Sabtu, 14 Julai 2012

ANTARA - Berita Terkini

ANTARA - Berita Terkini


BPK RI akan pimpin audit lingkungan sedunia

Posted: 13 Jul 2012 01:43 AM PDT

Jakarta (ANTARA News) - Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia akan memimpin kelompok kerja yang beranggotaan badan semacam BPK dari berbagai negara untuk meningkatkan audit terkait masalah lingkungan hidup sedunia.

"BPK RI pada 2013-2016 akan menjadi Ketua Working Group on Environmental Audit (WGEA) yaitu kelompok kerja yang beranggotakan BPK sedunia untuk meningkatkan pemeriksaan berperspektif lingkungan," kata Anggota BPK Ali Masykur Musa.

Menurut Ali,  kepemimpinan Indonesia itu otomatis juga akan membawa konsekuensi terkait perlunya penataan dan pengelolaan lingkungan hidup Indonesia yang lebih baik.

Selain melakukan pemeriksaan keuangan, lanjutnya, BPK RI juga melakukan pemeriksaan kinerja dan pemeriksaan dengan tujuan tertentu yang berperspektif lingkungan.

Anggota BPK yang juga menjabat sebagai Ketua WGEA itu juga memaparkan, pemeriksaan berperspektif lingkungan meliputi pemeriksaan atas manajemen hutan dan lahan, pemberian izin penggunaan kawasan hutan untuk kegiatan nonkehutanan seperti untuk lahan kelapa sawit dan pertambangan.

Ia menuturkan, BPK juga akan melakukan pemeriksaan kinerja atas pengendalian IUU Fishing  atau kegiatan penangkapan ikan yang ilegal, tidak diatur, dan tidak dilaporkan.

"Kami akan meningkatkan kerja sama dengan KKP dalam masalah IUU Fishing ini karena masih banyak ikan Indonesia yang dicuri oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab," katanya.

Sebelumnya, Indonesia dan Prancis telah bekerja sama dalam memerangi pencurian ikan atau Illegal, Unreported, and Unregulated (IUU) Fishing dengan cara mengembangkan infrastruktur oseanografi yang memantau dan menjaga perairan Indonesia.

Menteri Kelautan dan Perikanan, Sharif Cicip Sutardjo memaparkan, proyek itu akan membangun fasilitas infrastruktur dengan menggunakan satelit yang memungkinkan pengamatan secara global pada skala spasial dan temporal serta dapat digunakan antara lain untuk memonitoring penangkapan ikan secara ilegal.

Dengan alat yang dinamakan VMS (Vessel Monitoring System) dan pantauan satelit, lanjutnya, maka akan dapat diketahui kapal-kapal asing mana yang sedang melakukan penangkapan ikan ilegal.
(M040/N002)

Lima orang terkubur tanah longsor di China barat daya

Posted: 13 Jul 2012 01:39 AM PDT

Provinsi Guizhou di China barat daya (ANTARA News/Heppy)

Berita Terkait

Guiyang (ANTARA News) - Lima orang terkubur oleh tanah longsor yang dipicu hujan lebat di Provinsi Guizhou, barat daya China, kata pihak berwenang Jumat.

Kecelakaan yang disebabkan oleh hujan terus-menerus itu terjadi pada sekitar pukul 03.00 waktu setempat, Jumat, di Desa Tianba, kota Liupanshui.

Tim penyelamat bergegas ke tempat kejadian untuk mengambil orang-orang yang terkubur itu.

Selama tiga hari terakhir, hujan badai telah membuat babak belur wilayah Guizhou, menewaskan satu orang dan mempengaruhi 200 ribu orang lainnya.

Badai melanda 15 kabupaten dan kota, menyebabkan banjir dan tanah longsor, demikian menurut stasiun meteorologi provinsi.

Stasiun ini mengatakan, satu putaran hujan lebat mungkin akan memukul provinsi itu mulai Jumat sampai Selasa depan, demikian lapor Xinhua.

(H-AK)

Editor: Heppy

COPYRIGHT © 2012

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Komentar Pembaca

Kirim Komentar

Tiada ulasan:

Catat Ulasan