Ahad, 25 Mac 2012

ANTARA - Mancanegara

ANTARA - Mancanegara


Kisi KTT Arab di Irak

Posted: 25 Mar 2012 09:21 PM PDT

Baghdad (ANTARA News/AFP) - Baghdad akan menjadi tuan rumah KTT Arab pada 27-29 Maret, pertama kalinya pertemuan seperti itu diselenggarakan di Irak dalam lebih dari 20 tahun.

Berikut ini adalah masalah utama yang dihadapi dunia Arab:

- Krisis Suriah

Para pemantau mengatakan bahwa lebih dari 9.100 orang telah tewas dalam upaya penindasan brutal Suriah terhadap pemberontakan terhadap Presiden Bashar al-Assad dan rezimnya.

Pemberontakan dimulai sebagai protes tetapi sekarang telah bergeser ke konflik bersenjata antara pemberontak dan pasukan pro-rezim. Meskipun ada upaya-upaya internasional untuk mengekang

kekerasan, namun tidak menunjukkan tanda-tanda mereda.

Liga Arab memberikan suara pada 12 November untuk menghentikan Suriah, salah satu anggota pendirinya, atas tindakan keras pada perbedaan pendapat, dan telah berusaha untuk menengahi solusi

dengan kerusuhan tersebut.

Emirat Qatar, kerajaan kecil yang kaya saat ini duduk sebagai kepala Komite Liga Arab berurusan dengan peristiwa-peristiwa di Suriah, dan memimpin seruan-seruan untuk intervensi bersenjata dalam konflik di sana.

- Konsekuensi Musim Semi Arab

Para Desember 2010 peristiwa bakar diri pedagang kaki lima Tunisia memicu protes yang memaksa diktator lama berkuasa Tunisia turun dari kekuasaan dan menginspirasi pemberontakan di seluruh dunia Arab yang menggulingkan penguasa otoriter di Mesir, Libya dan Yaman, dan lain-lain yang masih berlangsung seperti di Suriah dan aksi protes secara teratur di Bahrain.

Dunia Arab masih berkutat dengan putusan itu.

- Program nuklir Iran

Ketegangan tinggi atas program nuklir Iran yang kontroversial, yang Teheran tegaskan untuk tujuan sipil, sementara banyak negara Barat menuduh Iran berusaha untuk membuat senjata nuklir.

Iran telah memperingatkan bahwa ia akan menyerang kembali jika terjadi serangan oleh AS atau Israel, dan mengancam akan mengganggu pengiriman pasokan melalui Selat Hormuz, Teluk yang sangat penting untuk pengiriman minyak global.

- Reformasi Liga Arab

Sekretaris Jenderal Nabil al-Arabi telah mengusulkan serangkaian reformasi struktural yang ditujukan untuk memperkuat Liga dan meningkatkan mekanisme pelaksanaan keputusannya.

- Perekonomian di dunia Arab

Negara-negara penghasil minyak terus mendapatkan keuntungan dari tingginya harga minyak, tetapi yang lain menderita krisis ekonomi termasuk dari runtuhnya sektor pariwisata karena protes Arab Musim Semi.

Negara-negara di kawasan ini juga menghadapi masalah yang berkaitan dengan air dan kekurangan makanan.

(H-AK)

Editor: Ella Syafputri

COPYRIGHT © 2012

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Amerika Serikat tidak punya niat musuhi Korea Utara

Posted: 25 Mar 2012 08:33 PM PDT

Seoul (ANTARA News) - Presiden Amerika Serikat, Barack Obama, mengatakan kepada para pemimpin Korea Utara, Senin, Amerika Serikat tidak memiliki niat bermusuhan terhadap mereka.
Tetapi Korea Utara harus menyerahkan persenjataan nuklir mereka. Ketegangan tetap tinggi di Semenanjung Korea di bawah pemerintah putra bungsu Kim Jong-il, dan juga penggantinya Kim Jong-un, yang masih belia usia.

"Hari ini kami mengatakan: Pyongyang, memiliki keberanian untuk mengejar perdamaian dan memberikan kehidupan yang lebih baik bagi rakyat Korea Utara," kata Obama, di Seoul.

Obama berada di Seoul sebagai salah satu partisipan KTT Pertahanan Nuklir, yang juga dihadiri Sekretaris Jenderal PBB, Ban Ki-moon.

"Saya ingin berbicara langsung dengan para pemimpin di Pyongyang. Amerika Serikat tidak memiliki niat jahat terhadap negara Anda. Kami berkomitmen untuk perdamaian," kata Obama.

Presiden Obama yang kini berada di Seoul menghadiri KTT Pertahanan Nuklir mengunjungi perbatasan antar-Korea yang tegang, dan menyebutnya sebagai "perbatasan kebebasan", sementara ia mengecam rencana Korea Utara untuk meluncurkan roket.

Konflik nuklir dengan Korea Utara dan Iran, dan peluncuran roket Pyongyang mendatang, diperkirakan akan mendominasi perhatian di sela-sela perundingan itu.

Obama mengemukakan kepada pasukan AS di satu ruang makan di Kamp Bonifas, dekat perbatasan itu, mereka adalah bagian dari satu "garis panjang" tentara yang telah membantu Korsel menjadi makmur.

"Kalian berada di perbatasan kebebasan," katanya. Perbedaan antara Korea Selatan dan Korea Utara tidak dapat dihilangkan, sama sekali tidak dapat.

AS menggelar 28.500 tentara di Korsel. Gedung Putih mengatakan kunjungan presiden itu ke zona demiliterisasi di sekitar perbatasan garis lintang utara 38 derajad itu, untuk menyampaikan penghargaannya kepada mereka dan menegaskan komitmen pada keamanan Korea Selatan.

Obama, yang berdiri di belakang satu sekat kaca tahan peluru, memandang dengan tajam ke Korea Utara melalui teropong dan mengobrol dengan para perwira militer AS.

Satu perjanjian dengan AS yang diumumkan bulan lalu menetapkan Korea Utara akan melaksanakan satu pembekuan kegiatan nuklir dan penghentian uji coba rudal dengan imbalan bantuan pangan dari AS, yang menimbulkan harapan meredanya ketegangan.

Tetapi kurang dari tiga pekan kemudian Korea Utara mengumumkan akan meluncurkan satu satelit antara 12 dan 16 April--satu rencana yang menurut AS melanggar perjanjian Februari serta resolusi-resolusi PBB.

Pyongyang melakukan uji coba senjata-senjata nuklir tahun 2006 dan 2009. AS dan negara-negara lain mengatakan peluncuran satelit yang diumumkan Pyongyang itu sesungguhnya adalah uji coba rudal-rudal yang dapat membawa hulu ledak nuklir pada masa depan.

Korea Utara mengatakan ada puluhan peluncuran satelit untuk tujuan damai di seluruh dunia setiap tahun dan setiap usaha untuk menghambat operasinya sendiri akan menimbulkan "tindakan-tindakan balasan" yang tidak disebutnya secara khusus. Korea Utara menegaskan rencananya itu tidak melanggar perjanjian dengan AS.

Pada Senin Obama akan berunding dengan Presiden China Hu Jintao dan Presiden Rusia Dmitry Medvedev di sela-sela KTT Seoul.

China adalah sekutu penting Korea Utara. China dan Rusia-- bersama dengan Korea Selatan, Jepang dan AS terlibat perundingan yang macet yang dimulai tahun 2010 menyangkut penghentian program senjata nuklir Korea Utara.

KTT Keamanan Nuklir yang akan berlangsung dua hari itu akan dipusatkan pada usaha meminimalkan ancaman terorisme senjata nuklir dan menjamin atau menghancurkan pasokan-pasokan plutonium dan uranium yang diperkaya dalam kadar tinggi dunia.

Korut mengecam KTT Seoul itu sebagai satu yang "lucu dan penuh ejekan" yang bertujuan untuk menggalang opini dunia terhadap program nuklirnya.

(H-AK/A023)

Editor: Ade Marboen

COPYRIGHT © 2012

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Tiada ulasan:

Catat Ulasan