Rabu, 28 September 2011

Sindikasi international.okezone.com

Sindikasi international.okezone.com


Anggota Tetap DK PBB Perlu Dihapus

Posted: 28 Sep 2011 06:02 AM PDT

ANKARA - Perdana Menteri (PM) Turki Recep Tayyip Erdogan mendesak dihapuskannya anggota tetap Dewan keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB).

"Sebenarnya, reformasi sangat diperlukan di PBB. Anggota tetap DK PBB harus dihapuskan," ujar PM Erdogan, seperti dikutip Trend, Rabu (28/9/2011).

PM Erdogan mengatakan, seluruh negara di dunia ini tampak seperti budak dari kelima negara anggota tetap DK PBB tersebut yang memegang hak veto.

Kepemilikan hak veto oleh lima anggota tetap DK PBB memang tampak menjadi suatu hal yang cukup menjadi perhatian masyarakat internasional. Pasalnya, bila satu negara menggunakan hak tersebut, segala macam keputusan yang ada di DK PBB akan batal.

Anggota Tetap DK PBB adalah Amerika Serikat (AS), Rusia, China, Inggris dan Prancis. Banyak yang mendesak agar kepemilikan hak veto ini ditinjau ulang karena hak tersebut dianggap membuat masalah internasional menjadi berlarut-larut.

Belakangan ini, AS pun dikabarkan akan menggunakan hak vetonya untuk menjegal tindakan Palestina yang meminta pengakuan dan keanggotaan di PBB. Apabila AS benar-benar menggunakan vetonya, upaya Palestina menjadi sia-sia.(rhs)

Militan Serbu Sekolah, 4 Pasukan Thailand Tewas

Posted: 28 Sep 2011 04:55 AM PDT

BANGKOK - Kelompok militan Thailand menyerbu sebuah sekolah yang terletak di bagian selatan Thaiand, menewaskan empat orang pasukan dan melukai satu bocah.

Sekira 18 orang militan bersenjata melepaskan tembakan di sebuah pos militer di Provinsi Narathiwat yang terletak di bagian selatan Thailand dan menewaskan empat orang pasukan. Demikian seperti diberitakan Oman Time, Rabu (28/9/2011).

Seorang bocah pelajar berusia tujuh tahun juga tewas akibat peluru yang ditembakkan oleh militan tersebut. Pelaku serangan juga mengambil lima senapan dan rompi anti-peluru dari pasukan Thailand yang tewas sebelum akhirnya lari dari tempat kejadian.

Pemberontakan di bagian selatan Thailand saat ini menjadi pokok perhatian Pemerintah Thailand yang dipimpin oleh Yingluck Shinawatra.

Amnesti Internasional, bahkan mendesak para gerilyawan agar menghentikan aksinya karena setiap serangan para militan, umumnya menewaskan warga sipil. Konflik di bagian selatan Thailand juga sudah menelan 4.300 korban jiwa. Provinsi Pattani dan Narathiwat dinobatkan sebagai wilayah yang cukup berbahaya di Thailand.(rhs)

Tiada ulasan:

Catat Komen