Selasa, 4 September 2012

KOMPAS.com - Regional

KOMPAS.com - Regional


Polda Jabar Giatkan Patroli "Cyber"

Posted: 04 Sep 2012 08:09 AM PDT

Polda Jabar Giatkan Patroli "Cyber"

Selasa, 4 September 2012 | 15:09 WIB

 BANDUNG, KOMPAS.com -- Kepolisian Daerah Jawa Barat menggiatkan patroli cyber atau pengawasan aktivitas penggunaan dunia maya yang mencurigakan di Jawa Barat.

"Terbongkarnya jaringan kejahatan teror dan kejahatan di dunia maya, Polda Jabar meningkatkan patroli cyber," kata Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Polisi Martinis Sitompul di Bandung, Selasa (4/9/2012).    

Menurut Martinus, patroli cyber dilakukan oleh Unit Cyber Crima Polda Jabar yang telah dilengkapi dengan peralatan IT yang bisa mendeteksi aktivitas dunia maya mencurigakan.    

Tim cyber crime terus melacak dan memantau lalu lintas pengases internet yang mencurigakan di dunia maya sekaligus melakukan operasi baik antisipatif maupun refresif.    

"Jaringan teroris memiliki keahlian di bidang IT, mereka jago namun menggunakannya untuk jalan yang tidak benar, kita juga lacak para peretas yang biasa meneror situs dan juga membobol transaksi keuangan," katanya.

Ia menyebutkan telah memiliki database hacker yang bisa menjadi modal untuk bisa melakukan aktivitas patroli cyber.  

"Melalui partroli cyber, kita akan mendeteksi aktivitas IT yang mencurigakan. Bila perlu, langsung melakukan pencegahan atau melakukan koordinasi dengan Mabes Polri," kata Martinus.     

Peran patroli cyber, kata dia, sangat menentukan untuk mendeteksi jaringan teroris dan juga jaringan kejahatan di dunia maya.

"Laporan dari satuan kewilayahan seperti dai Polda Jabar dan polres-polres, selanjutnya ditindaklanjuti oleh tim khusus, termasuk oleh Densus 88 Anti Teror Mabes Polri," kata Kabid Humas Polda Jabar itu menambahkan.

Tak Kunjung Sembuh, Penjual Es Gantung Diri

Posted: 04 Sep 2012 08:01 AM PDT

Tak Kunjung Sembuh, Penjual Es Gantung Diri

Penulis : Kontributor Surabaya, Achmad Faizal | Selasa, 4 September 2012 | 15:01 WIB

SURABAYA, KOMPAS.com -- Bunuh diri masih menjadi pilihan bagi seseorang yang merasa hidupnya tidak berguna lagi akibat sakit yang diderita. Di Surabaya, seorang penjual es yang tidak dapat lagi berjalan akibat penyakit reumatik dan flu tulang yang dideritanya, memilih bunuh diri dengan menggantungkan tubuhnya di dapur, Selasa (4/9/2012).

Jasad Mat Arifin (52) ditemukan warga di dapur rumahnya, di Jalan Bendul Merisi Jaya III Surabaya pagi tadi sekitar pukul 07.00 WIB. Korban yang tidak memakai baju itu mengikat lehernya dengan tali yang dikaitkan pada salah satu ruas kayu atap rumahnya.

Kepala Unit Reskrim Polsek Wonocolo Surabaya AKP Nur Suhud dikonfirmasi mengatakan, hasil olah TKP oleh tim identifikasi Polrestabes Surabaya sementara menduga, korban meninggal dua jam sebelum ditemukan yakni sekitar pukul 05.00.

''Karena saat dievakuasi, tubuh korban masih terasa hangat,'' katanya.

Menurut Nur, aksi nekat itu dilakukannya saat semua penghuni rumah korban keluar rumah untuk beraktivitas.

''Kami pastikan peristiwa ini adalah murni bunuh diri, karena tidak ada tanda-tanda kekerasan di tubuh korban,'' ungkapnya.

Mat Arifin sejak beberapa bulan terakhir tidak mampu melakukan aktivitas seperti biasa. Pedagang es keliling itu sehari-harinya hanya duduk dan tidur. ''Karena mungkin stres dan menambah beban keluarga, dia akhirnya memilih gantung diri,'' pungkasnya.

Tiada ulasan:

Catat Ulasan