Sabtu, 5 Januari 2013

ANTARA - Mancanegara

ANTARA - Mancanegara


Militer Suriah tembakkan roket ke distrik pemberontak

Posted: 05 Jan 2013 09:01 PM PST

Kesedihan seorang ayah yang dua anaknya tewas akibat serangan loyalis Presiden Suriah Bashar al-Assad di Aleppo, Kamis (3/1). Konflik bersenjata Suriah yang kini berlangsung 21 bulan telah menewaskan sekitar 60 ribu orang. (REUTERS/Muzaffar Salman)

Berita Terkait

Beirut (ANTARA News) - Tentara Suriah menembakkan roket ke sebuah distrik di Damaskus untuk mengusir pemberontak yang berupaya mendekati jantung kekuasaan Presiden Bashar al-Assad pada Sabtu.

Pasukan pemerintah menembakkan roket ke Jobar, sebuah wilayah yang menjadi kantung kelompok Sunni di dekat pusat Damaskus, sehari setelah membombardir Daraya di pinggiran timur dari kawasan bulan sabit yang dikuasai pemberontak, kata Housam, seorang aktivis di Ibu Kota seperti dikutip Reuters.

"Pemboman dimulai pada dini pagi hari, dan makin meningkat sejak pukul 11 pagi, dan sekarang telah menjadi benar-benar berat. Kemarin Daraya dan hari ini Jobar menjadi tempat terpanas di Damaskus," katanya melalui fasilitas Skype.

Pihak oposisi yang terkait dengan Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia, yang memonitor konflik dari Inggris melalui jaringan aktivis di lapangan, melaporkan terjadinya pertempuran dan penembakan pada Sabtu di kota timur Sungai Efrat, Deir al-Zoor, dan dekat pusat kota Hama.

Para pemberontak telah membuat kemajuan besar dalam enam bulan terakhir. Namun, kendali mereka atas area itu dibatasi oleh kekuatan udara Bashar.

Pasukan Bashar masih menguasai sebagian besar kawasan padat penduduk di bagian barat daya di sekitar Ibu Kota, pantai Mediterania, jalan raya utama utara-selatan, dan pangkalan militer di seluruh penjuru negeri tempat pesawat dapat menyerang daerah yang dikuasai pemberontak.

Pemberontak belum berhasil merebut pangkalan udara bagian utara di Taftanaz setelah serangan dalam beberapa hari terakhir. Pangkalan itu masih di tangan pemerintah dan Kepala Observatorium Rami Abdelrahman mengatakan situasi telah tenang sejak Jumat.

(G003)

Editor: Maryati

COPYRIGHT © 2013

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Mahmoud Abbas tetapkan perubahan Negara Palestina

Posted: 05 Jan 2013 07:42 PM PST

Presiden Palestina, Mahmoud Abbas. (REUTERS/Mohamad Torokman)

Berita Terkait

Gaza (ANTARA News) - Pemimpin Otoritas Nasional Palestina (Palestinian National Authority/PNA), Mahmoud Abbas, menandatangani dekrit untuk mengubah PNA menjadi "Negara Palestina" pada Sabtu (5/1) waktu setempat, demikian laporan kantor berita resmi WAFA.

Dekrit itu menyebut perubahan nama PNA menjadi "Negara Palestina" akan dilakukan di semua dokumen resmi, pada stempel dan tanda seluruh lembaga pemerintah. Perubahan itu juga akan ditampilkan pada lambang Palestina, kata WAFA seperti dikutip kantor berita RIA Novosti.

Abas juga mengatakan dia mengubah jabatannya menjadi presiden negara Palestina. Stempel pos, medali, surat perintah dan kepala surat pemerintah Palestina juga akan disesuaikan dengan perubahan nama baru itu.

Penerbitan dekrit tersebut merupakan langkah konkret pertama pemimpin Palestina setelah Majelis Umum PBB menetapkan Otoritas Palestina sebagai negara pengamat bukan anggota pada November 2012.

(ANT)

Editor: Maryati

COPYRIGHT © 2013

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Tiada ulasan:

Catat Ulasan