Jumaat, 26 Julai 2013

KOMPAS.com - Nasional

KOMPAS.com - Nasional


Ketua DPP Partai Kedaulatan \"Ngaku\" Dikejar Iming-iming Uang untuk Alihkan Dukungan

Posted: 26 Jul 2013 12:55 PM PDT

JAKARTA, KOMPAS.com - Dugaan permainan uang di balik dukungan ganda untuk dua pasangan kandidat Pemilu Gubernur Jawa Timur, terus diperkuat pengakuan para pihak terkait. Dukungan ganda tersebut menyebabkan pasangan Khofifah Indar Parawansa dan Herman Sumawiredja (Berkah) dicoret dari pencalonan karena tak memenuhi syarat minimal dukungan suara partai politik.

Salah satu pengakuan soal dugaan politik uang, diungkapkan Ketua Umum DPP Partai Kedauatan, Denny M Cilah. Partai ini adalah salah satu partai yang memberikan dukungan tak hanya ke pasangan Khofifah-Herman, tetapi juga ke pasangan Soekarwo dan Saefullah Yusuf (Karsa).

Denny megnaku sempat diiming-imingi janji akan mendapat jatah sejumlah uang, bila partainya mengalihkan dukungan dari Berkah ke Karsa. "Antara 14-21 Mei (2013), saya dapat serangan gencar dari parpol pendukung maupun orang-orang incumbent. Mereka menawarkan Rp 500 juta dan jumlahnya terus naik dari hari ke hari," kata dia saat bersaksi dalam sidang DKPP, Jumat (26/7/2013).

Dalam persidangan dia mengaku sebagai pucuk pimpinan partai semula tak mau ikut campur kewenangan DPD Partai Kedaulatan Jawa Timur soal dukungan pencalonan ini. Kepada jajaran pengurusnya, dia hanya meminta siapa pun yang didukung, dasar dukungan haruslah perjuangan partai.

Namun, kata Denny, iming-iming uang yang diterimanya melalui telepon terus berdatangan. "Kemanapun saya waktu itu dikejar. Saya berada di Solo dikejar. Di Semarang mereka bilang mau menyusul. Akhirnya saya mencla-mencle. Saya sampaikan acara Jawa Timur ini gila. Yang melobi saya ada yang mengaku orang incumbent, dan orang politik yang ada di sana," ujar dia.

Pada 13 Mei 2013, sehari sebelum pasanagn Berkah mendaftar ke KPU Jatim, Denny mengaku lagi-lagi mendapat telepon beriming-iming uang, yang menagih dukungan partainya untuk pasangan Karsa. Di persidangan Denny mengaku terus berkelit dengan alasan minta waktu membicarakan masalah ini bersama pengurus lain.

"Pada akhirnya cerita (dari) mereka yang lari dari kubunya Khofifah ke Karwo ada yang bilang tawarannya menarik. Ada yang bilang mau dijanjikan anggota dewan, ada juga bilang, 'Ini gede bro. Kan partai ente enggak jadi ikut pemilu lagi'," ujar Denny.

Partai Kedaulatan dan Partai Persatuan Nahdlatul Ummah Indonesia (PPNUI), semula mendukung pasangan Khofifah dan Herman. Suara mereka adalah 0,5 persen dan 0,24 persen. Namun di saat terakhir, ternyata KPU Jawa Timur mendapatkan adanya dukungan ganda.

Masing-masing ketua pengurus daerah kedua partai mendukung pasangan Khofifah-Herman, tetapi para sekjennya mendukung pasangan Soekarwo-Saefullah. Karena dukungan kedua partai ini akhirnya dianulir, pasangan Khofifah pun kekurangan dukungan, yang syarat minimalnya adalah partai-partai pendukung memiliki minimal 15 persen suara pemilu legislatif.

(Yogi/Willy Widianto)

Editor : Palupi Annisa Auliani

Apa Daya Tarik Rhoma Menurut PKB?

Posted: 26 Jul 2013 12:28 PM PDT

JAKARTA, KOMPAS.com — Raja Dangdut Rhoma Irama dengan percaya diri menyatakan dia adalah calon presiden yang akan diusung Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Klaim ini dibantah PKB. Namun, partai tersebut tak menampik telah melirik Rhoma sebagai salah satu kandidat untuk diusung sebagai calon presiden. Apa daya tarik Rhoma menurut PKB?

"Yang membuat kami tertarik adalah konsistensi Rhoma melalui lirik-lirik lagunya selama ini. Mulai dari HAM, kemanusiaan, korupsi, hingga jumlah penduduk. Ini sesuai dengan misi PKB," imbuh Ketua Lembaga Pemenangan Pemilu PKB Saifullah Ma'shum, saat dihubungi pada Jumat (26/7/2013). Sisi kontroversial Rhoma, menurut Saifullah, tak membuat PKB ragu akan kemampuannya.

Meski tertarik dengan komitmen perjuangan Rhoma berdasarkan lirik-lirik lagunya, Saifullah tak menampik pada akhirnya kemungkinan keterpilihan menjadi rujukan akan diusung atau tidaknya pentolan grup Soneta itu sebacai calon presiden dari partainya. "Pastinya, kami sekarang tinggal melihat apakah popularitas (Rhoma) ada (atau) nggak untuk tahap elektabilitas," katanya.

Diberitakan sebelumnya, Rhoma menyatakan akan maju sebagai capres dari PKB. Ia pun mengaku sudah membuat kontrak politik dengan PKB untuk Pemilu 2014. "Rhoma Irama adalah capres dari PKB. Saya sudah positif diusung dari PKB sejak 2 April 2013," tegas Rhoma, saat menghadiri Safari Ramadhan Peringatan Nuzulul Quran PKB, di Jalan Terusan Pasir Koja, Kota Bandung, Kamis (25/7/2013).

Editor : Palupi Annisa Auliani

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Tiada ulasan:

Catat Ulasan