Selasa, 1 November 2011

KOMPAS.com - Regional

KOMPAS.com - Regional


Lahar Dingin Merapi Masih Mengancam

Posted: 01 Nov 2011 07:56 AM PDT

Lahar Dingin Merapi Masih Mengancam

Aloysius Budi Kurniawan | Nasru Alam Aziz | Selasa, 1 November 2011 | 14:56 WIB

YOGYAKARTA, KOMPAS.com -- Dari 140 juta meter kubik hasil erupsi Merapi 2010, saat ini diperkirakan masih ada 90 juta meter kubik material piroklastik di lereng Merapi. Karena itu, ancaman lahar dingin masih mengincar masyarakat dan infrastruktur di sepanjang 15 sungai sekitar Merapi.  

"Memasuki musim hujan, masyarakat di lereng Gunungapi Merapi kami minta meningkatkan kewaspadaan. Di Magelang (Jawa Tengah) kini sudah ditetapkan Siaga I bahaya lahar dingin," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho, Selasa (1/11/2011) di Yogyakarta.

Sekitar 50 persen material vulkanik sekarang berada di lereng selatan Merapi dan dapat mengalir menjadi lahar dingin ke Kali Woro, Kali Gendol, Kali Opak, dan Kali Boyong. Sementara itu, sebanyak 50 persen material vulkanik juga masih berada di sisi barat yang berpotensi mengarah ke Kali Krasak, Kali Putih, Kali Lamat dan Kali Pabelan.

Full content generated by Get Full RSS.

Pengedar Sabu Ditangkap

Posted: 01 Nov 2011 07:53 AM PDT

Diduga Jaringan Nusakambangan

Pengedar Sabu Ditangkap

Gregorius Magnus Finesso | Marcus Suprihadi | Selasa, 1 November 2011 | 14:53 WIB

CILACAP, KOMPAS.com- Petugas Kepolisian Resor Cilacap, Jawa Tengah, kembali menangkap seorang tersangka pengedar narkotika jenis sabu. Diduga kuat, tersangka termasuk dalam jaringan sindikat narkotika yang dikendalikan dari dalam Lembaga Pemasyarakatan Pulau Nusakambangan.

Kepala Sub Bagian Humas Polres Cilacap Ajun Komisaris Polisi Siti Khayati, Selasa (1/11/2011) mengatakan, pihak Satuan Reserse Narkoba Polres Cilacap membekuk Nanang Dwiyanto (34) pada pekan lalu dengan barang bukti sau seberat sembilan gram.

"Seluruh sabu dimasukkan dalam 17 kantong plastik kecil. Selain itu kami juga mengamankan satu unit timbangan dan sepeda motor," terangnya.

Menurut Kepala Satuan Reserse Narkoba Polres Cilacap, Ajun Komisaris Polisi Anung Suyadi, tersangka Nanang diduga termasuk dalam jaringan narkotika Nusakambangan. "Pengedaran barangnya memang masih di wilayah Cilacap. Namun, dugaan sementara, pelaku mendapat informasi dan bisa mendapatkan sabu untuk dijual dari para narapidana di LP Nusakambangan," jelas Anung.

Untuk itu, polisi terus mengembangkan penyelidikan. Meskipun demikian Anung tidak bisa membeberkan rencana operasi yang akan dilakukan karena mengingat sindikat narkotika di LP Nusakambangan sudah terbentuk sangat rapi dan sulit dibongkar.

Full content generated by Get Full RSS.

Tiada ulasan:

Catat Komen