Jumaat, 15 Februari 2013

ANTARA - Mancanegara

ANTARA - Mancanegara


DK PBB sambut dialog Yaman

Posted: 15 Feb 2013 06:44 PM PST

PBB (ANTARA News) - Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa Bangsa (DK PBB) Jumat memuji rencana dialog nasional di Yaman namun memperingatkan mantan presiden Ali Abdullah Saleh ia bisa menghadapi sanksi karena menghambat transisi politik.

Pejabat Presiden Yaman Abdrabuh Mansur Hadi pekan lalu menetapkan 18 Maret sebagai tanggal untuk pembicaraan yang lama ditunggu-tunggu guna mendorong proses transisi, setelah protes-protes kekerasan pada tahun 2011 dan ketidakpastian politik setahun berikutnya.

Ke-15 anggota Dewan Keamanan menyambut baik pengumuman Hadi dan "memuji orang-orang yang telah terlibat secara konstruktif dalam tahap proses persiapan," katanya dalam satu pernyataan.

Tetapi Dewan Keamanan menyatakan keprihatinan tentang "laporan-laporan mengenai masuknya dana dan senjata yang dibawa ke Yaman dari luar untuk tujuan merusak transisi," dan memperingatkan Saleh serta pihak-pihak lainnya untuk tidak ikut campur dalam proses ini.

Dewan juga menyatakan "keprihatinan atas laporan-laporan gangguan dalam masa transisi oleh individu-individu di Yaman mewakili mantan rezim" dan bekas oposisi termasuk Saleh dan mantan wakil presiden Ali Salem al-Beidh.

Dewan menegaskan kembali "kesiapannya untuk mempertimbangkan tindakan lebih lanjut, termasuk berdasarkan Pasal 41 Piagam PBB, jika tindakan yang bertujuan merusak Pemerintah Persatuan Nasional dan transisi politik terus berlanjut."

Yaman diguncang oleh pemberontakan pada tahun 2011 yang meninggalkan ekonomi negara miskin itu compang-camping dan memperlemah kontrol pemerintah atas beberapa daerah, terutama di bagian selatan dan timur.

Hadi terpilih pada Februari 2012 sebagai bagian dari kesepakatan yang ditengahi negara-negara Teluk yang menyepati mantan presiden Ali Abdullah Saleh keluar dari kantor setelah 33 tahun berkuasa, dan mengakhiri protes kekerasan selama setahun terhadap rezimnya.

Dialog nasional, yang awalnya direncanakan pada November, bertujuan untuk menyusun konstitusi baru dan undang-undang pemilihan umum menjelang pemilu tahun 2014.

Satu Tim Dewan Keamanan PBB mengunjungi Sanaa pada akhir Januari untuk menunjukkan dukungan PBB pada transisi politik di Yaman.
(AK)

Badan PBB tingkatkan bantuan untuk Suriah

Posted: 15 Feb 2013 06:28 PM PST

New York (ANTARA News) - Program Pangan Dunia PBB (World Food Programme/WFP) meningkatkan bantuan pangann menjangkau 2,5 juta orang di wilayah Suriah dalam beberapa bulan ke depan, saat krisis politik dan konflik berlanjut di negara Timur Tengah itu.

"Dengan perluasan itu, badan tersebut memerlukan hampir 160 juta dolar AS untuk menutup biaya operasinya di Suriah sampai Juni tahun ini," kata Juru Bicara PBB Martin Nesirky dalam taklimat harian di Markas PBB, New York, Amerika Serikat (AS), Jumat (15/2).

Menurut Nesirky, WFP pada Rabu mengirim tambahan barang sebanyak 62 ton makanan --cukup buat 10.000 orang-- ke Kota Al-Hassakeh dan Kabupaten Ash-Shaddadi di Suriah timur-laut.

"Pengiriman tersebut dilakukan setelah diterimanya laporan mengenai gelombang baru pengungsi, yang mengirim ratusan keluarga ke daerah itu setelah pertempuran sengit," kata Nesirky sebagaimana dikutip Xinhua.

Menurut WFP, baru-baru ini 40.000 orang telah menyelamatkan diri dari pertempuran sengit antara oposisi bersenjata dan prajurit pemerintah di Kota Kecil Shaddadeh di Provinsi Hasaka di bagian timur Suriah.

Pekan lalu Kepala Organisasi Hak Asasi Manusia, Navi Pillay, memperkirakan jumlah korban jiwa akibat krisis 23-bulan di Suriah mencapai hampir 70.000.

Pada Kamis (14/2), Menteri Luar Negeri Amerika Serikat John Kerry, dengan mengutip data yang diterima dari timpalannya dari Arab Saudi, Pangeran Saud al-Faisal, mengatakan jumlah korban tewas di Suriah bisa mencapai 90.000 orang, jauh lebih banyak daripada perkiraan Pillay.

PBB dan AS memperkirakan lebih dari 750.000 pengungsi telah meninggalkan negara itu, sementara 2,5 juta orang terlantar di dalam negeri mereka.

(Uu.C003)

Tiada ulasan:

Catat Komen