Sabtu, 29 September 2012

ANTARA - Hiburan

ANTARA - Hiburan


Peserta MasterChef terbebas dari bayangan Black Team

Posted: 29 Sep 2012 05:50 AM PDT

Jakarta (ANTARA News) - Empat anggota The Black Team harus pulang setelah gagal menaklukkan tantangan dalam Black Team Royal Challenge, membebaskan lima peserta MasterChef Indonesia 2 yang tersisa dari ancaman yang selama ini membayangi.

Pada acara kompetisi yang disiarkan stasiun televisi penyelenggara pada Sabtu malam, Opik (30) yang kalah dalam tantangan membuat empat masakan berbahan ayam harus bertarung melawan seluruh anggota The Black Team yang tersisa untuk menduplikasi masakan andalan Chef Juna Rorimpandey.

Opik dan The Black Team yang terdiri atas Agus (28), Esach (21), Nurul (25) dan Zeze (20) harus menyajikan masakan modern Japanese assorted seafood, yang dibuat dengan banyak macam bahan dan beragam teknik memasak, dalam waktu dua jam.

Setelah dua jam berlalu, semua peserta berhasil menyelesaikan tantangan.

Juri yang terdiri atas Chef Juna Rorimpandey, Rinrin Marinka, dan Degan Septoadji memberikan komentar lumayan bagus kepada setiap peserta, membuat para peserta makin tegang menunggu keputusan akhir juri.

Juri memilih Agus sebagai peserta yang pertama harus pulang dan pedagang buah asal Kroya itu mengaku berbesar hati menerima keputusan para juri.

Kemudian Zeze dan Nurul harus menyusul Agus, melambaikan tangan ke arah kawan-kawannya sebelum meninggalkan Galeri MasterChef.

Esach yang sangat berharap bisa kembali masuk ke kompetisi pun harus menerima kenyataan bahwa dia akhirnya harus meninggalkan kompetisi.

"Aku terima kekalahan ini. Aku senang bisa dapat banyak pengalaman di sini," kata mahasiswa asal Sidoarjo, Jawa Timur, itu.

Sementara Opik, yang sebelumnya gagal menyelesaikan tantangan karena kurang fokus, bisa bernafas lega. Usahanya menduplikasi modern Japanese assorted seafood buatan Chef Juna berbuah manis. Juri menilai masakannya paling mirip dengan masakan Chef Juna.

"Rasanya pas, teksturnya exactly seperti yang saya mau," kata Chef Juna.

Opik pun bisa kembali berkompetisi bersama empat peserta lain yang masih bertahan, Bagus (30), Desi (39), Vera (23) dan Ken (30).

Para juri kemudian menyerahkan baju MasterChef putih kepada kelima peserta yang masih bertahan di kompetisi.

Semua mengaku bangga bisa mengenakan kemeja chef berwarna putih dengan sulaman lambang MasterChef dan nama mereka.

(*)

Lukisan "Mona Lisa muda" diperdebatkan

Posted: 28 Sep 2012 08:24 PM PDT

Jakarta (ANTARA News) - Sebuah yayasan di Swiss yakin ada bukti ilmiah untuk membuktikan Leonardo Da Vinci juga membuat lukisan Mona Lisa muda.

Yayasan Mona Lisa yang berada di Zurich mengklaim lukisan yang ditemukan pada 1913 merupakan gambaran Mona Lisa yang lebih muda dibandingkan yang terpajang di museum Louvre, Paris Prancis saat ini.

Yayasan ini mengklaim lukisan tersebut berdasarkan hasil penelitiannya selama 35 tahun.

Professor dari Oxford Martin Kemp bersikeras bahwa "sangat tidak berdasar jika berpikir bahwa ada versi muda".

Lukisan yang  disimpan di brankas bank selama lebih dari 40 tahun itu dipertontonkan kepada pers di Geneva pada Kamis.

Dikenal dengan nama Isleworth Mona Lisa, lukisan ini memperlihatkan seorang wanita yang terlihat lebih muda 10 tahun dari Mona Lisa di Louvre.

Yayasan tersebut bersikeras bahwa lukisan itu memperlihatkan wanita yang sama - Lisa del Giocondo, istri dari pedangang kaya di Florentine.

Mereka mengklaim bahwa lukisan Mona Lisa dibuat untuk suaminya, dan lukisan lainnya, 10 tahun kemudian untuk anggota keluarga Medici.

Dia bersikeras bahwa bukti sejarah, perbandingan kritis, dan tes ilmiah mendukung teori tersebut.

"Tidak ada satu bukti ilmiah pun yang bisa membuktikan bahwa lukisan ini bukan lukisan Leonardo Da Vinci," kata anggota yayasan dan pengamat sejarah Stanley Feldman pada Kamis seperti dikutip oleh BBC.

"Kami sudah memeriksa lukisan ini dari sudut yang relevan dan akumulasi informasi semuanya menunjuk bahwa lukisan ini merupakan lukisan awal dari Giaconda (Mona Lisa) di Louvre," katanya.

Dirilisnya lukisan ini juga disertai dengan peluncuran buku berjudul edisi awal Mona Lisa - Leonardo.

Lukisan ini ditemukan di Somerset, rumah seorang bangsawan pada tahun 1913 oleh kolektor seni Hugh Blaker, yang membawa lukisan tersebut ke studionya di Isleworth di barat daya London, kemudian dibeli oleh ahli seni Amerika Henry Pulitzer pada tahun 1960.

Sewaktu lukisan tersebut masih menjadi miliknya dan disimpan di bank Swiss, Pulitzer menulis dan mempublikasikan buku berjudul "Where is the Mona Lisa?"

Dalam buku itu, dia mempresentasikan kasus bahwa lukisan tersebut merupakan lukisan Lisa del Giocondo oleh Leonardo Da Vinci yang belum selesai.

Lukisan ini dimiliki oleh konsorsium tanpa nama, sehingga membuat tidak jelas siapa yang akan menerima keuntungan dari dipamerkannya lukisan ini.

Ahli terkemuka Alessandro Vezzosi, direktur dari Museo Ideale Leonardo da Vinci, mendukung dua versi tesis dari yayasan.

Namun Professor Kemp, yang bekerja untuk mengidentifikasi hasil karya Leonardo Da Vinci pada tahun 2010, mengatakan bahwa ini hanyalah tiruan.

"Isleworth Mona Lisa salah mengartikan kehalusan rincian dari lukisan aslinya, termasuk penutup model, rambut, lapisan baju, struktur tangan," katanya.

"Atmosfir pemandangannya kurang halus. Kepalanya, seperti tiruan lainnya, tidak bisa menangkap kedalaman yang dimaksud dari lukisan asli," katanya.

Professor Kemp juga menunjukkan bahwa versi Isleworth ini dibuat di atas kanvas, sedangkan Da Vinci lebih memilih kayu.

"Analisis ilmiah di negara manapun bisa saja mengatakan bahwa ini milik Leonardo. Namun reflektor sinar infra merah dan x-ray secara jelas mengatakan bahwa ini bukan milik Leonardo," katanya.

Stanley Feldman mengetahui kontroversi di sekitar lukisan itu mengatakan "Selalu ada orang yang menyimpulkan lukisan ini tiruan" katanya.

"Kami menyambut setiap diskusi dan bukti baru yang bisa mendukung lukisan ini,  apapun kesimpulannya ," katanya.

(dny)

Tiada ulasan:

Catat Ulasan