Selasa, 8 Mei 2012

Sindikasi welcomepage.okezone.com

Sindikasi welcomepage.okezone.com


Sebaiknya Anggota DPR Tak Bersenjata Api

Posted: 08 May 2012 01:41 AM PDT

JAKARTA - Wakil Ketua DPR Priyo Budi Santoso menyarankan anggota DPR tidak menggunakan senjata api untuk mengantipasi ancaman pihak-pihak tertentu.
 
Anggota DPR lebih baik melapor ke polisi jika memang menerima ancaman. "Mungkin lebih baik kalau ada pihak-pihak yang meneror sebaiknya meminta aparat Kepolisian untuk melakukan mengawalnya. Mengawalnya bisa saja dengan baju biasa, baju preman," kata dia, Selasa (8/4/2012).
 
Meski demikian, Priyo tidak mempermasalahkan jika ada anggota dewan yang membeli senjata api. Dia yakin anggota DPR sudah tahu risiko dan pasti akan menggunakannya dengan lebih berhati-hati.
 
"Saya tidak tahu bawa senjata kadang kala kan bawannya kan lain, meskipun kalau (anggota) parlemen atau lain-lain dari segi psikologi mungkin sudah cukup matang karena tahu risikonya. Tapi lebih baik enggak usah bawa. Saya sarankan tidak perlu. Ini pendapat pribadi," jelasnya.
 
"Silakan saja masing-masing tetapi kalau anggota DPR atau jenderal purnawirawan saya kira juga punya tingkat psikologi tertentu yang juga tidak mungkin (bertingkah seolah-olah) jagoan di tempat umum karena itu berisiko. Risiko namanya jatuh, risiko reputasinya ambruk," pungkasnya.

(abe)

51 Imigran Gelap Kabur dari Rudenim Manado

Posted: 08 May 2012 01:40 AM PDT

MANADO - Sebanyak 51 imigran gelap asal Afganistan dan Iran, melarikan diri dari Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Manado, Sulawesi Utara. Mereka kabur dari terowongan sepanjang 25 meter di bawah tanah yang menembus hingga keluar pagar bagian belakangan kantor.

Plt. Kepala Rudenim Manado Otje Tanos, mengatakan upaya kabur ke-51 imigran tersebut tertata dengan baik, lantaran tidak terdeteksi petugas yang melakukan penjagaan. Petugas baru menyadari adanya imigran kabur setelah mendapat laporan dari warga dan imigran lain yang merasa kehilangan rekan mereka.

"Masyarakat menemukan pakaian kotor dan laporan dari imigran lain yang kehilangan rekan mereka karena tidak ada di tahanan," ujar Otje, Selasa (8/5/2012).

Otje menjelaskan, para imigran kabur setelah menggali lubang kamar sedalam dua meter hingga membentuk terowongan bawah tanah sepanjang dua puluh lima meter. Diduga para imigran menggunakan sendok dan garpu untuk memuluskan rencana tersebut.

Para imigran yang berada di Rudenim itu, sebagian besar merupakan pencari suaka ke Australia karena kondisi negara mereka yang didera konflik. Pada umumnya, mereka juga menunggu sertifikat United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR) karena tidak memiliki dokemen resmi apapun.

(Efendi Labenjang/Sindo TV/ris)

Tiada ulasan:

Catat Ulasan