Sabtu, 29 Jun 2013

detikcom

detikcom


Kabut di Riau Semakin Menipis, Jarak Pandang Relatif Normal

Posted: 29 Jun 2013 01:15 PM PDT

Jakarta - Ada kabar baik dari insiden kabut asap akibat kebakaran hutan di Riau. Kabut semakin menipis dan tingkat ancamannya bagi kesehatan menjadi berkurang.

"Laporan kesehatan lingkungan yang saya terima dari petugas di Pekanbaru, Batam, Dumai dan Bagan Siapi-api,kabut terlihat tipis, jauh membaik dari minggu yg lalu," ujar Tjandra Yoga Aditama, Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Kemenkes, dalam pernyataanya, Minggu (30/6/2013).

Kabut yang tak kunjung hilang itu berkorelasi dengan ancaman terhadap kesehatan masyarakat setempat. Menurut Tjandra, angka ISPU (Indeks Standar Pencemar Udara) di Kabupaten Kota di Riau masih dibawah 100/normal, sementara laporan team DitJen P2PL di BTKL Batam juga ISPU dibawah 85. Data penyakit dari Kabid P2PL Riau, angka ISPA bulan Juni mengalami peningkatan sekitar 20 - 30% dibanding bulan sebelumnya.

"Ada 5 anjuran ke masyarakat yang masih ada gangguan asap kebakaran hutan di daerahnya," kata Tjandra.

Lima anjuran tersebut yaitu:

1. Selalu melakukan perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)
2. Batasi sedapat mungkin kontak dengan asap, misalnya bila mungkin batasi aktifitas di luar gedung, bila beraktifitas di luar maka gunakan masker, dijaga sedapat mungkin agar asap tidak masuk ke dalam rumah/gedung dll.
3. Mereka yang sudah punya penyakit kronik menahun agar kontrol ke petugas kesehatan yang biasa menangani mereka, mungkin perlu ada penyesuaian obat atau nasehat kesehatan tertentu
4. Tempat penampungan air (sumur dll) dan makanan di luar rumah agar ditutup. Makanan dan minuman dikelola dengan bersih dan jaga sanitasinya
5. Bila ada keluhan gangguan kesehatan maka segera berkonsultasi dengan petugas kesehatan terdekat.

Ngemis Sebulan, Dapat 9 Juta.. Wow.. Selengkapnya di "Reportase Pagi", Pukul 04.28-05.21, hanya di TRANS TV

(fjp/fjp)

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com

TNI Turun Tangan Bantu Atasi Konflik Polisi & Warga di Kalteng

Posted: 29 Jun 2013 12:28 PM PDT

Samarinda, - Aparat TNI diterjunkan ke lokasi perusahaan penambangan emas PT Indo Muro Kencana (IMK) di Kabupaten Murung Raya, Kalimantan Tengah, pasca bentrok warga dan Brimob, siang tadi. Situasi malam ini berangsur kondusif.

"Situasi berangsur kondusif. Selain aparat Brimob Polda Kalteng dan Polres Murung Raya, juga ada dari bantuan TNI yang di BKO-kan ke sini," kata Kapolres Murung Raya AKBP Dedy Suhartono ketika dihubungi detikcom, Sabtu (29/6/2013) malam.

Dedy menyebut PT IMK merupakan obyek vital, di mana pengamanan gabungan turut melibatkan aparat TNI untuk mengamankan karyawan PT IMK, baik itu pekerja lokal maupun pekerja asing.

"Pengamanan terhadap karyawan dan orang asing, juga untuk mengamankan aset-aset PT IMK," ujar Dedy.

Meski mengakibatkan korban luka 4 orang dari personel Satuan Brimob Polda Kalteng dan 1 dari warga setempat, hingga saat ini kepolisian belum meminta keterangan dari kedua belah pihak.

"Tapi akan ada pemeriksaan nanti, kita selidiki siapa provokator dibalik amarah massa itu. Kita akan lakukan (pemeriksaan) setelah situasi benar-benar kondusif," tutup Dedy.

Seperti diketahui, bentrok aparat Brimob Polda Kalteng dan warga Murung Raya, terjadi Sabtu (29/6/2013) siang tadi. Saat itu warga memaksa masuk ke areal perusahaan dan dihalau petugas Brimob yang sedang bertugas melakukan pengamanan. Bentrokan pun tidak bisa dihindarkan antara massa dan petugas Brimob.

Satu orang warga yang terluka tembak, mengakibatkan amukan massa lebih besar. Sebuah mobil dan bangunan milik PT IMK, dibakar massa. Sejumlah aset perusahaan pun ikut dirusak massa.

Ngemis Sebulan, Dapat 9 Juta.. Wow.. Selengkapnya di "Reportase Pagi", Pukul 04.28-05.21, hanya di TRANS TV

(fjp/fjp)

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com

Tiada ulasan:

Catat Ulasan