Isnin, 10 Oktober 2011

Republika Online

Republika Online


Mengenal Varian Pasta

Posted: 10 Oct 2011 03:24 AM PDT

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Pasta adalah makanan tradisional Italia. Aslinya, pasta terbuat dari durum, atau tepung semolina yang dicampur dengan telur dan air, dibentuk menjadi mi dan dimasak menggunakan bumbu saus sebelum akhirnya dihidangkan untuk disantap.

Namun, di luar yang kita kenal, pasta ternyata banyak variannya. Tak hanya bentuk dan ukuran, pasta juga dipilah berdasar bahan pembuatnya dan rasanya. Juga, ada pasta kering dan basah, alias segar.

Semua, punya keunggulan masing-masing. Jika pasta kering lebih tahan lama, pasta basah atau segar lebih enak rasanya.


Ukuran

Ada ratusan ukuran dan bentuk pasta. Ada yang berbentuk panjang seperti yang jamak kita kenal, atau berbentuk makaroni, hingga seukuran beras. Beberapa jenis pasta juga diberi nama berdasar bentuknya. Pasta linguine, misalnya, merujuk pada bentuknya yang mirip lidah tapi kecil ukurannya; ouscous, adalah pasta yang dibuar mirip kita membuat cendol; dan gnocchi yaitu pasta yang terbuat dari kentang.

Rasa

Pasta juga dipilah berdasar varian warna dan rasa. Yang paling terkenal adalah pasta hijau, yang dibuat dengan mencampurkan ekstrak bayam, pasta merah dengan mencampur tomat saat membuatnya, dan pasta hitam yang dibuat dengan mencampurkan 'tinta' cumi-cumi.

Ada juga pasta yang dibuat dengan mencampurkan jalapeno, paprika hijau khas Meksiko hingga pasta jamur. . These pastas are made by mixing ground or

Pasta non-terigu

Pasta ini khusus diciptakan bagi mereka yang alergi pada gluten, bahan yang ada pada terigu. Pasta buckwheat adalah pasta yang bebas gluten. Ada juga pasta yang terbuat dari beras dan bahan non-terigu lainnya.

Pasta sehat

Karena terbuat dari terigu, maka pasta umumnya mengandung karbohidrat dan memiliki indeks glikemik yang tinggi. Kini, produsen pasta membuat varian yang mereka sebut lebih menyehatkan, terbuat dari gandum utuh sehingga lebih kaya serat dan mengandung banyak vitamin dan mineral yang diperlukan tubuh.

Pasta diperkaya

Pasta, kendati nantinya disajikan dengan suas dan biasanya ditambah potongan daging dan keju mezarella, banyak yang diperkaya. Caranya, dalam adonannya ditambahkan keju, herbal, atau bahan-bahan klasik Italia lainnya. Di Italia dikenal ada pasta Agnolotti, yaitu pasta yang diperkaya dengan bahan yang disebut  mezzaluna.

Full content generated by Get Full RSS.

Memprihatinkan, Tren Penyakit Thalasemia Terus Meningkat

Posted: 10 Oct 2011 02:55 AM PDT

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR - Ketua Umum Perhimpunan Orangtua Penderita Thalasemia Indonesia (POPTI) cabang Bogor dr Djoko Setionegoro menyebutkan, tren peningkatan penyakit thalasemia dikalangan masyarakat terus meningkat setiap tahunnya.

"Peningatakan tiap tahunya mencapai 5 hingga 10 persen di Indonesia, sedangkan di Jawa Barat, setiap 3.000 kelahiran bayi, kemungkinan 300 bayi diantaranya menderita penyakit thalasemia tersebut," kata dr Djoko Setionegoro, di Bogor, Senin.

Djoko menjelaskan, pengenalan tentang thalasemia masih kurang ditengah masyarakat. Banyak masyarakat yang belum mengenal penyakit kelainan darah tersebut.

Thalasemia merupakan penyakit kelainan darah yang diturunkan dari orang tua secara genetik yang dibedakan menjadi thalasemia minor (pembawa sifat/hidup normal) dan Thalasemia mayor (memerlukan transfusi darah).

Di wilayah Bogor sendiri penderita thalasemia cukup banyak. Berdasarkan data dari POPTI cabang Bogor, jumlah penderita thalasemia sebanyak 244 orang.

Penyakit ini menyerang siapa saja, mulai dari usia enam bulan hingga 33 tahun. Penyakit ini membuat penderitanya bergantung pada transfusi darah.

Para penderita Thalasemia memang hidup dari transfusi darah. Namun transfusi tersebut membawa efek yang kurang baik bagi penderita, seperti zat besi dalam tubuh penderita meningkat.

"Dalam beberapa kasus, kelebihan zat besi bisa menyebabkan penggelapan warna kulit, tapi jika zat besinya sudah membungkus jantung maka akan sangat berbahaya," katanya.

Untuk mengatasi kelebihan tersebut,maka penderita harus diberikan obat kelasi besi yang berfungsi sebagai pengikat dan membuang kelebihan zat besi tersebut yang diberikan secara teratur dan terus menerus.

Djoko mengatakan, salah satunya cara untuk mencegah perkembangan Thalasemia di tengah masyarakat adalah dengan melakukan cek kesehatan (cek darah) khususnya bagi para pasangan yang hendak menikah.

Menurut Djoko pemeriksaan kesehatan pra nikah sangat penting mengingat Thalasemia merupakan penyakit turunan genetik dari kedua orangtuanya. "Maka itu sangat penting melakukan tes darah untuk pasangan yang akan menikah untuk mengetahui riwayat kesehatan kedua orangtua tersebut," katanya.

Sementara itu, Ketua Hari POPTI cabang Bogor, Robby Kurniawan menyebutkan, selama kurun waktu dua tahun (2010-2011) Thalasemia telah merenggut empat nyawa warga Bogor dari total 244 penderita yang ada.

Menurut Robby, sebagian besar penyebab kematiannya karena terjadi komplikasi kardiovaskuler akibat transfusi darah yang tak diimbangi dengan meminum obat kelasi besi.

"Para penderita Thalasemia memang hidup dari transfusi darah, namun transfusi tersebut membawa efek yang kurang baik seperti zat besi dalam tubuh penderita meningkat," katanya.

Full content generated by Get Full RSS.

Tiada ulasan:

Catat Komen