Sabtu, 29 Oktober 2011

KOMPAS.com - Internasional

KOMPAS.com - Internasional


Trio Batak Hangatkan CITM 2011

Posted: 30 Oct 2011 04:10 AM PDT

Pameran Wisata

Trio Batak Hangatkan CITM 2011

Aris Prasetyo | Agus Mulyadi | Minggu, 30 Oktober 2011 | 11:10 WIB

Kompas/Aris Prasetyo

Grup musik asal Indonesia, Trio Batak, tampil di panggung stan mini pameran Indonesia di acara China International Travel Marta 2011, Minggu (30/10/2011), di Kunming, China.

TERKAIT:

KUNMING, KOMPAS.com — Aksi Trio Batak, grup musik dari Indonesia, menghangatkan suasana stan pameran Indonesia di acara China International Travel Mart (CITM) 2011, Minggu (30/10/2011) di Kunming, China.

Saat Trio Batak naik ke panggung mini di stan pameran Indonesia, kerumunan pengunjung asyik menikmati lantunan lagu grup yang digawangi Sahat Sinaga, Nurdin Sinaga, dan Menari Panggabean.

Trio Batak membawakan lagu-lagu milik Koes Plus, seperti "Diana" dan "Kembali ke Jakarta", serta beberapa lagu daerah.

Antusiasme pengunjung tampak saat mereka menggoyangkan badan mengikuti irama musik yang dimainkan. Bahkan, ada seorang pengunjung perempuan yang naik ke panggung untuk berdansa.

Suasana semakin hangat saat Trio Batak menyanyikan lagu-lagu Mandarin, seperti "Apia Acia Enya". Pengunjung yang kebanyakan warga China bergoyang mengikuti irama lagu. Kesempatan itu pun tak disia-siakan pengunjung untuk berfoto bersama Trio Batak.

Trio Batak adalah salah satu grup seni yang dibawa Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif di acara China International Travel Mart 2011. Selain Trio Batak, Indonesia membawa seniman sasando rote Jackob Hendrich Bullan dan grup tari barong dari Bali.

Hari ini adalah hari terakhir CITM 2011 yang dibuka sejak Kamis (27/10). Pada ajang ini, Indonesia memamerkan seluruh potensi wisata yang ada untuk menarik wisatawan asal Indonesia.

Full content generated by Get Full RSS.

Serbia Tangkap 17 Orang Pasca-Serangan Kedubes AS

Posted: 29 Oct 2011 08:17 PM PDT

BEOGRAD, Kompas.com - Polisi Serbia menangkap 17 orang di wilayah Sandzak, setelah seorang yang diduga pengikut gerakan garis keras menyerang kedutaan besar Amerika Serikat di Sarajevo. Demikian pernyataan media setempat, Sabtu (29/10/11).

"Pagi ini pada pukul 5 waktu setempat (pukul 10 WIB) operasi polisi dilancarkan terhadap gerakan Islam garis keras Wahhabi di Navi Pazar, Sjenica dan Tutin," kata Menteri dalam Negeri Ivica Dacic pada kantor berita Tanjug.

"Tujuhbelas orang telah ditangkap, seorang dari mereka dari Bosnia," kata kepala polisi Serbia Milorad Veljovic pada saluran televisi swasta B92.

Polisi telah mencari sekitar 18 lokasi dan menyita sejumlah komputer, CD, telpon genggam, kartu SMS, rekaman audio dan video, dan juga buku, kata Veljovic.

Penangkapan itu terjadi setelah serangan terhadap kedutaan besar AS oleh seorang warga Serbia yang diduga memiliki hubungan dengan masyarakat Wahhabi setempat. Menurut Veljovic, "polisi akan memutuskan apakah ada kebutuhan untuk menahan orang lagi".

Orang yang diduga anggota gerakan garis keras itu, seorang warga Serbia dari Novi Pazar yang dikenali oleh polisi Bosnia sebagai Mevlid Jasarevic, terluka dan ditangkap setelah melepaskan tembakan, Jumat, ke kedubes AS di Sarajevo. Seorang penjaga polisi terluka dalam serangan itu.

"Semua 17 orang yang ditangkap dengan sejumlah cara terkait dengan Mevlid Jasarevic," kata Veljovic.

Bosnia menampung minoritas kecil pengikut Wahhabi, sebuah kelompok Islam yang amat keras dan sangat konservatif, yang dominan di Arab Saudi.

 

Full content generated by Get Full RSS.

Tiada ulasan:

Catat Ulasan