Rabu, 27 Mac 2013

Republika Online

Republika Online


Usia di Atas 65 Tahun Bisa Jadi Hakim MK

Posted: 27 Mar 2013 11:26 PM PDT

Kamis, 28 Maret 2013, 13:26 WIB

Republika/Yasin Habibi

Gedung Mahkamah Konstitusi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA—Mahkamah Konstitusi (MK) mengabulkan uji materiil (judicial review) Pasal 15 Ayat 2 Huruf d UU 8/2011 tentang MK. Dalam aturan tersebut disebutkan, seorang calon hakim konstitusi harus memenuhi syarat paling rendah berusia 47 tahun, dan paling tinggi 65 tahun.
 
Hakim konstitusi memasuki usia pensiun pada 70 tahun. Gara-gara aturan itu, seorang calon hakim konstitusi yang melebih usia 65 tahun tidak bisa diangkat karena terkendala batas usia maksimum 65 tahun.
 
Penggugat uji materiil adalah mantan panitera MK, Zainal Arifin Hoesein dan eks pegawai MK, Andi Muhammad Asrun. Keduanya meminta kepada MK agar merevisi pasal tersebut menjadi seorang calon hakim konstitusi harus berusia paling rendah 47 tahun dan paling tinggi 65 tahun pada saat pengangkatan pertama.
 
Ketua MK Mahfud MD mengatakan, gugatan pemohon memenuhi kedudukan hukum (legal standing). "Gugatan pemohon dikabulkan seluruhnya," kata Mahfud di gedung MK, Kamis (28/3).

Dissenting opinion

 
Dalam putusan itu, hakim konstitusi Maria Farida Indrati dan Harjono memilih dissenting opinion. Harjono menolak kedudukan hukum penggugat dengan alasan kerugian yang diderita hanya berandai-andai, tidak ada kerugian konkret.
 
Salah satu penggugat Zainal Arifin Hoesein mengatakan, dampak putusan itu membuat seorang hakim konstitusi bisa melanjutkan masa periode kedua, meski berusia di atas 65 tahun. I

Iaa mencontohkan, seseorang hakim konstitusi diangkat pada usia 61 tahun, maka masa jabatannya berakhir pada 66 tahun.
 
Jika itu terjadi sang hakim dianggap tidak bisa melanjutkan masa bakti kedua, lantaran melewati batas usia 65 tahun. "Padahal hakim konstitusi tersebut dapat dipilih kembali untuk satu kali masa jabatan," kata Zainal.

Reporter : Erik Purnama Putra
Redaktur : Ajeng Ritzki Pitakasari

Tiada beriman kepadaku orang yang bermalam (tidur) dengan kenyang sementara tetangganya lapar padahal dia mengetahui hal itu. ((HR. Al Bazzaar))

  Isi Komentar Anda

Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.

Bulls Putus Rantai Kemenangan Beruntun Miami Heat

Posted: 27 Mar 2013 11:18 PM PDT

Kamis, 28 Maret 2013, 13:18 WIB

Reuters/Aaron Harris

Pemain Miami Heat, LeBron James (kanan) dan Chris Bosh, melakukan high five saat menghadapi Toronto Raptors di laga NBA di Toronto pada Ahad (17/3).

REPUBLIKA.CO.ID, CHICAGO -- Kemenangan beruntun Miami Heat akhirnya harus putus. Chicago Bulls mematahkan rekor 27 kali kemenangan Heat dengan skor 101-97.

Dengan kekalahan tersebut, Heat gagal menyamai rekor kemenangan LA Lakers sebanyak 33 kali berturut-turut pada musim 1971-1972.

Luol Deng mencetak 28 poin, Carlos Boozer menyumbang 21 poin dan 17 rebound untuk kemenangan Bulls dan mematahkan rantai kemenangan Heat. Para pemain Heat hanya bisa tertunduk lesu menuju ruang ganti, sementara pemain Bulls bersorak atas kemenangan itu.

LeBron James yang mendapatkan pelanggaran, kembali ke lapangan di menit terakhir kuarter keempat dan mencoba untuk mencetak poin. Sampai pertandingan berakhir, Heat tak mampu menambah poin dan harus menerima kekalahan.

"Kemenangan kami hanya beberapa saat, kami merasa beruntung bisa menjadi tim yang memiliki kemenangan beruntun," ujar LeBron James dilansir dalam laman AP, Kamis (28/3).

James menyumbang 32 poin dan tujuh rebound, serta Chris Bosh mencetak 21 poin. Sedangkan Dwyane Wade yang beberapa waktu lalu absen karena cedera lutut meraih 18 poin, tujuh rebound dan dua assists.

Meskipun menelan pil pahit, kemenangan beruntun Heat berada di urutan kedua dalam sejarah NBA setelah LA Lakers. Heat hampir tak terkalahkan selama dua bulan dan mereka memenangkan permainan dengan sejumlah cara yang berbeda.

Reporter : Rizki Jaramaya
Redaktur : Ajeng Ritzki Pitakasari

Barangsiapa tidak meninggalkan kata-kata dusta dan perbuatan dusta maka Allah tidak butuh ia meninggalkan makan dan minumnya ((HR Bukhari))

  Isi Komentar Anda

Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.

Tiada ulasan:

Catat Ulasan