Jumaat, 9 November 2012

Republika Online

Republika Online


Seram! Balita Nyaris Buta Setelah Disambar Elang

Posted: 09 Nov 2012 11:05 PM PST

REPUBLIKA.CO.ID, Nasib malang harus dialami seorang anak berusia dua tahun di Desa Farborough, Hampshire, Inggris kemarin Jumat (9/11). Dilaporkan The Sun, balita bernama Alfie Hall ini harus mengalami kerusakan pada bagian mukanya setelah diserang seekor burung yang menganggap si bocah sebagai mangsa.
 
Ini bukan sembarang burung, bocah laki-laki ini terkapar setelah diserang oleh seekor Harris Hawk dengan lebar sayap mencapai empat kaki atau 1,22 meter.
 
Jenis burung yang lebih terkenal didaratan eropa sebagai elang Dusky ini dikenal berperawakan besar dengan kuku-kuku yang tajam. Peristiwa naas ini bermula ketika Alfie sedang bermain ayunan di sekitar taman tak jauh dari rumahnya.
 
Ibu korban, Elysia, saat itu mendampingi putranya dengan jarak beberapa meter. Tak disangka ketika sedang asik bermain, seekor burung elang menukik tajam dan mengarah ke tempat Alfie berdiri.
 
Sejurus kemudian, Elysia mendapati wajah anaknya telah berada dalam cengkraman burung elang tersebut. Sontak, insiden ini kemudian membuat ibu berusia 23 tahun ini menjerit.
 
"Semuanya tampak horor, burung gila itu menukik dan mengarahkan kuku-kukunyanya yang tajam pada anakku. Beberapa kerabatku berupaya mengusir burung tersebut dengan berbagai cara. Saat aku berlari menuju anakku, dia sudah dalam keadaan tak sadar," kata Elysia.
 
Sesaat setelah burung tersebut melepaskan Alfie dari cengkramannya, elang ganas ini kemudian terbang entah kemana.
 
Elysia yang panik dibantu kerabatnya yang berada di sekitar lokasi langsung menelepon ambulance. Dalam keadaan penuh darah, Alfie kemudian dibawa ke rumah sakit terdekat tak jauh dari taman bermain itu.
 
Selesai menjalani perawatan, dokter kemudian mengatakan kondisi Alfie cukup kritis. Bocah tersebut menurut dokter hampir saja mengalami kebutaan, karena matanya nyaris tercungkil. Tak hanya itu, selain muka yang tercabik, daun telinga sebelah kiri Alfie pun harus disambung kembali karena telah putus.
 
"Dokter mengatakan ada luka menganga di atas mata kiri anakku. Mereka bilang kami beruntung karena Alfie tidak mengalami kebutaan," ucap Elysia
 
Setelah beberapa jam, Elysia mendapatkan kabar bahwa elang penyebab insiden ini bukanlah burung liar. Menurut pihak kepolisian, dikatakan bahwa burung elang tersebut adalah milik remaja berusia 18 tahun yang juga merupakan warga sekitar.
 
Ketika pihak keluarga korban meminta remaja tersebut harus bertanggung jawab. Polisi mengaku tak bisa melakukan hal lebih selain menyuruh remaja tersebut untuk mengaandangkan dan mengawasi betul peliharaannya tersebut.
 
Hal ini dikatakan pihak kepolisian setempat karena belum adanya peraturan yang melarang seseorang memelihara seekor burung.
 
"Kami yakin remaja ini lalai sehingga menyebabkan peliharaannya melukai Alfie. Sepanjang hari kami melihat ada seseorang berjalan di sekitar taman dengan membawa sarung tangan elang.

Namun kami tak mendapati ada seekor elang pun di sana, saat ternyata burung ini menyerang anakku, pemuda itu malah membiarkannya. Jelas ia seharusnya bertanggung jawab.  " tuntut Elsyia.

Jenis elang ini memang tipe predator cerdas dan pemburu efektif. Salah satu makanannya adalah merpati yang ditangkap di udara untuk disantap hidup-hidup.

Heru Lelono: Canda Mahfud MD Gegabah

Posted: 09 Nov 2012 10:51 PM PST

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA-- Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi dan Informasi Heru Lelono menganggap Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD terlalu "cengengesan" dan gegabah dengan mengatakan adanya pengaruh mafia narkoba dalam pemberian grasi kepada Meirika Franola atau Ola.

"Gaya Mahfud itu Jawa Timuran seperti saya yang suka becanda atau 'cengengesan'. Namun, 'mencengengeskan' seolah di istana ada mafia seperti yang disebutkan adalah hak yang gegabah dan semoga hanya khilaf," kata Heru Lelono melalui pesan tertulis yang diterima di Jakarta, Sabtu.

Heru mengatakan dirinya berteman baik dengan Mahfud. Namun, dia menyayangkan pernyataan Mahfud tentang adanya mafia narkoba di dalam istana yang mempengaruhi pemberian grasi kepada Ola yang sebelumnya divonis hukuman mati menjadi seumur hidup.

Ia menyayangkan bukan saja karena Mahfud merupakan salah satu ahli hukum, tetapi juga karena Ketua MK itu diharapkan para pendukungnya untuk menjadi salah satu calon pemimpin negeri ini.

"Boleh saja Mahfud mengatakan dengan santai bahwa hal itu hanya analisanya saja. Namun bukankah dirinya adalah pejabat tinggi dan juga figur publik?" katanya.

Menurut Heru, saat ini Indonesia memerlukan tokoh-tokoh yang sejuk. Karena itu, kasihan rakyat yang hanya bisa menjadi penonton bila negeri ini diisi kegemparan berbagai analisis tanpa fakta.

Heru mengatakan sikap Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang memberikan grasi kepada Ola sudah jelas dan bertanggung jawab. "Menurut saya, dasar kemanusiaan dan hidup mati seseorang di tangan Tuhan adalah dasar pertimbangan utama Presiden," ujarnya.

Menurut Heru, dia termasuk ke dalam kelompok yang berharap suatu saat hukuman mati bisa ditiadakan. Seperti halnya banyak masyarakat yang mengharapkan pemerintah berupaya keras membebaskan saudaranya yang menjadi terpidana mati di luar negeri.

Tiada ulasan:

Catat Komen