Ahad, 19 Februari 2012

KOMPAS.com - Regional

KOMPAS.com - Regional


Tahun Ini Pesawaran Aman dari Flu Burung

Posted: 19 Feb 2012 07:19 AM PST

Kesehatan

Tahun Ini Pesawaran Aman dari Flu Burung

Yulvianus Harjono | Marcus Suprihadi | Minggu, 19 Februari 2012 | 15:19 WIB

BANDAR LAMPUNG, KOMPAS.com- Berbeda dengan kondisi tahun lalu, pada awal 2012 ini, Kabupaten Pesawaran, Lampung, relatif masih aman dari serangan avian influenza, baik pada unggas dan manusia.

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Pesawaran Lukmansyah, Minggu (19/2/2012), mengatakan, pada tahun ini belum ada laporan kematian unggas akibat virus H5N1.

"Untuk sementara ini belum ada laporan (kasus kematian unggas akibat H5N1). Yang lagi marak malah DBD (demam bedarah dengue)," tuturnya.

Tahun 2011 lalu, avian influenza menyerang ratusan unggas di enam kecamatan di daerah otonomi baru pemekaran dari Lampun Selatan ini. Pesawaran merupakan salah satu daerah endemis avian influenza di Lampung.

Wiji Tukang Pijat yang Gemulai

Posted: 19 Feb 2012 05:38 AM PST

KEDIRI, KOMPAS.com — Wiji Subekti (60), terduga korban pembunuhan di Nganjuk, Jawa Timur, berprofesi sebagai tukang pijat. Duda yang dikenal bertingkah gemulai itu menjalani profesinya sejak datang di Kediri. Wiji, asli kelahiran Kediri, tetapi ia lama tinggal di luar kota karena bekerja di sebuah pabrik. Duda dua anak itu lalu pulang ke Kediri dan tinggal bersama Suryanto, adik kandungya.

Lelah menganggur, dia lantas menekuni profesi sebagai tukang pijat. "Ya 3 tahunan ini dia menjadi tukang pijat," kata Suparni, kakak Wiji, Minggu (19/2/2012).

Menurut Suparni, sejak membuka jasa pijat, pelanggan Wiji tergolong banyak. "Ada yang datang langsung ke rumahnya, ada yang cukup memanggil melalui SMS. Orangnya supel dan kemayu," imbuh Suparni lagi.

Pada hari naasnya, Senin (5/9/2011), Wiji memberi tahu keluarga akan memijat seseorang yang telah menghubunginya melalui SMS. Hari itu, sekitar pukul 05.00, Wiji sudah pamit kepada keluarganya. "Jam 5 habis subuhan berangkat, katanya ya mau mijit," kata Suparni.

Hal itu diperkuat penuturan Siswadi (49), tetangga Wiji, yang menyaksikan Wiji hendak naik bus di Jalan Raya Mojoroto arah Nganjuk. "Saya tanya katanya mau mijat," kata Siswadi.

Siang hari, sekitar pukul 11.00, keluarga mendapat kabar bahwa Wiji mengalami kecelakaan di Pace, Nganjuk. Keluarga yang menjemputnya mendapatinya dalam keadaan teler dan kemudian dibawa pulang. Keluarga sempat merawat beberapa jam hingga Wiji mengembuskan napas terakhir, Selasa (6/9/2011) sekitar pukul 01.00. Wiji lantas dimakamkan di pemakaman umum Kelurahan Mojoroto, Kota Kediri, tanpa dilaporkan kepada pihak berwajib.

Sebelumnya, Mujianto (24), warga Dusun Pule, Desa Jatikapur, Kecamatan Tarokan, Kabupaten Kediri, menjadi tersangka pembunuhan berantai dengan motif asmara sesama jenis di Nganjuk, Jawa Timur. Tersangka mengaku meracun 15 pria korbannya. Motifnya cemburu karena para korban diduga pesaingnya dalam mencintai Joko Suprianto, pria yang diakui kekasihnya.

Hingga kini Polres Nganjuk baru mengidentifikasi enam korban dengan rincian empat tewas dan dua korban selamat. Dari korban selamat itu polisi dapat menguak kasus ini.

Tiada ulasan:

Catat Komen