Khamis, 7 Julai 2011

Sindikasi lifestyle.okezone.com

Sindikasi lifestyle.okezone.com


Kiat Orangtua Hadapi Dunia ABG

Posted: 07 Jul 2011 04:42 AM PDT

Lifestyle » Family » Kiat Orangtua Hadapi Dunia ABG

Penculikan Widi 'Vierra'

Kamis, 7 Juli 2011 - 18:42 wib

Fitri Yulianti - Okezone

REMAJA menjadi usia peralihan yang dihadapi sebagian orangtua dengan penuh ketakutan. Strategi tepat menghadapi remaja akan menjauhkan orangtua dari pikiran buruk dan kekhawatiran tak beralasan.

Kasus penculikan dan tindakan asusila terhadap vokalis Vierra jelas mengundang kekhawatiran bagi orangtua. Seperti diberitakan, Widi diculik tiga lelaki tak dikenal saat hendak pulang dari sebuah kafe di kawasan Kemang pada Rabu 6 Juli 2011, sekira pukul 04.00 WIB. Ia memang sempat disekap di dalam mobil selama 30 menit, tapi beruntung para penculik melepaskannya setelah tahu identitas Widi yang seorang artis.

Dunia remaja adalah dunia yang penuh warna di mana anak mulai penasaran untuk mengenal dunia di luar dirinya. Masa remaja juga kerap menjadi momentum bagi seorang anak untuk mendapatkan "tiket kebebasan" dari orangtua. Benarkah?

"Anak perlu bergaul, iya. Menurut saya, seorang anak yang belum berusia 21 tahun tetaplah anak-anak. Dia belum bisa bertanggung jawab terhadap dirinya. Di bawah usia itu, meskipun sudah punya KTP, dia masih jadi tanggung jawab orangtua, ada aturan tegas yang harus dia patuhi," tutur psikolog Ratih Andjayani Ibrahim ketika dihubungi okezone, Kamis (7/7/2011).

"Mengapa 21 tahun? Ini sesuai tahapan perkembangan dari muda menuju dewasa bahwa secara fisik, emosional, dan sosial dia sudah siap diberikan tanggung jawab," imbuhnya.

Banyak cerita bagaimana seorang remaja memberontak untuk mematuhi batasan dan aturan yang diberikan orangtua. Menurut Ratih, kunci kepatuhan anak terletak pada orangtua.

"Apakah orangtua bisa mengkomunikasikan aturannya secara baik dan apakah mereka bisa menjadi role model. Intinya, apakah orangtua bisa menjalankan fungsinya dengan baik? Wibawa harus ditegakkan di rumah," tandasnya.

Wibawa dimaksud, tambah Ratih, bukan sikap otoriter melainkan keterbukaan lewat komunikasi. Seperti juga dikatakan psikolog Dra Emilia Naland MSi, komunikasi mencakup diskusi soal batasan yang diinginkan orangtua kepada anak.

"Sifatnya private karena setiap orangtua punya aturan yang berbeda untuk anak-anaknya, misalnya soal pulang malam; apakah anak wajib melapor, apakah orangtua boleh menelpon selama aktivitas anak di luar rumah, apakah anak boleh menginap di rumah temannya, dan sebagainya," katanya kepada okezone lewat telepon seluler.

Orangtua sepatutnya juga menempatkan diri mereka pada dunia remaja. "Orangtua harus masuk ke dunia remaja. Harus paham bahwa ini adalah dunia yang unik, emosional, dan cara berpikir anak mulai berubah. Caranya, orangtua terlibat dalam akvitas anak," imbuh psikolog dari Fame (Family and Community Education) ini.

Lantas, apakah anak tidak akan merasa risih bila "dibuntuti"? "Kalau sebelumnya orangtua enggak pernah mau tahu aktivitas anak dan pas remaja mau ikut campur, mereka pasti menolak. Orangtua sudah harus dekat sebelumnya," ujarnya.

Rasa percaya bisa terbangun bila orangtua sudah menjalin komunikasi yang baik dengan anak sebelum akhirnya usia mereka menginjak remaja.

"Dengan relasi dan pengasuhan yang baik, anak enggak akan macam-macam kok. Sudah komunikasi baik saja kadang protes dan bertengkar kalau dilarang, apalagi kalau selama ini enggak ada interaksi," tutup Ratih.

(ftr) Full Feed Generated by Get Full RSS, sponsored by USA Best Price.

Miliki Kaki Mulus & Seksi dengan Cara Ini

Posted: 07 Jul 2011 03:53 AM PDT

Lifestyle » Fit and Beauty » Miliki Kaki Mulus & Seksi dengan Cara Ini
Kamis, 7 Juli 2011 - 17:53 wib

Dwi Indah Nurcahyani - Okezone

KAKI yang indah tak sekadar menyuntikkan rasa percaya diri bagi sang pemilik, tapi juga menjadi daya tarik bagi yang melihatnya. Apakah Anda tertarik memilikinya?

 
Bagi sebagian orang, definisi seksi diterjemahkan lewat kaki yang indah. Bayangkan ketika seseorang dengan kaki mulus dan jenjang tersebut berjalan melintasi ruangan dalam balutan rok pendek atau celana ketat tanpa diselipi selulit sama sekali. Tentu semua wanita mendambakannya. Jika Anda terobsesi untuk meraihnya, lakukan saja tip berikut ini, seperti dilansir Healthmeup.  
 
Minimalisir kehadiran selulit
 
Apa itu selulit? Selulit merupakan penampilan yang mengganggu karena timbunan lemak dalam tubuh. Guratan samar ini biasanya terlihat di paha dan bokong, tetapi bisa juga muncul di pinggul, perut, dan lengan atas.
 
Bagaimana cara menyamarkannya? Hal ini dapat dilakukan melalui berbagai perubahan dalam gaya hidup dan postur tubuh. Selulit sebenarnya dapat dikurangi pada sebagian besar wanita dan sekaligus untuk meningkatkan proses fisiologis yang mendasari, seperti sirkulasi dan drainase limfatik yang membantu mencegah selulit. Meskipun lemak itu sendiri bukanlah penyebab selulit, namun mengurangi lemak tubuh Anda secara keseluruhan dapat menyamarkan keberadaan selulit.
 
Fokus untuk mengencangkan kaki
 
Bagian kaki merupakan sistem terpenting dari tubuh karena merupakan kerangka yang bertugas untuk menopang tubuh. Dibanding pria, umumnya wanita banyak memiliki masalah dengan kaki mereka, misalnya kaki yang kurang kencang. Hal ini dikarenakan banyak wanita melakukan latihan aerobik atau kardio yang dapat membakar kalori tapi tidak membangun kekuatan dan otot.
 
Untuk mendapatkan kaki yang kencang, maka Anda pun perlu membangun otot terlebih dulu. Ketimbang berjongkok, menekuk lutut dapat menjadi gerakan yang dapat membantu membangun otot. Selain itu, Anda pun dapat membantunya dengan melakukan peregangan dengan latihan yoga, serta melakukan latihan tubuh yang berkonsentrasi pada bagian bawah.
(tty) Full Feed Generated by Get Full RSS, sponsored by USA Best Price.

Tiada ulasan:

Catat Ulasan