Khamis, 10 Mei 2012

ANTARA - Hiburan

ANTARA - Hiburan


Cinta itu buta ketika berkaitan dengan uang?

Posted: 10 May 2012 04:58 AM PDT

Ilustrasi (ANTARA News/Grafis)

semakin penting bagi pasangan untuk mendiskusikan keuangannya sebelum berjalan di pelaminan

Berita Terkait

Jakarta (ANTARA News) - Ketika berkaitan dengan uang, ternyata cinta itu benar-benar buta atau setidaknya "mengganggu penglihatan", demikian kesimpulan hasil jajak pendapat yang dilakukan baru-baru ini.

Dalam sebuah jajak pendapat yang melibatkan sekitar 1.000 orang, memperlihatkan sebagian besar pasangan mengakui bahwa masalah keuangan mempengaruhi keputusan mereka untuk menikah.

Sebanyak 41 persen dari responden mengatakan kebangkrutan pasangan di masa depan, tidak akan mempengaruhi keputusan mereka untuk menikah.

Namun, sekitar sepertiga dari responden mengatakan akan membatalkan pernikahan jika pasangan mereka bangkrut. Sementara lebih dari seperempat responden menyatakan akan menunda pernikahan jika hal tersebut terjadi.

"Salah satu tantangan paling umum bagi pengantin baru adalah bagaimana menyatukan keuangan mereka," kata Carrie Braxdale, Direktur Utama di TD Ameritrade, Amerika, soal hasil jajak pendapat tersebut, seperti yang dikutip dari laman Business News Daily.

Untuk itu, Braxdale menyarankan para pasangan yang ingin mengikat tali pernikahan agar diantaranya mendiskusikan masalah keuangan mereka seperti soal utang dan investasi.

Sementara itu, informasi di TD Ameritrade Couples and Money ini
berdasarkan jajak pendapat terhadap 1.000 orang. Penelitian itu
dilakukan oleh Research Now, sebuah agensi online sampling dan pendataan.*

Editor: Heppy

COPYRIGHT © 2012

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Denny Malik: seni budaya kurang dapat perhatian

Posted: 09 May 2012 04:14 PM PDT

Penyanyi sekaligus koreografer Denny Malik. (FOTO ANTARA/Agus Apriyanto)

Berita Terkait

Jakarta (ANTARA News) - Koreografer dan penyanyi Denny Malik, menilai bahwa seni budaya masih kurang mendapat perhatian khususnya dari pemerintah.

Hal itu ia sampaikan berdasarkan pengalamannya yang mengalami kesulitan mencari dana untuk pertunjukan seni tari dan budaya Indonesia yang ia gagas sejak empat tahun yang lalu.

"Susah banget minta sponsor untuk acara budaya. Dari pemerintah juga susah, sangat menyedihkan. Tetapi itulah kenyataan. AKhirnya minta sama yang swasta juga," ujar Denny Malik saat jumpa pers usai pertunjukannya yang bertajuk "32 Tahun Kiprah Denny Malik Dalam Karya Seni Pertunjukan Budaya Adiluhung", di XXI Ballroom Djakarta Theater Building, Rabu (9/5).

Namun, setelah bergelut selama empat tahun Denny akhirnya berhasil mendapatkan sponsor dan dapat menggelar seni pertunjukan sebagai kiprahnya yang telah berkarya sejak tahun 1980.

"Sebenarnya saya sudah berkarir selama 33 tahun, awalnya jadi penari latar sejak tahun 1979. Tetapi mulai profesional tahun 1980, saat itu sudah dibayar," kata Denny yang memulai debutnya sebagai koreografer sejak usia 16 tahun dan dijuluki "koreografer muda".

Pertunjukan "32 Tahun Kiprah Denny Malik" itu sukses digelar dalam pertunjukan berdurasi sekitar dua jam yang dengan mengusung musik dan tari. Seni pertunjukan karya Denny Malik itu didukung oleh 60 penari profesional, model-model kenamaan ibukota, Titi DJ, Oeblet Etnik Orkestra, dan desainer ternama seperti Anne Avantie, Itang Yunasz serta Jazz Passay.

Pelantun single "Jalan-jalan sore" itu lebih fokus ke koreografi tari pada pertunjukannya dengan unsur tari 90 persen dan unsur nyanyi 10 persen. Ia mengaku lebih fokus pada seni tari karena menurutnya Indonesia kaya akan tarian.

"Saya nggak tahu apa jadinya kalau ini terbuang, terlupakan atau dicaplok negara lain. Ini yang satu harus kita tekankan. Saya ingin budaya Indonesia, seni tari Indonesia menjadi industri," kata Denny yang telah menciptakan hampir 100 jenis tarian itu.

Denny menambahkan bahwa kelanjutan dari pertunjukan "32 Tahun Kiprah Denny Malik" ini adalah rencana kedepan untuk melakukan misi kesenian ke mancanegara.
(M04)

Editor: Aditia Maruli

COPYRIGHT © 2012

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Tiada ulasan:

Catat Ulasan