Rabu, 21 November 2012

Sindikasi news.okezone.com

Sindikasi news.okezone.com


Ibu-Ibu Demo, Kantor DPRD Dilempari Wajan

Posted: 21 Nov 2012 12:32 AM PST

JOMBANG- Sejumlah aktivis perempuan dan Ibu-Ibu Rumah tangga menggelar aksi demonstrasi memperingati hari antikekerasan terhadap perempuan, di kantor DPRD Jombang, Jawa Timur, Rabu (21/11/2012).

Namun, aksi tersebut berakhir ricuh karena tidak ada satupun anggota DPRD yang berada di kantornya. Para perempuan tersebut mengamuk dengan mengacak-acak kantor DPRD. Bahkan ada yang melempari ruangan anggota DPRD dengan Panci, wajan dan mencantolkan sejumlah alat dapur di kantor wakil rakyat tersebut.
 
Para Aktivis perempuan itu dengan leluasa masuk ke ruang anggota Dewan karena tidak ada penjagaan ketat dari aparat polisi pamong praja maupun polisi.  Pemicu amarah para aktvisi tersebut disebabkan karena belum ada satupun anggota DPRD jombang yang  masuk kantor, padahal waktu sudah menunjukkan pukul 08.30 WIB.
 
Dengan penuh emosi, sambil menggedor-gedor pintu para aktivis perempuan ini kemudian menggeledah ruang kerja wakil rakyat satu persatu. Para aktivis perempuan ini kemudian bergerak ke ruang komisi D yang membidangi perempuan, hasilnya ternyata sama ruang ini juga kosong melompong.

"Kami kecewa dengan pejabat DPRD yang tidak serius dalam menangani kasus-kasus kekerasan terhadap perempuan, Jangankan terhadap kasus kekerasan terhadap perempuan untuk urusan masuk kerja saja para wakil rakyat tersebut juga terbukti suka molor atau bahkan bolos kerja," kata seorang aktivis, Rima.
 
Sementara itu, sejumlah petugas dari Polres Jombang terlambat datang dan baru tiba di kantor DPRD setelah aksi tersebut berakhir.
(Mukhtar Bagus/Sindo TV/ugo)

Korban Lahar Dingin Gamalama Ngamuk Tuntut Bantuan

Posted: 21 Nov 2012 12:31 AM PST

TERNATE - Pengungsi korban banjir lahar dingin Gunung Gamalama mengamuk dan terlibat kericuhan dengan pegawai di Kantor Wali Kota Ternate, Maluku Utara. Mereka mendesak pemerintah setempat memerhatikan nasib mereka di lokasi pengungsian.

Kemarahan warga ini dipicu karena tidak kunjung adanya bantuan dari pemerintah Kota Ternate untuk para pengungsi. Sehingga, mereka menuntut Wali Kota, Burhan Abdurahman, segera menyalurkan bantuan berupa makanan dan kebutuhan pokok lainnya, selama mereka masih tinggal di pengungsian.

Aksi itu berubah ricuh saat sejumlah pegawai tiba-tiba menyerang mereka. Akibatnya, baku hantam dua kubu tak terhindarkan. Seorang warga menjadi bulan-bulanan pegawai hingga mengakibatkan korban syok. Keributan mereda setelah Satuan Polisi Pamong Praja tiba di lokasi dan melerai keduanya.

Para pengungsi ini belum bisa kembali ke tempat asal karena rumah mereka hancur diterjang banjir lahar dingin pada akhir Desember 2011 lalu. "Gimana mau pulang, rumah masih hancur. Di pengungsian bantuan juga tidak ada," keluh Sulaiman, seorang pengungsi di lokasi, Rabu (21/11/2012).

Hingga kini, tercatat 124 kepala keluarga atar sekira 203 jiwa yang masih bertahan di pengungsian di aula Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Ternate.

Kepala BPBD Kota Ternate, Hasim Yusuf, mengatakan bahwa tanggap darurat telah berakhir, sehingga mereka tidak lagi dikatakan sebagai pengungsi. "Mereka tidak lagi dikatakan pengungsi, melainkan eks-pengungsi. Karena tenggap darurat sudah dinyatakan berakhir," jelas Hasim.
(Syamsudin Sidik/Sindo TV/ris)

Tiada ulasan:

Catat Ulasan