Ahad, 25 November 2012

Sindikasi international.okezone.com

Sindikasi international.okezone.com


Perempuan Ini Buka Sekolah untuk "Maskot"

Posted: 25 Nov 2012 01:32 AM PST

TOKYO – Sebuah sekolah yang mengajarkan muridnya menjadi maskot dibuka di Kota Tokyo, Jepang. Siswa-siswa di sekolah itu akan diajarkan bagaimana berjalan layaknya maskot-maskot olahraga dan trik berdansa.
 
Sekolah tersebut didirikan oleh Choko Oohira, seorang perempuan yang sudah berpengalaman bekerja sebagai maskot lebih dari 20 tahun. Oohira membuka sekolah maskotnya pada tahun 1985, sekolah yang didirikan oleh Oohira tersebut dapat dibilang satu-satunya sekolah maskot yang ada di dunia.
 
Ia membuka sekolah tersebut dengan tujuan untuk membantu mengajarkan teknik-teknik menjadi maskot pada orang-orang yang bercita-cita bekerja sebagai sebagai maskot, seperti diberitakan Reuters, Minggu (25/11/2012).
 
"Ketika saya melihat seorang maskot yang tidak serius menjalankan pekerjaannya saya merasa sangat kecewa, seorang maskot harus bekerja sepenuh hati dan mendalami karakter dari maskot yang diperankannya", ujar Oohira.
 
Setidaknya terdapat 25 murid yang saat ini belajar di sekolah maskot tersebut. Murid-murid tersebut memiliki usia yang beragam mulai dari umur 20an hingga 50an. Ada yang belajar di sekolah tersebut untuk bersenang–senang tapi ada juga yang memang memilih menjadi maskot sebagai karir yang akan dijalaninya.
 
"Saya belajar banyak trik-trik yang saya tidak ketahui sebelumnya", ujar Eiichiro Sakaida, seorang murid yang sehari-harinya bekerja paruh waktu menjadi maskot.
 
Setelah lulus dari sekolah maskot tersebut para murid tidak perlu takut untuk tidak mendapat pekerjaan. Jepang adalah negara yang terobsesi dengan maskot, mulai dari perusahaan sampai dengan lembaga pemerintah menggunakan maskot sebagai media promosi. Pemerintah lokal di Kota Tokyo saja mempekerjakan setidaknya 250 orang untuk menjadi maskot.
(AUL)

Terkait Misil Patriot, Suriah Kecam Turki

Posted: 24 Nov 2012 09:31 PM PST

BEIRUT - Suriah mengecam keras permohonan Turki ke North Atlantic Treaty Organization (NATO) untuk mengerahkan Misil Patriot ke wilayah perbatasan. Menurut Suriah, langkah Turki sangat provokatif.

"Suriah menegaskan kecamannya kepada Pemerintah Turki mengenai langkah provokatif ini," ujar Pemerintah Suriah, di Syria TV, Minggu (25/11/2012).

Selain menerima kecaman dari Suriah, Turki juga ditegur oleh Rusia dan Iran. Rusia memandang misil itu akan menciptakan militerisasi di wilayah perbatasan dan meningkatkan eskalasi krisis Suriah.

Sikap Rusia terhadap misil itu juga mendapat dukungan dari Iran. Pada saat Ketua Parlemen Iran Ali Larijani bertemu dengan Presiden Suriah Bashar al-Assad, Larijani menegaskan bahwa, senjata bukanlah solusi untuk memecahkan isu Suriah.

Selain mengecam Turki, Suriah menuduh Perdana Menteri Turki Recep Tayyip Erdogan bertanggung jawab atas eskalasi ketegangan antar negara itu. Namun NATO dan Amerika Serikat (AS) dengan tegas membela Turki atas pengiriman Misil Patriot tersebut dan memandang langkah itu sebagai strategi penangkalan.

"Turki harus mengambil tindakan pertahanan saat ini. Bila langkah ini tidak dibutuhkan, kami juga tidak akan menggunakannya. Namun ada masalah yang nantinya akan mengancam keamanan Turki. Tidak boleh ada yang menyatakan keberatan atas masalah ini," ujar Menteri Luar Negeri Turki Ahmet Davutoglu.

Pihak Turki pun menegaskan kembali, Rusia tidak berhak untuk menyatakan keberatannya pada Turki karena Negeri Beruang Merah itu bukanlah anggota NATO. Rusia juga tidak diperkenankan untuk memblokir keputusan-keputusan yang dibuat oleh Turki bersama NATO.(AUL)

Tiada ulasan:

Catat Ulasan