Isnin, 10 Oktober 2011

KOMPAS.com - Regional

KOMPAS.com - Regional


800 Personel Polisi Ditarik dari Poso

Posted: 10 Oct 2011 08:56 AM PDT

800 Personel Polisi Ditarik dari Poso

Reny Sri Ayu Taslim | Robert Adhi Ksp | Senin, 10 Oktober 2011 | 15:56 WIB

KOMPAS/RENY SRI AYU

Petugas penjinak bom Gegana Polda Sulteng memeriksa bom rakitan yang ditemukan di kawasan wisata Pantai Kapal Kapompa, Kelurahan Madale, Poso Kota Utara, Sulteng. Dari 12 bom rakitan yang ditemukan, lima di antaranya bom aktif siap ledak dan tujuh bom lainnya belum dipasangi detonator.

TERKAIT:

PALU, KOMPAS.com - Sekitar 800 personel yang selama ini di BKO- bawah kendali operasi- kan di Kabupaten Poso, saat ini sudah ditarik. Penarikan ini membuat banyak pos polisi di Poso kosong. Penarikan ini disesalkan mengingat kondisi Poso kendati aman, tetap membutuhkan penambahan personel keamanan.

Penarikan ini membuat pihak Polda Sulteng kesulitan mengatur penugasan personel ke sejumlah daerah.

-- Dewa Parsana

Demikian dikatakan Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah Brigjen Dewa Parsana di Palu, Senin (10/10/2011). Penarikan ini membuat pihak Polda Sulteng kesulitan mengatur penugasan personel ke sejumlah daerah. Pasalnya, selama ini jika ada daerah yang membutuhkan penambahan atau dukungan personel polisi, biasanya diambil dari Poso.

Saat ini, bagaimana mau mengambil pasukan dari Poso untuk diperbantukan ke daerah lain kalau Poso saja sudah kurang personelnya. Ada 800-an yang ditarik. Makanya sekarang banyak pos polisi yang kosong. Memang kondisi Poso aman, tapi untuk banyak pertimbangan, harusnya penarikan tidak dilakukan apalagi dengan jumlah sebanyak itu, kata Kapolda.

Ketua Komisi I DPRD Sulteng Sri Indraningsih Lalusu juga menyesalkan penarikan ini. Harusnya Kapolri memerhatikan persoalan keamanan rakyat Sulteng. Kamis dari DPRD sangat menyayangkan hal ini. Saat situasi sedang butuh perhatian, justru personel dikurangi. Belum lagi jabatan-jabatan yang kosong. Kami minta kapolri memerhatikan hal ini, katanya.

Selama ini pembentukan beberapa kompi di Poso dan penugasan ratusan personel tidak lepas dari sejarah konflik horisontal di wilayah ini. Pascakonflik, wilayah ini diduga menjadi basis pelatihan dan perekrutan anggota kelompok yang diduga teroris. Sejumlah wilayah terpencil di Poso diduga dijadikan tempat latihan mil iter bagi kelompok-kelompok teroris.

Kasus penembakan dua anggota polisi di Kantor Cabang Bank BCA Kota Palu di jalan Emmy Saelan bulan Juni lalu misalnya, pelakunya adalah orang Poso. Pascapenembakan, aparat Polda Sulteng dan Densus 88 mengejar pelaku di Poso. Dua pelaku yang akhirnya ditangkap adalah warga Poso dan dua pelaku lainnya ditembak mati di Poso dalam upaya pelariannya ke wilayah ini.

 

Perpanjangan Terminal Bandara Palembang Belum Tuntas

Posted: 10 Oct 2011 08:30 AM PDT

Perpanjangan Terminal Bandara Palembang Belum Tuntas

Jannes Eudes Wawa | Robert Adhi Ksp | Senin, 10 Oktober 2011 | 15:30 WIB

PALEMBANG, KOMPAS.com - Perpanjangan terminal penumpang Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang hingga kini belum tuntas. Padahal, pelaksanaan SEA Games XXVI tinggal tiga pekan lagi.

Pengamatan Kompas di lapangan, Senin (10/10/2011) proyek itu melakukan penyambungan fisik dengan terminal yang sebelumnya. Garbarata yang menjadi tempat yang digunakan untuk menaikkan dan menurunkan penrumpang dari pesawat juga sudah terpasang.

Namun, puluhan pekerja tampak masih mengerjakan fisik pada bagian atap, bagian dalam dan luar bangunan terminal, serta bagian lantai dasar. Yudi, warga Palembang, mengharapkan, proyek perpanjangan terminal bandara ini bisa segera dituntaskan.

"Kalau tiap hari orang datang ke Palembang, saat turun dari pesawat saja langsung melihat pengerjaan proyek ini yang belum tuntas langsung memberi kekhawatiran jika SEA Games ini bakal batal digelar. Ini yang memprihatinkan," kata Yudi.

Tiada ulasan:

Catat Komen