Selasa, 6 Mac 2012

ANTARA - Peristiwa

ANTARA - Peristiwa


Mathlaul Anwar kerja sama pendidikan dengan Singapura

Posted: 06 Mar 2012 06:43 AM PST

Serang (ANTARA News) - Perguruan Pendidikan Islam Mathlaul Anwar (MA) menjalin kerja sama peningkatan pendidikan dengan Perguruan Al-Irsyad Singapura.

Ketua Perguruan Mathlaul Anwar (MA) Pusat Jihadudin di Serang, Banten, Selasa, mengatakan kerja sama MA dan Singapura tersebut bertujuan untuk peningkatan kualitas pendidikan berbasis internasional dengan mendirikan `Global School` di Kecamatan Menes, Pandeglang.

"Kerja sama yang dibangun dalam peningkatan kualitas pendidikan ini, lebih kepada manajemen sekolah dan peningkatan SDM pengajarnya," kata Jihadudin usai menyambut kedatangan Menteri Komunikasi, Informasi dan Seni Singapura Yacoob Ibrahim bersama Menkominfo RI Tifatul Sembiring.

Ia mengatakan, bentuk kerjasama peningkatan pendidikan tersebut akan dimulai dengan peletakan batu pertama pembangunan `Global School` di Menes Pandeglang oleh Menkominfo Singapura pada Rabu (7/3).

Sekolah yang akan dibangun diatas lahan 7.500 meter persegi tersebut, tahap pertama untuk penyelenggaraan jenjang pendidikan Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan Madrasah Tsanawiyah (MTS). Selanjutnya secara bertahap akan dilanjutkan ke jenjang perguruan tinggi.

"Pendidikannya lebih difokuskan pada pengembangan sains, matematika dengan standar olimpiade Internasional dan bahasa Inggris standar `Cambridge`," kata Jihadudin.

Sementara itu `Principle Consultan` Madrasah Al-Irsyad Singapura, Damanhuri Abas mengatakan, kerj asama yang dibangun antara MA dan Al-Irsyad Singapura tersebut diharapkan bisa meningkatkan kualitas manajemen pendidikan serta SDM tenaga pendidiknya.

"Kami nanti memberikan pendidikan dan pelatihan bagi tenaga pengajar Indonesia ke Singapura. Begitu juga dari aspek manajemen operasional sekolah," kata Damanhuri Abas.

(U.M045/R010)

Editor: Ruslan Burhani

COPYRIGHT © 2012

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

BNP2TKI apresiasi Macau tangani TKI

Posted: 06 Mar 2012 05:46 AM PST

Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) (ANTARA News/Lukisatrio)

Berita Terkait

Hong Kong (ANTARA News) - Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) Mohammad Jumhur Hidayat memberikan apresiasi kepada pemerintah Macau terutama dalam memberikan perlindungan kepada tenaga kerja asing termasuk TKI.

"Intinya saya mengapresiasi kepada pemerintah Macau dalam memberikan perlindungan dan kesehatan yang lebih baik bagi tenaga kerja asing," kata Jumhur mengunjungi Macau, Selasa.

Di Macau, delegasi BNP2TKI melakukan pertemuan dengan Biro Tenaga Kerja Macau dan Kantor Sumber Daya Manusia. Selain itu, rombongan juga berdialog dengan agen-agen tenaga kerja yang ada di Makau. Kunjungan ke Macau adalah bagian dari kunjungan kerja ke luar negeri (Hong Kong, Macau, Jepang, Korsel, dan Singapura).

Sebagai contoh, kata Jumhur, saat pemerintah Indonesia berkeinginan agar TKI juga ikut asuransi kematian dan kesehatan, pihak Macau mempersilakan hal itu dilakukan oleh pemerintah Indonesia.

Pihak Macau sendiri hanya mewajibkan asuransi kecelakaan bagi pekerja asing. Namun, jika pemerintah Indonesia ingin agar khusus bagi TKI juga ikut asuransi kematian dan kesehatan, tidak dilarang dan dipersilakan dimasukkan dalam kontrak kerja atau dijadikan syarat. Akan tetapi, Macau hanya mewajibkan asuransi kecelakaan.

"Buat saya negara ini sangat melindungi. Bagus," kata Kepala BNP2TKI itu.

Tenaga kerja juga diberikan kedudukan yang sejajar dengan penggunanya. Sebagai contoh, tenaga kerja nonformal boleh tinggal di rumah pengguna jasa atau di luar. "Bebas. Tergantung kontrak dan keinginan dari tenaga kerjanya," katanya.

Hal itu berarti TKI mempunyai kesejajaran dalam menentukan pilihannya. Kesejajaran itu, kata dia, bukan karena desakan dari Indonesia, melainkan dilegalkan oleh pemerintah Macau. Padahal, katanya, di negara lain TKI yang ingin libur sering susah dan kontrak kerja juga sering tidak dipatuhi.

Jumhur berharap cara-cara Macau melindungi tenaga kerja asing, terutama dari Indonesia, dapat diterapkan di negara-negara lain. "Ini yang kita ingin kembangkan di setiap negara," katanya.

Saat ini jumlah TKI yang berada di Makau sekitar 4.298 orang. Jumhur ingin agar jumlah tersebut dapat bertambah, terutama untuk tenaga kerja selain penata laksana rumah tangga.

Ia berkeinginan agar tenaga kerja Indonesia, antara lain bidang konstruksi, kesehatan, atau hospitaliti bisa masuk ke Macau.

(T.U002/D007)

Editor: Ruslan Burhani

COPYRIGHT © 2012

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Tiada ulasan:

Catat Ulasan