Isnin, 23 Januari 2012

ANTARA - Hiburan

ANTARA - Hiburan


Angkasa Pura Depati Amir Pangkalpinang gelar baraongsai

Posted: 23 Jan 2012 06:00 AM PST

Replika barongsai. (ANTARA/Henky Mohari)

Berita Terkait

Pangkalpinang (ANTARA News) - PT Angkasa Pura II Bandara Depati Amir Pangkalpinang, Provinsi Bangka Belitung (Babel) menyambut perayaan tahun baru Imlek pada Senin mengelar pertunjukan kesenian barongsai untuk menghibur calon penumpang pesawat udara di bandara tersebut.

"Pertunjukan kesenian barongsai merupakan agenda khusus menyambut dan memeriahkan Tahun Baru Imlek 2563," ujar Kepala Divisi Operasi PT AP II Bandara Depati Amir Pangkalpinang, Agus Maulana, di Pangkalpinang, Senin.

Atraksi kesenian Barongsai Kim San tersebut terlihat memberikan perhatian kepada penumpang pesawat udara yang tiba maupun yang akan bepergian melalui Bandara Depati Amir.

Banyak penumpang yang memberikan amplop merah (angpao) kepada pemain Barong Sai Kim San.

Menurut Agus Maulana, pertunjukan kesenian barongsai ini, tidak hanya digelar manajemen PT Angkasa Pura II Depati Amir, tetapi juga digelar di Bandara Soekarno-Hatta dan bandara-bandara daerah lain.

"Kegiatan ini dimulai pukul 08.00 WIB hingga pukul 12.00 WIB dan kegiatan kesenian barongsai ini merupakan partisipasi perusahaan dalam menyambut datangnya Tahun Baru Imlek, sekaligus memberikan hiburan bagi seluruh seluruh pengguna jasa bandara," ujarnya.

Ia mengatakan, maka ke masa depannya pada hari-hari besar keagamaan, maupun agenda besar lainnya, PT Angkasa Pura akan selalu menyiapkan agenda khusus untuk menghibur calon penumpang, sehingga penguna jasa bandara terpuaskan.

"Kami antusias mengelar kegiatan-kegiatan khusus untuk memeriahkan perayaan keagamaan tersebut, seperti momentum Ramadhan, Idul Fitri, Natal dan perayaan hari besar agama lainnya," ujarnya.

Ia menjelaskan, selama Imlek calon penumpang yang akan berangkat maupun tiba di Depati Amir Pangkalpinang mengalami peningkatan sebesar lima persen jika dibandingkan jumlah penumpang tiga hari sebelum Imlek.

"Peningkatan penumpang pesawat udara di Depati Amir Pangkalpinang, mulai mengalami peningkatan pada Jumat (20/1) hingga pada hari H Imlek, Rabu (23/1) dan diperkirakan calon penumpang akan mengalami peningkatan hingga Kamis (26/1)," ujarnya.

Menurut dia, dalam dua tahun terakhir, jumlah penumpang pesawat udara di Bandara Depati Amir pada moment Imlek lebih tinggi jika dibandingkan momentum Cheng Beng dan peringatan hari besar keagamaan Konghucu lainnya.

"Untuk saat ini, pihak maskapai penerbangan belum ada mengajukan penambahan penerbangan dan belum ada terjadi penumpukan calon penumpang di terminal bandara, semua berjalan lancar, aman dan tertib," ujarnya.

Ia mengatakan, jumlah perusahaan maskapai penerbangan di Depati Amir Pangkalpinang sebanyak delapan maskapai penerbangan, yakni Sriwijaya Air, Garuda Indonesia Air, Lion Air, Batavia Air, Sky Aviation, Pacific Roya, Avia Star dan Merpati Air.

"Adapun pergerakan maskapai penerbangan tersebut yakni Sriwijaya Air Jakarta-Pangkalpinang enam kali, Tujuan Palembang-Pangkalpinang dua kali.

Lion Air Jakarta-Pangkalpinang tiga kali, Batavia Air Jakarta-Pangkapinang dua kali, Garuda Indonesia Air Jakarta- Pangkapinang dua kali, Sky Air dua kali, dengan total pergerakan sebanyak 37 pergerakan pesawat per hari dan itu dilakukan pulang-pergi, ujarnya. (*)

Editor: Priyambodo RH

COPYRIGHT © 2012

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Full content generated by Get Full RSS.

Libur Imlek saatnya wisata ke pantai

Posted: 23 Jan 2012 12:01 AM PST

Ilustrasi (FOTO ANTARA/Oky Lukmansyah)

Berita Terkait

Manado (ANTARA News) - Libur tahun baru Imlek dimanfaatkan masyarakat di Kota Manado dan sekitarnya untuk berwisata di sepanjang pantai Malalayang.

Irene, salah satu warga Minahasa di Manado, Senin mengatakan, pantai dipilih sebagai tempat wisata, selain karena keindahan alamnya yang asri dan enak dipandang, membuat hati menjadi tenang, juga karena tidak butuh biaya besar.

Paulus, warga Manado yang berkunjung ke Pantai Bulo, mengatakan, wisata pantai selain dapat menikmati alam, juga bisa berenang di air asin yang diyakini bisa menyembuhkan beberapa penyakit kulit.

Masyarakat yang berwisata di hari Imlek ini, kata Johanis, warga Kecamatan Tombulu, sebagian besar adalah mereka yang tidak merayakan Imlek.

"Kesempatan libur ini merupakan waktu terbaik untuk menghindarkan dari kepenatan kehidupan setiap hari," kata sopir angkutan Kota Manado tersebut.

Pantai Bulo masih masuk wilayah Kabupaten Minahasa, dan setiap hari Sabtu dan Minggu serta hari libur dipadati ribuan warga datang dari berbagai daerah di Sulut seperti yang terjadi pada Imlek tahun ini.

Tempat wisata tersebut masih satu hamparan dengan pantai Malalayang yang dijadikan tempat wisata unggulan Pemerintah Kabupaten Minahasa dan Kota Manado. (ANT)

Editor: Desy Saputra

COPYRIGHT © 2012

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Full content generated by Get Full RSS.

Tiada ulasan:

Catat Komen