Sabtu, 15 Januari 2011

ANTARA - Mancanegara

ANTARA - Mancanegara


42 Tewas Akibat Kebakaran Penjara di Tunisia

Posted: 15 Jan 2011 11:21 AM PST

Minggu, 16 Januari 2011 02:21 WIB | Mancanegara | Timur Tengah/Afrika | Dibaca 418 kali

Tunis (ANTARA News/AFP) - Sebuah kebakaran di penjara Tunisia menewaskan setidaknya 42 tahanan, kata seorang dokter, sementara kejadian di penjara lainnya yang terkait dengan krisis politik di Tunisia mengakibatkan sejumlah orang mengalami cedera.

"Tiga puluh satu jenazah dibawa ke kamar mayat dan 11 lainnya juga telah menyusul," kata Kepala Departemen Pengobatan Forensik, dr Ali Chatli kepada AFP di rumah sakit Fatouma Bourguiba di Monastir yang berjarak 160 kilometer selatan kota Tunis.

Chatli mengatakan kebakaran disebabkan oleh seorang tahanan yang membakar kasur di sebuah asrama yang ditempati hampir sebanyak 90 orang yang berupaya untuk melarikan diri.

Pada saat bersamaan tembakan dilakukan diluar penjara sehingga menimbulkan kepanikan lebih parah, kata dia.

Kebakaran terjadi disaat Tunisia sedang mengalami kacau akibat penggulingan Presiden Zine Abidine Ben Ali setelah beberapa pekan unjuk rasa yang ricuh melawan kekuasaannya dengan dilaporkan bahwa lebih dari 60 orang tewas oleh polisi.

Para saksi mata di Messadine yang berlokasi tidak jauh dari Monastir mengatakan sejumlah wanita mengalami cedera akibat penembakan setelah sejumlah keluarga terburu-buru menuju penjara kota atas berita mengenai pembebasan beberapa tahanan.

Para saksi mata mengatakan sejumlah orang berpakaian seperti polisi telah menyebarkan isu tersebut kemudian menembak kearah keramaian dengan beberapa senjata yang disita dari kota tetangga, Msaken.

Kepala rumah sakit kota Mahdia di selatan, Radhouane Harbi mengatakan sebuah serangan di penjara telah mencederai tiga orang dan menambahkan bahwa Harbi menduga sejumlah kematian telah terjadi di dalam penjara itu.

Beberapa saksi mata di Tunis barat melaporkan serangan di penjara terbesar negara itu terjadi di Mornaguia dan juga Feija.

Di daerah Mornaguia sejumlah helikopter militer terbang berkeliling kawasan itu dengan memperingatkan masyarakat akan bahaya peluru yang salah sasaran.

Seorang anggota Serikat Pekerja Tunisia (UGTT) cabang regional, Sadok Mahmoudi mengatakan bahwa di Kasserine tengah dimana lebih dari 50 warga dilaporkan tewas dalam tiga hari pada kerusuhan pekan lalu terdapat upaya percobaan serangan di penjara kota itu.

Dia mengatakan masyarakat setempat telah berupaya membebaskan kerabat dan teman mereka yang ditahan di penjara itu.

Perdana Menteri Tunisia, Mohamed Ghannouchi mengatakan pada Rabu bahwa seluruh warga yang ditangkap sewaktu kerusuhan sedang dibebaskan.(*)
(Uu.KR-BPY/Z002/R009)

Full Feed Generated by GetFullRSS.com, sponsored by USA Best Price.

Vatican Tunjuk Seorang Protestan Pimpin Badan Ilmiahnya

Posted: 15 Jan 2011 10:45 AM PST

Kota Vatican (ANTARA News/AFP) - Paus Benedictus XVI Sabtu menunjuk Werner Arber, seorang Protestan, untuk memimpin akademi ilmiah Vatican, pertama kali seorang bukan Katolik memimpin badan yang telah berusia berabad-abad itu.

Pakar mikrobiologi Swiss berusia 81 tahun itu akan menggantikan ilmuwan Italia Nicola Cabibbo, yang meninggal Agustus lalu, untuk memimpin Akademi Sains Kepausan, demikian keterangan pers Vatican.

Pencalonan seorang pemimpin bukan Katolik itu adalah yang pertama dalam sejarah akademi yang didirikan pada 1603 itu, menurut I.Media, kantor berita yang mengkhususkan diri dalam informasi keagamaan.

Arber, yang mengajar di University of Basel, membagi hadiah Nobel 1978 untuk fisiologi atau ilmu kedokteran dengan ilmuwan Amerika Hamilton Smith dan Daniel Nathans, bagi penemuan dan aplikasi enzim-enzim restriksi mereka.

Penemuan dan penggunaan enzim, yang merupakan mekanisme pertahanan bakteri terhadap infeksi, telah menghasilkan revolusi dalam genetika molekular.

Arber telah menjadi anggota akademi ilmiah Vatican sejak Mei 1981 dan tokoh di dewan direkturnya.

Sekitar 30 penerima Nobel adalah anggota Akademi Sains Kepausan, yang memiliki akarnya di Akademi Lincei yang didirikan oleh Federico Cesi, seorang penyokong seni dan sains yang juga mengembangkan teleskop Galileo.

Lembaga itu, yang mengumpulkan 80 peneliti ilmiah dari seantero dunia, mempelajari enam bidang besar termasuk sains-sains fundamental, bioetika dan juga masalah lingkungan.(*)
(Uu.S008/Z002/R009)

Full Feed Generated by GetFullRSS.com, sponsored by USA Best Price.

Tiada ulasan:

Catat Ulasan