Isnin, 12 November 2012

Republika Online

Republika Online


Ilmuwan Israel Pun Akui Manfaat Puasa Ramadhan, Ini Buktinya

Posted: 12 Nov 2012 08:36 PM PST

REPUBLIKA.CO.ID, Banyak orang yang menghindari menyantap karbohidrat di malam hari. Namun, ilmuwan Israel yang terinspirasi dari puasa bulan Ramadhan memberikan saran yang berbeda.

Satu tim dari Hebrew University, Israel, mengungkap hasil penelitian setelah mempelajari diet atau pola makan warga Muslim selama bulan Ramdhan.

Dari hasil penelitian terhadap puluhan petugas kepolisian yang menjalani puasa Ramadhan atau melakukan diet penurunan berat badan, diketahui bahwa menyantap karbohidrat di malam hari justru menurunkan risiko diabetes dan serangan jantung.

''Ide ini muncul dari penelitian terhadap masyarakat Muslim selama Ramadhan ketika mereka puasa di siang hari dan makan karbohidrat di malam hari,'' ujar Profesor Zecharia Madar, kepala ilmuwan di Kementerian Pendidikan Israel. 

Dia melakukan penelitian terhadap 78 petugas polisi. Setelah enam bulan, para peneliti mengungkapkan adanya tiga hormon yang muncul akibat diet itu, yaitu leptin yang merupakan hormon kenyang; ghrelin, hormon lapar, dan adiponectin, hormon yang mengaitkan antara obesitas, sindroma metabolisme, dan ketahanan insulin. 

Mereka menyimpulkan pola makan selama bulan Ramadhan itu memicu perubahan positif dalam tatanan hormon mereka yang menjalani puasa Ramadhan. Diet itu akan menurunkan tingkat lapar yang pada akhirnya dapat menurunkan berat badan hingga lemak tubuh.

Mereka yang menjalani puasa juga dapat memperbaiki tingkat gula darah, kolesterol dalam darah, dan menurunkan peluang peradangan. 

Uenaknya Makan 'Sepatu Goreng' di Pantai Bunaken

Posted: 12 Nov 2012 05:40 PM PST

REPUBLIKA.CO.ID, MANADO -- Hah, makan sepatu goreng? Pakai sambal lagi! Masa iya sih?

Itulah salah satu makanan khas di Pantau Bunaken, yang terkenal dengan pemandangan terumbuh karang dan biota lautnya yang bisa dilihat dari permukaan air. Tepatnya, nama penganan itu adalah pisang sepatu goreng.

Disebut pisang sepatu karena bentuknya yang melebar. Sebetulnya pisang jenis ini dikenal juga dengan pisang kipas atau pisang kepok.

Dibalut adonan tepung, pisang sepatu goreng saat digigit begitu renyah di mulut dan rasanya manis. Uniknya, penjual menyodorkan sepiring sambil sebagai temannya.

"Dicolekkan ke sini pisangnya, Om," kata Marina, si penjual pisang sepatu goreng.

Bagi orang Jakarta atau Jawa, aneh memang makan pisang goreng dengan sambal terasi. Tapi, tak ada salahnya mencoba.

Bagaimana rasanya? Ya, manis-pedas. Nyam-nyam! Pisang sepatu goreng sepiring berisi lima biji pun dalam sekejap habis.

Tiada ulasan:

Catat Ulasan