Selasa, 18 Januari 2011

ANTARA - Mancanegara

ANTARA - Mancanegara


Korut Lakukan Pengayaan Uranium Sejak 1990-an

Posted: 18 Jan 2011 09:06 PM PST

Seoul (ANTARA News) - Korea Utara telah mengembangkan sebuah program pengayaan uranium -- langkah kedua yang merupakan syarat untuk menciptakan bom nuklir -- sejak akhir 1990an, kata seorang pembelot senior pada Rabu.

Desertir yang dikutip surat kabar Korea Selatan Chosun Ilbo itu mengatakan instalasi pemisah material uranium itu dibangun di kota Heechon, yang terletak 57 kilometer dari timur laut kompleks nuklir utama di Yongbyon, sebagaimana dikutip dari AFP.

Korut meningkatkan kekhawatiran terhadap keamanan ketika pada November ketika mereka menunjukkan instalasi pengayaan uranium yang berjalan dengan baik dan dikatakan telah dilengkapi dengan ratusan mesin pemisahan material uranium, yang akan dikunjungi para ilmuwan Amerika Serikat.

Mereka mengatakan proyek itu merupakan bagian dari program energi nuklir damai, namun para ahli mengatakan bahwa proyek itu dapat dengan mudah diprogram ulang guna memproduksi uranium tingkat tinggi yang merupakan langkah kedua untuk membuat sebuah bom dengan tambahan penguasaan teknologi operasi plutonium.

Pembelot Korut itu diidentifikasi sebagai mantan pejabat senior pemerintah Korut oleh Chosun sehingga memiliki pengetahuan yang mendalam tentang industri militer.

Dilaporkan bahwa pembelot itu mengatakan proyek di Heechon dimulai pada akhir 1990an -- sekitar satu dekade sebelum Korut mengumumkan ke publik bahwa mereka tengah menjalankan pengayaan uranium.

Motor -- sebuah komponen utama dari mesin pemisah -- diimpor dari beberapa negara seperti Jepang, Prancis, dan Rusia karena Korut tidak dapat membuatnya sendiri," katanya seperti dikutip surat kabar itu.

Heechon merupakan tempat bagi banyak pabrik komponen listrik dan mesin-mesin untuk pabrik, menurut Chosun. Pemimpin Korut Kim Jong-Il sempat mengunjungi kota industri itu sebanyak tujuh kali pada 2010.

Korut yang menggunakan plutonium hasil pengayaan dari reaktor Yongbyon, telah menggelar uji coba nuklir pada 2006 dan 2009. Diyakini bahwa mereka kini memiliki jumlah plutonium yang cukup untuk membuat enam hingga delapan bom atom.

Pembelot Korut itu mengatakan bahwa Pyongyang sepertinya akan meningkatkan kemampuan kapabilitas nuklirnya melalui percobaan nuklir ketiga, karena program senjata mereka sedang dalam efisiensi.

Seorang juru bicara dinas intelijen Korsel mengatakan infromasi tentang pabrik pengayaan di Heechon itu belum dapat dikonfirmasi kebenaranya.

Korut menutup kompleks Yongbyon pada Juli 2007 melalui kesepakatan pelucutan nuklir yang dibantu enam negara. Namun pembicaraan enam pihak terhenti pada Desember 2008 ketika timbul perdebatan tentang cara untuk denuklirisasi itu.
(ANT/A024)

Full Feed Generated by GetFullRSS.com, sponsored by USA Best Price.

Korsel-AS Pertimbangkan Peningkatan Daya Jangkau Rudal

Posted: 18 Jan 2011 08:46 PM PST

Seoul (ANTARA News) - Seoul dan Washington telah memulai perundingan-perundingan mengenai peningkatan daya jangkau rudal Korea Selatan untuk membantu mencegah ancaman Korea Utara, menurut laporan-lapran berita Rabu.

Negara-negara sekutu telah melakukan perundingan-perundingan sejak akhir tahun lalu untuk merevisi perjanjian pertahanan yang memberlakukan jangkauan tembak maksimum 300 kilometer (187 mil) pada rudal-rudal tersebut, kata kantor berita Yonhap dan surat kabar Chosun Ilbo, sebagaimana dikutip dari AFP.

"Kedua negara saling bertukar pandangan bahwa jangkauan rudal kami harus ditingkatkan," kata kantor berita Yonhap mengutip sumber pemerintah.

"Ini perlu untuk memperluas jangkauan 1.000 km atau lebih."

Seorang juru bicara kementerian pertahanan menolak memberikan komentar.

Setelah peluncuran roket Korea Utara pada April 2009, Perdana menteri Korea Selatan Han Seung-Soo mengatakan kepada parlemen bahwa kesepakatan rudal bilateral harus diubah, untuk meningkatkan jangkauan maksimum yang telah disepakati.

Tapi masalah tersebut tidak dikemukakan pada pertemuan keamanan bilateral pada Oktober 2009, sedangkan Washington prihatin terhadap perlombaan senjata di kawasan Asia Timur Laut, kata Yonhap.

Kebutuhan untuk meningkatkan kemampuan rudal Korea Selatan menjadi urgensi baru ketika Korea Utara diduga menenggelamkan kapal perang Korea Selatan, Cheonan, yang menewaskan 46 pelaut, pada Maret tahun lalu.

Korea Utara juga membombardir sebuah pulau garis depan pada bulan November, Yeonpeyeong, menewaskan empat warga Korea Selatan.

Korea Selatan berpendapat, Korea Utara memiliki 1.000 rudal dari berbagai jenis, banyak di antara mereka yang ditargetkan ke Seoul atau lokasi lain di Selatan.

Ini termasuk rudal jarak menengah yang mampu melakukan jelajah lebih dari 3.000 kilometer dan dapat menghantam pangkalan militer AS di Jepang dan Guam.

Korea Utara juga telah melakukan uji-tembak tiga rudal balistik antarbenua, terakhir pada April 2009 ketika satu terbang di atas Jepang dan mendarat di Pasifik.

Selama lawatan regional pekan lalu, Menteri Pertahanan AS Robert Gates memprediksi, Korea Utara akan mengembangkan rudal antarbenua yang mampu mencapai negaranya dalam waktu lima tahun.

Kedua Korea secara teknis masih dalam perang karena konflik mereka 1950-1953 berakhir hanya dengan gencatan senjata.

Sebanyak 28.500 tentara Amerika kini digelarkan di Korea Selatan.
(ANT/A024)

Full Feed Generated by GetFullRSS.com, sponsored by USA Best Price.

Tiada ulasan:

Catat Ulasan