Isnin, 12 November 2012

Republika Online

Republika Online


Hajriyanto: Dipo Kesatria Jika Lapor ke Penegak Hukum

Posted: 12 Nov 2012 10:44 PM PST

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Sekretaris Kabinet (Seskab) Dipo Alam melontarkan pernyataan yang menyatakan adanya praktik kongkalikong terkait APBN yang dilakukan oknum DPR. Pernyataan ini muncul menyusul pemberitaan Menteri BUMN Dahlan Iskan terkait hal yang sama.

Menanggapi hal itu, Wakil Ketua MPR Hajriyanto Y Thohari mengatakan mendukung dan mengapresiasi pernyataan Dipo tersebut. Namun, hal itu menurutnya harus diikuti dengan langkah-langkah hukum dengan serius dan otentik, jangan hanya dipublikasikan pada media.

"Yang penting setelah pernyataan itu dipublikasikan melalui media, haruslah diikuti dengan langkah-langkah hukum dengan serius dan  otentik. Yang penting jangan main-main. Kita kan sudah komitmen untuk memberantas korupsi,"ujarnya pada Republika, Selasa (13/11).

Dia juga mengatakan, pengungkapan kasus korupsi oleh Dipo melahirkan ekspektasi yang tinggi di tengah masyarakat. Karena itu, Dipo jangan sampai mengecewakan publik dengan tidak membawanya ke penegak hukum.

"Seskab akan lebih kesatria lagi kalau melaporkannya ke penegak hukum. Seskab punya kewajiban untuk melaporkannya. Sebab, dia tahu ada kasus korupsi. Seskab tidak hanya sekadar mendengar laporan dari PNS, tetapi mengesankan tahu betul, bahkan mengetahui secara detail kasus korupsi itu,"tambahnya.

Jalan Dakwah As-Syafi'iyah (1)

Posted: 12 Nov 2012 10:44 PM PST

REPUBLIKA.CO.ID, Perguruan As-Syafi'iyyah muncul sebagai salah satu lembaga yang berkiprah untuk memajukan umat Islam.

Perguruan yang didirikan almarhum KH Abdullah Syafi'ie ini, kini terus berkembang dengan lembaga pendidikan, dakwah, dan kegiatan sosialnya.

Kiprah perguruan yang cikal bakalnya berasal dari mushala sederhana bernama Al-Barkah pada 1933 ini tak bisa dipandang sebelah mata.

Perguruan ini kini mengelola Pesantren Khusus Yatim As-Sya fi'iyyah yang banyak mendidik dan membina anak-anak yatim dari ber bagai daerah.

Ada madrasah, SD, dan SMP As-Syafi'iyyah, Pesantren Putra- Putri As-Syafi'iyyah, dan Universitas Islam As-Syafi'iyyah. Badan Kontak Majelis Taklim (BK MT) yang kini jamaahnya menyebar ke berbagai pelosok di Indonesia tak bisa dilepaskan dari kiprah As-Syafi'iyyah.

Tidak hanya dunia pendidikan Islam, warisan almarhum KH Abdullah Syafi'ie yang hingga kini tetap eksis mengudara, yaitu Radio As-Syafi'iyah. Sebelum wafat, ada keinginan almarhum yang belum tercapai, yaitu mendirikan pesantren Alquran.

Cita-cita tersebut dilanjutkan oleh putranya, yakni KH Abdul Rasyid Abdullah Syafi'ie. Di atas tanah wakaf seluas 3,3 hektare hibah dari seorang pengusaha dibangun Pondok Pesantren Al-Quran di Pulo Air, Sukalarang, Sukabumi, Jawa Barat.

Pada 1990, Pesantren Al-Quran untuk pertama kalinya menerima santri. Jumlahnya masih belasan orang. Namun, kini lahannya semakin luas sekitar 27 hektare dengan jenjang pendidikan dari TK sampai SMA lengkap dengan asrama. Jumlah santrinya setiap tahun ajaran baru semakin meningkat hingga ribuan.

Didukung tim pengajar yang profesional. Fasilitas Pondok Pesantren Al-Quran sangat lengkap, dari masjid dengan daya tampung 1.000 santri, fasiltas olahraga dan kolam renang, laboratorium IPA, bahasa, komputer, poliklinik, dan perpustakaan.

Para santri yang mondok di pesantren ini datang dari berbagai daerah di Indonesia. Ada juga yang datang dari negeri jiran hingga Jeddah, Arab Saudi. Keunggulan pesantren ini telah meluluskan dan mewisuda para santri yang hafal Alquran 30 juz.

Selanjutnya, KH Abdul Rasyid menginginkan pondoknya ini menjadi tempat pengkaderan ulama. Selain itu, dibangun universitas Islam, dan mendirikan rumah sakit Islam yang berada di lereng Gunung Gede yang sejuk ini.

Tiada ulasan:

Catat Komen