Khamis, 20 Januari 2011

ANTARA - Mancanegara

ANTARA - Mancanegara


Toko Inggris Boikot Kosmetik Israel

Posted: 20 Jan 2011 06:04 PM PST

Jumat, 21 Januari 2011 09:04 WIB | Mancanegara | Timur Tengah/Afrika | Dibaca 530 kali

London (ANTARA News) - Kampanye Solidaritas Palestina, PSC, menyambut baik keputusan toko Inggris John Lewis yang tak mau menjual produk dari  permukiman ilegal Israel. PSC menilai langkah itu menambah kemenangan  gerakan Boikot, Divestasi dan Sanksi (BDS).

Boikot produk kecantikan Ahava Dead Sea  dikonfirmasi oleh Managing Director John Lewis, Andy Street, yang mengatakan bahwa perusahaan terkemuka di negara itu adalah "pengecer yang bertanggung jawab kepada masyarakat."

"Kami mengharapkan semua pemasok kami tidak hanya mematuhi hukum, tetapi juga menghormati hak-hak, kepentingan dan kesejahteraan karyawan mereka, masyarakat dan lingkungan," kata Street pada sepucuk surat kepada PSC.

"Sehubungan dengan pertanyaan spesifik anda tentang produk Ahava Dead Sea, saya dapat mengkonfirmasikan bahwa John Lewis telah menghentikan penjualan produk-produk tertentu itu," kata suratnya, berdasarkan salinan yang diperoleh IRNA.

Direktur Kampanye PSC Sarah Colborne menyambut boikot itu, dan mengatakan bahwa Israel terus menyerang terhadap penduduk Palestina, melakukan blokade brutal di Gaza dan pendudukan ilegal di Tepi Barat serta Yerusalem Timur, yang telah menyebabkan pergeseran pendapat dalam opini publik.

Ahava Dead Sea Laboratories, menurut Colborne, adalah sebuah perusahaan kosmetik Israel, dengan pabrik manufaktur berbasis di permukiman Israel Mitzpe Shalem yang ilegal di Tepi Barat, yang merupakan "tanah Palestina yang mereka curi".

Produk kecantikan itu tak bisa menyembunyikan bahwa Ahava memainkan peran dalam pendudukan Israel.

PSC mengkritik pemerintah Barat, termasuk Inggris, karena tak  menghentikan pelanggaran Israel terhadap hukum internasional dan hak asasi manusia, namun mengatakan bahwa masyarakat justru melakukan tindakan untuk mendukung gerakan BDS demi perdamaian dan keadilan bagi rakyat Palestina.

Boikot itu muncul setelah protes yang sering terjadi diselenggarakan di luar toko Ahava di pusat kota London tersebut.

Toko Bay, department store yang terkemuka di Kanada, juga mengumumkan telah berhenti menjual produk kecantikan asal Israel itu.
(H-AK/S004/A038)

Full Feed Generated by GetFullRSS.com, sponsored by USA Best Price.

Enam Tewas, Dua Diculik Dalam Penculikan di Pakistan

Posted: 20 Jan 2011 04:46 PM PST

Peshawar, Pakistan (ANTARA News/AFP) - Sejumlah orang yang diduga gerilyawan Taliban telah menculik dua pejabat perusahaan minyak, Kamis, setelah serangan yang menyebabkan enam orang tewas di bagian baratlaut Pakistan.

Sejumlah gerilyawan di sebuah puncak bukit di desa Darmalik, 20 kilometer di barat kota Kohat, telah melepaskan tembakan ke satu tim perusahaan minyak yang pulang dari sebuah tempat eksplorasi di daerah itu, kata pejabat senior polisi Fazal Naeem pada AFP.

"Dua pejabat perusahaan tewas bersama dengan empat tentara dari paramiliter Korps Perbatasan yang memberikan pengawalan pada tim itu," ia menjelaskan.

Para penyerang itu, diduga berjumlah lebih dari 12 orang, menangkap dua pejabat perusahaan minyak sebelum melarikan diri dengan mobil yang telah menunggu, ia menambahkan.

Kepala pemerintah Kohat Khalid Omarzai mengkonfirmasi insiden dan penculikan pejabat-pejabat itu, yang diyakini merupakan warga setempat.

Daerah itu terletak dekat wilayah suku yang tak patuh hukum di Pakistan yang berbatasan dengan Afghanistan.

Gerilyawan Taliban yang telah beruratberakar di daerah itu terlibat dalam serangan kekerasan terhadap para pejabat pemerintah dan pasukan keamanan di Pakistan, sekutu penting "perang terhadap teror" pimpinan Amerika Serikat.(S008/AK/K004)

Full Feed Generated by GetFullRSS.com, sponsored by USA Best Price.

Tiada ulasan:

Catat Komen