Isnin, 10 Oktober 2011

Sindikasi international.okezone.com

Sindikasi international.okezone.com


Palestina Ajukan Betlehem Sebagai Situs Warisan Dunia

Posted: 10 Oct 2011 06:03 AM PDT

RAMALLAH - Palestina akan mengajukan Bethlehem ke Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa Bidang Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Budaya (UNESCO) sebagai situs Warisan Dunia.

Pejabat Otoritas Palestina Hamdan Taha mengatakan, keanggotaan Palestina di UNESCO adalah sebuah hak natural. UNESCO pada pekan lalu juga sudah menetapkan Palestina sebagai anggota penuhnya, meski banyak pihak yang mengecam pemberian keanggotaan tersebut.

"Keanggotaan Palestina di UNESCO merupakan bentuk dari hak dan keadilan. Mengapa Palestina harus selalu tertinggal di belakang?" ujar Taha, seperti dikutip Reuters, Senin (10/10/2011).

Taha juga menegaskan, setelah mendapatkan keanggotaan UNESCO, Palestina akan meminta status Warisan Dunia untuk Bethlehem yang dinyatakan sebagai tempat kelahiran Nabi Isa. Permintaan status ini sebelumnya ditolak karena Palestina belum menjadi negara anggota penuh UNESCO.

"Kami akan mendesak Komite Warisan Dunia untuk menerima aplikasi ini, kami harapkan Bethlehem dan situs lainnya akan masuk ke dalam Warisan Dunia," ujar Taha.

Selain Bethlehem, Palestina juga akan menawarkan beberapa situs bersejarah lainnya yang ada di wilayah yang saat ini masih diduduki oleh Israel.(rhs)

Full content generated by Get Full RSS.

Uni Eropa: Mesir Harus Hormati Kaum Minoritas

Posted: 10 Oct 2011 04:03 AM PDT

LUXEMBOURG - Uni Eropa menegaskan, Mesir harus menghormati para kaum minoritas, sebagai bentuk dari demokrasi yang sesungguhnya. Pernyataan Uni Eropa muncul untuk menyikapi bentrokan sektarian di Mesir.

Menteri Luar Negeri Uni Eropa Catherine Ashton menyatakan kekhawatirannya terhadap nasib kaum minoritas di Mesir yang menjadi korban serangan tersebut.

"Kebebasan dari berekspresi dan beragama adalah hal yang paling mendasar dalam HAM," ujar Catherine Ashton, seperti dikutip Deutsche Presse, Senin (10/10/2011).

"Mesir harus melakukan reformasi politik dan ekonomi agar dapat menjadi negara demokrasi yang sesungguhnya," tandasnya.

Kerusuhan yang terjadi pada Minggu kemarin di Mesir menyebabkan 24 orang tewas dan 200 lainnya terluka. Kerusuhan ini menjadi peristiwa terparah sejak mantan Presiden Mesir Husni Mubarak digulingkan dari jabatannya pada Februari lalu.

Setelah kerusuhan berlangsung, puluhan orang dikabarkan telah ditahan oleh pihak yang berwenang di Mesir. Pemakaman para korban juga dilakukan hari ini.

Bentrokan ini terjadi ketika adanya protes damai yang dilakukan oleh warga Kristen Koptik Mesir. Mereka memprotes serangan terhadap kaumnya di negaranya. Sekira 1.000 pasukan pun dikerahkan oleh Pemerintah Mesir untuk berjaga-jaga.(rhs)

Full content generated by Get Full RSS.

Tiada ulasan:

Catat Komen