Sabtu, 16 April 2011

ANTARA - Mancanegara

ANTARA - Mancanegara


Libya Bantah Gunakan Bom Tandan

Posted: 16 Apr 2011 08:17 PM PDT

Muamar Gaddafi (istimewa)

Berita Terkait

Misrata (ANTARA News) - Libya pada Sabtu (16/4) dengan tegas membantah tuduhan oleh satu kelompok hak asasi manusia bahwa pasukan Muamar Gaddafi menggunakan bom tandan, yang tidak sah, terhadap pemberontak di Misrata, saat kota kecil terkepung itu kembali menghadapi pemboman sengit.

Menteri Luar Negeri Prancis Alain Juppe mengatakan satu resolusi baru PBB guna mendorong pemimpin Libya tersebut meletakkan jabatan tak penting, dan Menteri Perekonomian Jerman Rainer Bruederle menyarankan dana Libya yang dibekukan dialihkan kepada PBB untuk membayar bantuan buat korban konflik itu.

Kelompok Human Right Watch (HRW), yang berpusat di AS, menyatakan para penelitinya melaporkan penggunaan bom tandan, yang dilarang secara internasional, terhadap Misrata, kubu utama terakhir pemberontak di Libya barat.

Tapi jurubicara bagi rajim Libya membantah tuduhan tersebut.

"Tentu saja tidak. Kami tak melakukan ini. Secara moral, secara hukum kami tak bisa melakukan ini," kata Mussa Ibrahim kepada wartawan. "Kami tak pernah melakukan ini. Kami menantang mereka untuk membuktikannya."

Bom tandan meledak di udara dan menyebar amunisi penembus baja yang mematikan ke daerah luas.

"Semalam itu seperti hujan," kata Hazam Abu Zaid, seorang warga setempat yang telah mengangkat senjata guna mempertahankan permukimannya. Ia menggambarkan serangan dengan menggunakan bom tandan.

Satu tim New York Times mula-mula melaporkan penggunaan amunisi itu, dengan mengambil gambar peluru mortir MAT-120 yang dikatakannya diproduksi di Spanyol.

"Sungguh mengejutkan Libya menggunakan senjata ini, terutama di daerah permukiman," kata Steve Goose, Direktur Divisi Persenjataan di HRW.

Sementara itu suara ledakan keras mengguncang Misrata dan, di bagian timur, pertempuran sengit dilaporkan saat petempur pemberontak, yang diuntungkan oleh serangan udara NATO, mendesak dari persimpangan jalan kota kecil Ajdabiya ke arah kota kecil strategis penghasil minyak, Brega.
(*)

Editor: AA Ariwibowo
COPYRIGHT © 2011

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Full Feed Generated by Get Full RSS, sponsored by USA Best Price.

AS dan Israel Dalang Virus Stuxnet

Posted: 16 Apr 2011 08:09 PM PDT

Teheran (ANTARA News) - Amerika Serikat dan Israel berada di belakang virus komputer Stuxnet, yang dirancang untuk menyerang program nuklir kontroversial Iran, demikian laporan kantor berita resmi Iran, IRNA, Sabtu (16/4), yang mengutip keterangan seorang perwira militer.

"Penyelidikan dan studi memperlihatkan sumber Stuxnet berasal dari rejim Zionis dan Amerika," kata komandan organisasi pertahanan sipil Iran, Gholam Reza Jalali, sebagaimana dikutip dari AFP.

Jalali adalah pejabat pertama Iran yang menuduh dua musuh bebuyutan Teheran mengenai virus Stuxnet. Para ahli komputer Jerman dan sebagian laporan media Barat telah menunjukkan Amerika Serikat dan Israel berada di belakang virus tersebut.

Stuxnet secara terbuka diidentifikasi Juni lalu dan dilaporkan bermutasi serta menimbulkan kekacauan pada peralatan industri yang menggunakan komputer di Iran dalam beberapa bulan kemudian.

"Worm" tersebut dilaporkan mengincar pembangkit listrik tenaga nuklir Bushehr, tempat beberapa masalah teknis telah dituding sebagai penyebab penundaan dalam membuat instalasi itu beroperasi secara penuh.

Jalali mengatakan segera setelah menyusup ke dalam satu sistem, virus tersebut mulai mengumpulkan informasi dan kemudian mengirim laporan dari mesin yang terinfeksi ke alamat Internet yang sudah dituju.

"Setelah mengikuti perkembangan laporan yang dikirim, maka jelas lah bahwa tujuan akhir (semua laporan ini) adalah rejim Zionis dan Negara Bagian Texas di Amerika Serikat," kata Jalali sebagaimana dikutip IRNA.

Pada Maret, seorang ahli komputer Jerman Ralph Langer mengatakan ia percaya Amerika Serikat dan dinas rahasia Israel, Mossad, telah mengirim virus Stuxnet ke program nuklir Iran.

Tapi harian New Yor Times lah yang pertama kali melaporkan pada Januari bahwa dinas intelijen AS dan Israel bekerja-sama untuk mengembangkan worm komputer tersebut untuk menyabot upaya Iran membuat bom nuklir.

Pada November 2010, Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad mengakui pengayaan uranium --bagian paling kontroversial dalam program nuklir Teheran-- telah mengalami gangguan akibat program jahat tapi menambahkan masalah itu telah diselesaikan.

Ambisi nuklir Iran menjadi inti konflik antara Teheran dan Barat, yang menuduh Republik Islam tersebut berusaha mengembangkan kemampuan senjata dengan kedok upaya nuklir sipil. Iran telah berulangkali membantah tuduhan itu.
(*)

Editor: AA Ariwibowo
COPYRIGHT © 2011

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Full Feed Generated by Get Full RSS, sponsored by USA Best Price.

Tiada ulasan:

Catat Komen