Rabu, 30 Mei 2012

Republika Online

Republika Online


Sering Ngorok? Waspadai Gangguan Medis Satu Ini

Posted: 30 May 2012 08:07 PM PDT

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA---Spesialis THT dari RS Premier Bintaro Dr Ari Cahyono SpTHT menyatakan tidur mendengkur tidak boleh disepelekan karena secara medis hal tersebut merupakan bentuk gangguan tidur.

"Tidur mendengkur bukanlah pertanda seseorang sedang tidur lelap namun secara medis hal itu merupakan salah satu bentuk gangguan tidur," kata Dr Ari Cahyono SpTHT pada acara "Jangan Sepelekan Tidur Mendengkur".

Dia menjelaskan, gangguan tidur bisa berpengaruh pada kualitas kesehatan seseorang. "Sebagai contoh, ada salah satu gangguan tidur yang disebut obstructive sleep apnea atau OSA yang berarti tidur yang disertai periode henti nafas," katanya.

Gangguan tidur OSA, menurut dia, dalam jangka panjang bisa meningkatkan resiko hipertensi, penyakit jantung koroner dan stroke. Masalahnya, kata dia, seseorang terkadang tidak menyadari bahwa dirinya mengalami OSA karena merasa sepanjang malam tidurnya lelap.

Oleh karena itu, penting bagi seseorang untuk berkonsultasi dengan tenaga medis. Jika ada masalah dengan gangguan tidur maka pelayanan kesehatan yang dilakukan di antaranya operasi bedah mulut, pemakaian alat tertentu atau sekedar modifikasi gaya hidup serta obat-obatan.

Dia juga menjelaskan, penanganan gangguan tidur yang dilakukan di "sleep clinic" melibatkan spesialis telinga, hidung, tenggorokan dan spesialis paru.

Salah Mendengarkan Lagu, Inilah Dampak Buruknya Bagi Anak

Posted: 30 May 2012 07:43 PM PDT

REPUBLIKA.CO.ID, Lihatlah daftar lagu di music player anak SD zaman sekarang. LMFAO, Bruno Mars, dan Adele berderet antre untuk diputar.

Sekilas, mereka nampak pintar karena mampu menghafal lirik dan menyanyikannya dengan irama yang tepat. Mereka juga terlihat keren dengan headphone di kepala mungilnya.

Pertanyaannya, apakah lagunya cocok untuk konsumsi si kecil?

"Belum tentu," jawab psikolog, Elly Risman.

Dalih termudah tentu menyalahkan ketiadaan lagu anak. Tak seperti era tahun 1990-an, belakangan segelintir sekali lagu untuk anak. Industri musik lebih suka menggarap tema dewasa.

"Lagunya gencar sekali diperdengarkan lewat berbagai media, terutama radio dan TV," urai Ketua Yayasan Kita dan Buah Hati ini.

Kendati demikian, tugas orang tua tetap sama. Mereka berkewajiban mendampingi dan memasok lagu yang bermakna positif bagi anandanya. Ingatlah, di usia SD, anak belum matang secara emosional. Mereka memerlukan bantuan orang tuanya untuk memilih lagu yang tepat. "Anak-anak harus hidup dalam dunianya," ujar Elly.

Anak yang tercerabut dari dunianya akan melewati masa kanak-kanak dengan tergesa. Telinga mungil yang terbiasa mendengar lagu dewasa akan kehilangan masa penting tersebut.

"Jangan terlalu cepat kau cabut anakmu dari dunia bermain. Dampaknya, engkau akan menemukan dunia dewasa yang kekanakkanakan," kata Elly mengutip kritikus budaya Neil Postman.

Mereka yang terlalu cepat meninggalkan dunia kanak-kanak akan tumbuh menjadi dewasa yang masih berjiwa anak-anak. Anggota DPR yang suka ribut di tempat sidang, para remaja yang suka balap motor, dan mereka yang suka kekerasan termasuk di dalamnya.

"Mereka ingin bermain karena waktu bermain mereka saat anak-anak sudah dirampas," jelasnya.

Tiada ulasan:

Catat Komen