Isnin, 12 November 2012

KOMPAS.com - Regional

KOMPAS.com - Regional


Polisi Tangkap Dua Warga Pembawa Senpi Rakitan

Posted: 12 Nov 2012 08:07 AM PST

Polisi Tangkap Dua Warga Pembawa Senpi Rakitan

Penulis : Yulvianus Harjono | Senin, 12 November 2012 | 16:07 WIB

BANDAR LAMPUNG, KOMPAS.com - Kepolisian Resor Lampung Utara menangkap dua warga yang membawa senjata api rakitan dan senjata tajam. Peredaran senpi rakitan di Lampung saat ini ditengarai masih tinggi.

Kepala Bidang Humas Polda Lampung Ajun Komisaris Besar Pol. Sulistyaningsih, Senin (12/11/2012) mengatakan, kedua tersangka pemilik senjata api dan golok bernama Reki (21) dan Redi Tasrin (18) ditangkap Sabtu (10/11/2012). Keduanya merupaka warga Lampung Utara. Mereka diduga akan melakukan kejahatan ketika itu. Dari tangan Reki, polisi menyita senpi rakitan jenis revolver beserta tiga butir peluru.

Menurut Sulistyaningsih, penangkapan ini merupakan bagian untuk mewujudkan situasi kondusif dan aman di Lampung. Berdasarkan catatan Kompas, peredaran senpi rakitan di Lampung sangatlah tinggi. Di Lampung Utara, senpi rakitan ini kerap digunakan untuk merampas sepeda motor. Bahkan, senjata-senjata ini acapkali muncul dalam pertikaian atau bentrok warga yang baru-baru ini terjadi di Lampung Tengah dan Lampung Selatan.

Tim Tambah Penyelam untuk Cari Empat Jenazah

Posted: 12 Nov 2012 07:53 AM PST

Tim Tambah Penyelam untuk Cari Empat Jenazah

Penulis : Mohammad Hilmi Faiq | Senin, 12 November 2012 | 15:53 WIB

MEDAN, KOMPAS.com - Upaya tim penyelamatan mencari empat jenazah yang hanyut di Sungai Siguluan Simbolon, Kabupaten Samosir belum membuahkan hasil. Anggota tim penyelamat ditambah untuk memperluas jangkauan pencarian, Senin (12/11/2012).          

Koordinator tim penyelamatan Ombang Siboro menjelaskan, para penyelam telah mencari di lima titik yang diduga kuat menjadi tempat para korban tersangkut. Titik-titik tersebut berada di sekitar pertemuan antara Sungai Siguluan Simbolon dan Danau Toba yang kedalaman airnya mencapai 30 meter. "Namun percarian belum membuahkan hasil. Kami khawatir para korban tidak tertolong lagi karena arus air sangat deras," ujarnya.          

Dia menambahkan, anggota penyelam dari Badan SAR Nasional (Basarnas) yang semula hanya tiga orang, kini ditambah menjadi sebelas orang. Penyelam-penyelam tambahan itu berasal dari penyelam lokal yang hapal betul kondisi Danau Toba.          

Keempat korban tersebut, yakni Makmur Simbolon (54), Koko Simbolon (11), Oscar Malau (11), dan Killer Sagala (12), hilang terbawa arus sungai sejak Sabtu (10/11/2012) sore. Mereka terseret arus sungai saat mencari ikan. Saat itu arus Sungai Siguluan sangat deras lantaran terjadi hujan lebat di daerah hulu. Apalagi, sekitar 500 meter dari lokasi para korban mencari ikan terdapat pusaran air yang bermuara ke Danau Toba.

Tiada ulasan:

Catat Komen