab masalah sesungguhnya akan membentang selama 12 bulan ke depan.

Australia menghadapi bencana banjir terparah dalam sejarahnya. Sebanyak 10 orang dikonfirmasi tewas, separuh dari mereka anak kecil, dan sebanyak 78 (menurut Reuters, lebih dari 90) orang hilang di bagian tenggara Queensland.

Air mengalir melewati Brisbane, kota terbesar ketiga di Australia, mengancam akan menenggelamkan 6.000 rumah dan membuat makin banyak orang menghadapi risiko, sementara air di Wivenhoe Dam --yang dibangun untuk menyelamatkan ibukota Queensland tersebut dari terulangnya banjir yang memporakporandakan wilayah itu pada 1974-- mencapai batas tertingginya.

Rudd mengatakan karena keadaan diramalkan akan bertambah parah pekan ini, semua warga "merasa cemas tapi tetap bertekad kuat" dan ia sendiri merasa khawatir.

Ribuan warga di Brisbane, kota dengan dua juta warga, meninggalkan rumah mereka pada Rabu, saat banjir bandang mengancam akan merendam daerah finansial tersebut, sehingga membuat orang dengan panik membeli makanan sementara pemerintah berjuang menemukan puluhan orang yang hilang.

Banjir yang bertambah parah memaksa para ahli ekonomi menaikkan perkiraan dampak ekonominya. Seorang anggota dewan direksi bank sentral, sebagaimana dikutip Rabu, mengatakan bencana tersebut dapat menimbulkan kerugian sebesar satu persen dari pertumbuhan ekonomi Autralia --sama dengan hampir 13 miliar dolar Australia, dua kali lipat dari perkiraan tertinggi sebelumnya.
(ANT/A024)

Full Feed Generated by GetFullRSS.com, sponsored by USA Best Price.

Walikota New York Nyatakan Darurat Badai Salju

Posted: 11 Jan 2011 04:54 PM PST

New York (ANTARA News) - Walikota New York, Michael Bloomberg, pada Selasa menyatakan darurat cuaca di kota New York, yang menurut ramalan cuaca akan menghadapi badai salju cukup parah pada Selasa malam hingga Rabu (12/1) pagi waktu setempat.

Namun demikian, badai salju diperkirakan tidak akan separah badai serupa yang terjadi satu hari setelah Hari Natal tahun lalu hingga menyebabkan kota New York dan sekitarnya lumpuh akibat timbunan salju yang mencapai lebih dari 60 centimeter.

Dengan pernyataan darurat cuaca itu, warga kota diminta tidak membawa kendaraan pribadi mereka jika kendaraan tidak dilengkapi dengan ban khusus untuk kondisi jalanan bersalju.

Pemilik kendaraan pribadi juga diminta menghindari rute-rute yang akan terhalang oleh salju serta tidak memarkir kendaraan mereka di rute-rute tersebut.

Pada intinya, saat badai berlangsung masyarakat diminta untuk tidak bepergian menggunakan kendaraan pribadi jika keadaan tidak terlalu mendesak.

Jikapun perlu bepergian, mereka disarankan untuk menggunakan kendaraan umum, terutama kereta-kereta bawah tanah yang dapat menjangkau semua wilayah di kota New York dan sekitarnya.

Bloomberg, seperti dikutip stasiun televisi lokal WABC mengungkapkan pihaknya menyiagakan pelayanan darurat, kebakaran, polisi, kebersihan dan transportasi untuk menjaga keselamatan dan keamanan warga kota.

Ia mengatakan pemerintah kota telah siap mengerahkan 365 truk garam serta 1.700 mesin pengeruk salju untuk dioperasikan di sekitar 6.000 jalur jalan di berbagai belahan kota New York.

Bloomberg mengakui pada badai sebelumnya, yaitu pada 26 Desember 2010, pemerintah kota tidak dapat menjalankan fungsingnya dengan baik dalam menghadapi badai salju dan dampaknya.

"Kali ini kami akan memastikan kejadian seperti itu tidak terulang," tegas Bloomberg dalam jumpa pers di New York.

Menurut catatan media, saat badai salju setelah Hari Natal lalu, berbagai masalah di lapangan tidak tertanggulangi secara cepat.

Lebih dari 100 mobil ambulans terjebak di jalanan karena timbunan salju yang belum dibersihkan dengan mesin-mesin pengeruk sementara dinas kebersihan kota juga mendapat sorotan tajam karena menumpuknya sampah-sampah di pinggir jalan karena tidak segera diangkut.

Mengenai apakah sekolah-sekolah umum di New York akan diliburkan pada hari Rabu, Walikota Bloomberg mengatakan keputusan tentang hal itu akan diumumkan pada Rabu pukul 05.00 pagi.

Menurut laporan-laporan ramalan cuaca, selain kota New York, beberapa wilayah lainnya di kawasan timur laut AS pada Rabu akan juga akan diselimuti salju yang tebalnya sekitar 20 hingga 40 cm.

Kota New York sendiri dua hari setelah badai Natal tahun lalu lumpuh karena ditimbuni salju lebih dari 60 cm.

Badai yang parah dan ketinggian salju pada saat itu memaksa dua bandar udara di New York, yaitu John F. Kenneday International Airport dan LaGuardia Airport, serta bandar udara di New Jersey --Newark International Airport, tutup sehingga ratusan penerbangan dibatalkan. (TNY/K004)

Full Feed Generated by GetFullRSS.com, sponsored by USA Best Price.

Tiada ulasan:

Catat Komen