Rabu, 9 Mei 2012

Sindikasi welcomepage.okezone.com

Sindikasi welcomepage.okezone.com


Politikus PPP Sering Ditawari Senpi USD6.000

Posted: 09 May 2012 01:37 AM PDT

JAKARTA - Anggota DPR dari fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Arwani Thomafi, mengaku dirinya pernah ditawari senjata api oleh seseorang. Namun dia enggan untuk menerima tawaran tersebut.

"Saya pernah juga ditawari kisaran 6.000 dolar satu paket karena saya tidak tertarik. Nanti saya nggak bisa pakai malah. Izinnya kan memang terpisah hanya membantu mengurus," tuturnya kepada wartawan di DPR, Jakarta, Rabu (09/05/2012).

Namun wakil sekretaris fraksi PPP ini enggan untuk mengatakan siapa pihak yang menawarinya senjata api. "Iseng-iseng aja tamu-tamu itu kan sering nawari saya sudah lupa itu kapan," lanjutnya.

Menanggapi banyaknya anggota DPR yang memiliki senjata api, Arwani mengatakan tidak seharusnya mereka memiliki senjata api. "Saya pribadi juga lebih baik anggota DPR tidak perlu memiliki senjata. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan kok," imbaunya.

Selain masalah perizinan kepemilikan, menurut Arwani yang perlu dibatasi terkait peredaran senjata api adalah juga perihal impor senjata api.

"Sebenarnya kalau dirunut itu kan ada dua pintunya. Yang pertama itu izin dari kepolisian, dan yang kedua keberadaan pasokan senjata ini. Jadi yang perlu diperhatikan adalah izin impor senjata terutama untuk warga sipil harus disetop dulu lah," pungkasnya.
(ugo)

"Indonesia, Negara Miskin yang Berfoya-foya"

Posted: 09 May 2012 01:34 AM PDT

JAKARTA - Penggunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi yang cenderung meningkat telah memberatkan anggaran negara. Pasalnya, BBM bersubsidi masih didatangkan dari luar negeri alias impor.

Anggota Dewan Energi Nasional (DEN) Nina Sapti Triaswati mengungkapkan, Indonesia seharusnya lebih mengedepankan pada pengalihan BBM ke energi alternatif lainnya seperti gas atau tenaga surya.

"Kita ini negara miskin yang berfoya-foya, miskin minyak tapi foya-foya minyak," tegas Istri Almarhum Wakil Menteri ESDM Widjajono Partowidagdo ini, usai mengikuti diskusi bertema 'Wasiat Wamen ESDM' di Gedung Sekretariat Kabinet, Jakarta, Rabu (9/5/2012).

Menurut dia, jika memang ingin bersikap seperti negara kaya, maka harus menggunakan kekayaan yang melimpah di Indonesia. "Ada gas, ada batu bara, ada energi surya. Sedangkan yang migas ditinggalkan," tuturnya.

Menurut Nina, hal ini merupakan target almarhum Widjajono Partowidagdo kala masih menjabat sebagai Wakil Menteri ESDM. Dia mengatakan, suaminya menginginkan Indonesia meninggalkan migas dan beralih pada energi alternatif. "Pesan ini ditinggalkan (agar) kita ganti bahan bakar gas, tenaga surya," tutupnya. (mrt)

Tiada ulasan:

Catat Komen