Khamis, 29 September 2011

ANTARA - Hiburan

ANTARA - Hiburan


Tm kesenian KBRI dukung malam amal Lebanon

Posted: 29 Sep 2011 08:47 AM PDT

Kairo (ANTARA News) - Tim Kesenian KBRI Beirut beranggotakan mahasiswa, anggota Dharma Wanita dan Satuan Tugas Polisi Militer TNI yang bertugas di Lebanon mendukung Malam Amal di Beirut.

Siaran pers KBRI Beirut yang diterima ANTARA Kairo, Kamis menyebutkan, penampilan Tim Kesenian KBRI di Malam Amal pada akhir pekan lalu untuk kaum jompo di Lebanon tersebut memukau sekitar 600 dermawan yang hadir,

Mereka menunjukkan kebolehan, antara lain berupa Rampak Kendang, Kolintang, Angklung, Gamelan, Tari Merak dan Jaipong.

Duta Besar RI untuk Lebanon, Dimas Samodra Rum, mengatakan keikutsertaan Tim Kesenian KBRI Beirut ini merupakan bagian dari upaya mempererat hubungan antara RI dan Lebanon.

Kegiatan Amal itu diselenggarakan oleh Amour & Partage, bekerja sama dengan banyak sponsor termasuk Pemerintah dan kalangan Swasta Lebanon.

Dalam sambutannya, Presiden Amour & Partage, Dr. Salah Bou Raad menyampaikan penghargaan dan terima kasih yang besar kepada para undangan dan pendukung termasuk Indonesia yang berkontribusi menyukseskan acara.

Bou Raad menjelaskan bahwa acara amal ini merupakan program tahunan, namun baru pertama kali melibatkan kelompok seni dari negara lain untuk mengisi acara.

Malam Amal dihadiri oleh pejabat Lebanon termasuk wakil Menteri Sosial Lebanon Wael Abou Faour dan masyarakat umum lainnya serta Duta Besar Perancis untuk Lebanon.

Para undangan yang hadir memberikan sumbangan dalam bentuk pembelian tiket yang dijual jauh hari sebelumnya seharga mulai dari 100 hingga 200 dolar AS.

Malam Amal berhasil mengumpulkan dana sejumlah 70 ribu dolar AS atau sekitar Rp 600 juta, yang diperoleh dari penjualan tiket dan dukungan sponsor.

Dana kemudian disalurkan dan dikelola oleh Amour & Partage kepada warga panti jompo yang bernaung di bawah organisasi ini.

Amour & Partage bermakna cinta dan berbagi merupakan organisasi masyarakat yang bergerak di bidang sosial.

Dalam kesehariannya, organisasi ini memiliki panti jompo yang merawat sekitar 100 manusia lanjut usia (manula) miskin dari berbagai latar agama dan sekte di Lebanon.

Menurut Kepala Fungsi Penerangan, Sosial dan Budaya KBRI Beirut, Ahmad Syofian, pengalaman tampil di Casino du Liban merupakan sejarah yang penting dicatat bagi seniman Indonesia karena terdapat pengakuan dan penghargaan publik kepada seni-budaya Indonesia.

"Panitia penyelenggara seperti disampaikan bagian hubungan masyarakatnya, Mona Skaff, menegaskan bahwa tim kesenian KBRI Beirut dengan penampilan kebudayaannya yang selama ini telah pentas di berbagai kota Lebaon, dipandang cukup mampu menarik para donatur dan sukses menyuguhkan tampilan kebudayaan negara Timur yang unik," ungkap Ahmad Syofian.

Casino du Liban kerap menjadi pusat kegiatan resmi Pemerintah dan swasta Lebanon terutama di bidang sosial dan budaya, termasuk antara lain pagelaran kontes Miss Lebanon dan resepsi diplomatik negara-negara asing di Lebanon.

Penampilan tim kesenian Indonesia yangjuga bekerja sama dengan artis setempat, Raja Kfoury dan Bushra El Hashimim mendapatkan sambutan meriah dari para penonton.

Musik tradisional Indonesia tampil memukau mengiringi lagu-lagu Arab yang dinyanyikan oleh kedua artis Lebanon tersebut, katanya.

(T.M043/S025)

Editor: Ruslan Burhani

COPYRIGHT © 2011

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

AJPF 2011 akan ubah paradigma tentang Ambon

Posted: 29 Sep 2011 08:45 AM PDT

ilustrasi FESTIVAL JAZZ AMBON. Penampilan penyanyi Syaharani (ANTARA/JIMMY AYAL)

Berita Terkait

Ambon (ANTARA News) - Penyelenggaraan musik Ambon Jazz Plus Festival (AJPF) yang dijadwalkan berlangsung di Kota Ambon, 7-9 Oktober 2011, berdampak besar mengubah paradigma dunia internasional tentang Kota Ambon.

"AJPF 2011 akan berdampak besar mengubah paradigma masyarakat Indonesia dan dunia internasional bahwa Ambon adalah daerah yang aman untuk dikunjungi dan tidak lagi menjadi wilayah konflik seperti isu yang berkembang selama ini," kata Direktur Festival AJPF 2011, Andy Erick Manuhuttu, di Ambon, Kamis.

Kegiatan musik yang memasuki tahun ketiga penyelenggaraan itu, ujar Andy Manuhuttu, juga mengangkat tema "Let`s have fun, Ambon Aman" itu, lokasi penyelenggaraannya yang semula di Taman Budaya, Karang Panjang, dipindahkan ke kawasan Pattimura Park.

"Pemindahan lokasi ini guna memberikan kesempatan bagi seluruh warga di Kota dan Pulau Ambon, maupun dari luar Maluku dapat menyaksikan event bertaraf internasional itu dengan baik," katanya.

Pemindahan lokasi penyelenggaraan itu juga telah dikoordinasikan dan direstui Pemprov Maluku maupun Pemkot Ambon.

"Malah Gubernur Maluku Karel Albert Ralahalu dan Wali Kota Ambon, Richard Louhenapessy memberikan dukungan acara musik ini, mengingat dampaknya sangat besar untuk mengembalikan citra Kota Ambon yang aman dan damai, sekaligus menjadi kota musik," katanya.

Menyangkut masalah keamanan di lokasi Pattimura Park, Andy Manuhuttu menegaskan, telah dikoordinasikan dengan Polda Maluku dan Kodam XVI/Pattimura.

Keterlibatan personel TNI-Polri hanya untuk menjamin penyelenggaraan pesta musik bertaraf internasional ini berlangsung aman dan sukses dan bukan karena kondisi kota Ambon yang belum kondusif, katanya.

Dia menambahkan, konflik antarwarga yang terjadi pada 11 September 2011, sama sekali tidak mempengaruhi tekad maupun persiapan yang sudah dilakukan panitia pelaksana untuk menggelar event musik terbesar di Maluku itu.

"Pelaksananya melibatkan ratusan pemuda berbakat yang terhimpun dalam berbagai komunitas sosial dan persiapannya hampir rampung serta mendapat dukungan penuh dari berbagai pihak," ujarnya.

Sejauh ini, tambah Manuhuttu, seluruh penyanyi dan musisi dari dalam dan luar negeri yang diundang berpartisipasi pada AJPF 2011, belum ada yang membatalkan rencana kehadirannya untuk tampil di acara tersebut.
(T.KR-JA/Z002)

Editor: Ruslan Burhani

COPYRIGHT © 2011

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Tiada ulasan:

Catat Ulasan